WAWASAN ASIS

Format Buku Inventaris Barang Sekolah dan Kode Barang

Contoh format buku inventaris barang sekolah: kolom wajib, sistem kode barang dan kode ruang, contoh pengisian, label barang, dan jadwal pemeriksaan berkala.

Tim Wawasan ASIS 22 Agt 2026 Administrasi Sekolah

Buku inventaris barang sekolah adalah catatan resmi seluruh barang milik sekolah: apa barangnya, kapan diperoleh, dari mana sumber dananya, berapa nilainya, di mana letaknya, dan bagaimana kondisinya. Buku ini menjadi dasar laporan aset, bukti pertanggungjawaban dana BOS dan dana lain, serta acuan saat pengadaan dan penghapusan barang. Artikel ini memberi contoh format buku inventaris barang sekolah yang praktis, sistem kode barang yang mudah dipahami, contoh pengisian, dan jadwal pemeriksaan. Untuk sekolah negeri, penggolongan dan kode barang resmi mengikuti ketentuan pengelolaan barang milik daerah yang berlaku di pemerintah daerah masing-masing.

Mengapa inventaris sering berantakan

Gejala yang paling sering ditemui:

  • barang baru datang, dipakai, tetapi tidak pernah dicatat,
  • proyektor dipindah dari kelas ke aula dan tidak ada yang tahu,
  • barang rusak masih tercatat baik selama bertahun-tahun,
  • nilai aset di laporan berbeda dengan kenyataan,
  • tidak bisa membuktikan barang dibeli dari dana mana saat diperiksa.

Akar masalahnya biasanya sama: tidak ada format baku dan tidak ada jadwal pemeriksaan.

Jenis buku yang perlu dimiliki

Inventaris yang tertib biasanya terdiri atas beberapa catatan yang saling terhubung:

Catatan Fungsi
Buku induk inventaris Daftar seluruh barang berdasarkan urutan perolehan
Buku golongan barang Barang dikelompokkan per jenis (mebel, elektronik, buku, alat olahraga)
Kartu inventaris ruang (KIR) Daftar barang di setiap ruangan, ditempel di dinding ruang
Buku barang habis pakai Kertas, tinta, alat tulis, dicatat terpisah
Catatan mutasi Perpindahan, kerusakan, dan penghapusan barang

Barang habis pakai tidak masuk buku induk inventaris karena tidak menjadi aset tetap.

Kolom wajib buku induk inventaris

No Kode barang Nama barang Merek/tipe Ukuran/spesifikasi Bahan Tahun perolehan Sumber dana Jumlah Harga satuan Kondisi Lokasi Keterangan

Penjelasan singkat:

  • Kode barang: kode unik yang juga ditempel di barang.
  • Sumber dana: BOS, APBD, komite, hibah, atau dana yayasan.
  • Kondisi: baik, rusak ringan, rusak berat.
  • Lokasi: kode ruang tempat barang berada.

Sistem kode barang yang mudah

Sekolah swasta dan sekolah yang belum memiliki kode resmi bisa memakai pola sederhana berikut:

[Kode sekolah]-[Tahun perolehan]-[Kode jenis]-[Nomor urut]

Kode jenis Golongan
MBL Mebel (meja, kursi, lemari)
ELK Elektronik (komputer, proyektor, printer)
OLR Alat olahraga
LAB Alat laboratorium
BKU Buku perpustakaan
KND Kendaraan
ATK Alat kantor tahan lama (mesin laminasi, stapler besar)

Contoh: SDN2-2026-ELK-003 berarti barang elektronik ketiga yang diperoleh SDN 2 pada tahun 2026.

Kode ruang

Kode Ruang
R-KS Ruang Kepala Sekolah
R-GR Ruang guru
R-TU Ruang tata usaha
K-1A Kelas 1A
LAB-KOM Laboratorium komputer
PERPUS Perpustakaan
UKS Ruang UKS

Kode ruang dipakai di kolom lokasi dan di kartu inventaris ruang.

