Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Bolehkah calistung anak TK diajarkan? Penjelasan untuk orang tua dan guru: yang dihindari, yang dianjurkan, contoh kegiatan bermain, dan tanda kesiapan.
Calistung anak TK boleh dikenalkan, asalkan lewat bermain dan sesuai kesiapan anak, bukan dengan latihan menulis berlembar-lembar atau target harus lancar membaca sebelum masuk SD. Yang perlu dihindari adalah tekanan: drill, ujian, dan membandingkan anak. Kabar pentingnya bagi orang tua, aturan penerimaan murid baru menegaskan tidak boleh ada tes membaca, menulis, dan berhitung untuk masuk SD. Jadi, tugas TK adalah membangun fondasi agar anak siap dan senang belajar, bukan mengejar kelancaran calistung.
Banyak orang tua cemas anaknya tertinggal bila belum bisa membaca saat masuk SD. Sebagian TK merespons dengan memberi les calistung dan lembar kerja menebalkan huruf setiap hari. Di sisi lain, guru PAUD tahu bahwa anak usia 4–6 tahun belajar paling baik melalui bermain, bergerak, dan berbicara.
Kecemasan itu sering lahir dari pengalaman masa lalu, ketika ada SD yang menyeleksi murid dengan tes membaca. Kini, Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru menjadi rujukan, dan Pasal 11 ayat (5) aturan tersebut menegaskan tidak boleh ada tes kemampuan membaca, menulis, berhitung, atau bentuk tes lain untuk masuk SD.
| Dikenalkan lewat bermain (dianjurkan) | Dipaksakan (sebaiknya dihindari) |
|---|---|
| Membacakan buku cerita setiap hari | Target harus lancar membaca di usia 5 tahun |
| Bermain tebak bunyi awal kata | Menebalkan huruf berlembar-lembar |
| Menghitung benda saat bermain pasar-pasaran | Mengerjakan soal penjumlahan tertulis |
| Menulis nama sendiri saat anak tertarik | Dikte dan nilai angka |
| Mengenal simbol di lingkungan, seperti tanda keluar | Ujian calistung di akhir semester |
Sebelum membaca, menulis, dan berhitung, anak membutuhkan fondasi yang sering terlupakan.
| Kegiatan | Kemampuan yang dilatih | Bahan |
|---|---|---|
| Berburu huruf di kelas | Mengenal bentuk dan bunyi huruf | Kartu huruf, benda di kelas |
| Pasar-pasaran | Membilang, nilai uang sederhana | Uang mainan, sayur tiruan |
| Menulis di pasir | Motorik dan bentuk huruf | Nampan berisi pasir |
| Tepuk suku kata | Kesadaran fonologis | Tanpa bahan |
| Membuat buku cerita sendiri | Bercerita, urutan peristiwa | Kertas lipat, krayon |
| Mengurutkan batu | Pola, besar-kecil | Batu atau biji-bijian |
| Mencari nama teman | Mengenal tulisan nama | Kartu nama |
Setiap kegiatan cukup 10–15 menit. Hentikan bila anak terlihat lelah atau bosan.
Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Beberapa tanda kesiapan:
Bila tanda-tanda ini muncul, guru dan orang tua boleh mendukung lebih jauh, tetap dengan suasana menyenangkan.
Mengukur keberhasilan TK dari kelancaran membaca. Keberhasilan TK lebih tepat dilihat dari kemandirian, kemampuan bersosialisasi, rasa ingin tahu, dan kesenangan anak pada buku.
Memulai menulis sebelum motorik siap. Anak yang dipaksa menulis dengan genggaman belum stabil bisa kelelahan dan cepat menolak kegiatan menulis.
Hanya fokus pada huruf, melupakan bahasa lisan. Anak yang bisa mengeja tetapi kosakatanya terbatas akan kesulitan memahami bacaan nanti.
Memberi label "lambat". Perbedaan kecepatan pada usia ini wajar. Label justru menurunkan rasa percaya diri anak.
Banyak orang tua belum tahu bahwa kelas 1 dan 2 SD memang dirancang untuk mengajarkan membaca permulaan, menulis permulaan, dan konsep bilangan dasar. Guru kelas awal memulai dari pengenalan bunyi, huruf, suku kata, hingga kalimat sederhana.
Artinya, anak yang masuk SD dengan fondasi kuat, seperti senang mendengar cerita, kosakata kaya, dan motorik halus yang terlatih, biasanya lebih cepat menguasai calistung daripada anak yang dilatih menghafal huruf tetapi tidak menikmati belajar. Itulah mengapa calistung anak TK sebaiknya dipandang sebagai persiapan fondasi, bukan perlombaan.
Tidak salah. Ada anak yang tertarik dan cepat belajar membaca. Yang perlu dihindari adalah memaksa anak yang belum siap.
Berdasarkan penegasan pemerintah terkait SPMB 2025, tidak boleh ada tes membaca, menulis, berhitung, atau tes lain untuk masuk SD.
Tunjukkan dokumentasi perkembangan anak, jelaskan fondasi yang sedang dibangun, dan ajak orang tua melihat langsung kegiatan bermain di kelas.
Tidak ada usia pasti. Perhatikan kesiapan motorik halus dan minat anak. Perkuat dulu otot tangan lewat kegiatan bermain.
Umumnya tidak perlu bila anak mendapat cukup kesempatan bermain, dibacakan buku, dan diajak bercakap di rumah.
Kecemasan orang tua soal calistung sering muncul karena mereka tidak melihat perkembangan anak selain lembar kerja. Catatan guru tersimpan di buku pribadi, foto karya tersebar di ponsel, dan laporan baru diterima di akhir semester.
ASIS menyediakan modul PAUD dengan catatan tumbuh kembang, sehingga guru dapat mencatat perkembangan bahasa, motorik, dan kognitif anak sedikit demi sedikit setiap hari. Catatan itu tersimpan di profil murid yang utuh dan dapat dibagikan kepada orang tua lewat notifikasi aplikasi atau kotak masuk aplikasi. Buku cerita dan buku pelajaran pemerintah juga tersedia di Pustaka untuk kegiatan membacakan buku di rumah.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.