Contoh pengisian

No Kode barang Nama barang Merek/tipe Tahun Sumber dana Jumlah Harga satuan Kondisi Lokasi
1 SDN2-2026-ELK-001 Laptop Merek X 14 inci 2026 BOS 1 Rp7.500.000 Baik R-TU
2 SDN2-2026-ELK-002 Proyektor Merek Y 2026 BOS 1 Rp5.000.000 Baik K-6A
3 SDN2-2026-MBL-001 Kursi murid Kayu jati 2026 Komite 30 Rp350.000 Baik K-1A
4 SDN2-2025-OLR-004 Bola voli Merek Z 2025 BOS 5 Rp250.000 Rusak ringan Gudang

Untuk barang sejenis dalam jumlah banyak, seperti kursi, satu baris bisa memuat beberapa unit, tetapi setiap unit tetap diberi label nomor urut, misalnya MBL-001/01 sampai MBL-001/30.

Label barang

Setiap barang diberi label berisi nama sekolah, kode barang, dan tahun. Gunakan stiker tahan air atau cat untuk mebel. Tempel di bagian yang terlihat tetapi tidak mudah terkelupas, misalnya bagian bawah meja atau sisi belakang monitor. Label memudahkan pemeriksaan dan mencegah barang tertukar dengan milik pribadi.

Jadwal pemeriksaan

Waktu Kegiatan Pelaksana
Setiap barang datang Catat di buku induk, beri label, perbarui KIR Petugas inventaris
Setiap bulan Catat mutasi barang Petugas inventaris
Setiap semester Cocokkan fisik dengan buku per ruang Petugas inventaris dan wali kelas
Setiap akhir tahun Rekap nilai aset, usulkan penghapusan Tim sarpras dan Kepala Sekolah

Barang yang rusak berat dan tidak ekonomis diperbaiki bisa diusulkan untuk dihapus. Prosedurnya dibahas di penghapusan barang inventaris.

Hubungan dengan data sarpras Dapodik

Data sarana prasarana di Dapodik dan buku inventaris barang sekolah sebaiknya saling cocok. Dapodik mencatat kondisi ruang dan sarana pokok, sedangkan buku inventaris mencatat rinci setiap barang. Saat memperbarui Dapodik, gunakan buku inventaris sebagai rujukan. Lihat data sarpras Dapodik.

Kesalahan umum

  • Mencampur barang habis pakai dengan aset tetap.
  • Tidak mencatat sumber dana.
  • Label hilang dan tidak diganti.
  • Barang hibah dari orang tua atau alumni tidak dicatat.
  • Pemeriksaan hanya dilakukan menjelang akreditasi atau pemeriksaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kolom wajib buku inventaris barang sekolah?

Nomor, kode barang, nama barang, merek, spesifikasi, tahun perolehan, sumber dana, jumlah, harga, kondisi, lokasi, dan keterangan.

Apakah barang habis pakai dicatat di buku inventaris?

Tidak di buku induk inventaris. Barang habis pakai dicatat di buku persediaan terpisah.

Bagaimana membuat kode barang yang mudah?

Gunakan pola kode sekolah, tahun perolehan, kode jenis, dan nomor urut. Sekolah negeri menyesuaikan dengan kodefikasi barang milik daerah yang berlaku.

Seberapa sering inventaris harus diperiksa?

Minimal setiap semester untuk pencocokan fisik, dan setiap akhir tahun untuk rekap nilai aset.

Apakah barang sumbangan orang tua perlu dicatat?

Perlu. Catat dengan sumber dana hibah atau sumbangan, lengkap dengan perkiraan nilainya.

ASIS: Inventaris yang Tidak Hilang Saat Petugas Berganti

Buku inventaris sering berantakan karena hanya satu orang yang memahaminya. Ketika petugas pindah tugas, catatan berhenti, label lepas, dan barang yang dipinjam guru tidak pernah kembali ke tempatnya.

ASIS menyediakan modul sarana prasarana dan peminjaman aset untuk mencatat barang, kode, lokasi, kondisi, dan sumber dana dalam satu sistem berbasis web. Peminjaman proyektor atau alat olahraga tercatat siapa peminjam dan kapan harus kembali. Karena data dicatat sekali dan dipakai berkali-kali, rekap aset untuk laporan tidak perlu disusun ulang dari nol.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.