WAWASAN ASIS

Format Buku Induk Perpustakaan dan Cara Mengisinya

Format buku induk perpustakaan sekolah: kolom, contoh pengisian, aturan nomor induk per eksemplar, buku hadiah dan BOSP, serta kesalahan yang umum.

Tim Wawasan ASIS 05 Agt 2026 Wawasan

Buku induk perpustakaan adalah daftar inventaris yang mencatat setiap eksemplar buku yang masuk ke perpustakaan, lengkap dengan nomor induk unik, tanggal masuk, data bibliografis, asal perolehan, dan harga. Kolom yang umum dipakai: nomor urut, tanggal, nomor induk, pengarang, judul, penerbit, kota dan tahun terbit, edisi, asal buku, harga, nomor klasifikasi, dan keterangan. Aturan terpentingnya: satu eksemplar mendapat satu nomor induk, walaupun judulnya sama. Artikel ini menyajikan format lengkap, contoh pengisian, cara menangani buku hadiah dan buku dari dana BOSP, serta kesalahan yang paling sering terjadi di perpustakaan sekolah.

Fungsi buku induk perpustakaan

Buku induk bukan sekadar daftar buku. Fungsinya antara lain:

  • Bukti inventaris. Buku yang dibeli dengan dana sekolah termasuk aset dan perlu tercatat.
  • Dasar statistik. Jumlah judul dan eksemplar dipakai dalam laporan perpustakaan, akreditasi, dan data sarana prasarana.
  • Pelacakan. Bila buku hilang atau rusak, nomor induk memudahkan penelusuran riwayatnya.
  • Dasar pengolahan. Nomor induk ditulis di buku, kartu buku, dan label, lalu menjadi kunci dalam sistem peminjaman.

Format kolom buku induk perpustakaan

No Kolom Keterangan
1 Nomor urut Urutan baris pencatatan
2 Tanggal masuk Tanggal buku diterima perpustakaan
3 Nomor induk Nomor unik per eksemplar
4 Pengarang Nama pengarang utama
5 Judul Judul lengkap buku
6 Edisi/cetakan Bila ada
7 Kota terbit Kota penerbit
8 Penerbit Nama penerbit
9 Tahun terbit Tahun pada halaman hak cipta
10 Asal buku Pembelian, hadiah, BOSP, droping pemerintah
11 Harga Harga per eksemplar, bila diketahui
12 Nomor klasifikasi Nomor klasifikasi koleksi, misalnya DDC
13 Keterangan Rusak, hilang, dihapus, dipindah

Sebagian perpustakaan menambahkan kolom bahasa, jumlah halaman, atau ISBN. Tambahkan bila memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai kolom terlalu banyak sehingga pencatatan menjadi berat.

Aturan nomor induk

Satu eksemplar, satu nomor

Bila perpustakaan menerima lima eksemplar buku IPAS kelas 5, kelimanya mendapat nomor induk berbeda, misalnya 0451 sampai 0455. Ini memungkinkan perpustakaan melacak eksemplar mana yang dipinjam, rusak, atau hilang.

Format nomor induk

Pola yang sering dipakai:

  • nomor urut murni, misalnya 0451,
  • nomor urut dengan kode asal, misalnya 0451/BOS/2026 atau 0452/H/2026 untuk hadiah,
  • nomor urut dengan tahun, misalnya 2026.0451.

Pilih satu pola dan gunakan seterusnya. Nomor induk tidak direset setiap tahun; nomor terus berlanjut agar tetap unik.

Nomor yang sudah dipakai tidak boleh dipakai lagi

Buku yang hilang atau dihapus tetap tercatat dengan keterangan. Nomornya tidak diberikan ke buku baru.

Contoh pengisian

No Tanggal No. induk Pengarang Judul Kota Penerbit Tahun Asal Harga Klasifikasi Ket.
451 04-08-2026 0451/BOS/2026 Tim Penulis Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V Jakarta Pusat Perbukuan 2021 BOSP Rp45.000 500
452 04-08-2026 0452/BOS/2026 Tim Penulis Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V Jakarta Pusat Perbukuan 2021 BOSP Rp45.000 500
453 12-08-2026 0453/H/2026 Rina Kartika Petualangan di Kebun Nenek Bandung Penerbit Ceria 2024 Hadiah alumni - 899

Data di tabel hanya contoh fiktif untuk menunjukkan cara mengisi. Ambil data bibliografis dari halaman judul dan halaman hak cipta buku, bukan dari sampul.

Langkah mencatat buku baru

  1. Periksa fisik buku. Pastikan tidak cacat cetak. Buku rusak dikembalikan ke penyedia bila memungkinkan.
  2. Cap perpustakaan. Beri cap di halaman judul dan halaman tertentu yang disepakati.
  3. Catat di buku induk. Isi semua kolom, beri nomor induk.
  4. Tulis nomor induk di buku. Biasanya di bawah cap pada halaman judul.
  5. Klasifikasi dan label. Tentukan nomor klasifikasi, buat label punggung. Panduannya ada di artikel label nomor panggil buku.
  6. Siapkan kartu atau data peminjaman. Kantong buku dan kartu buku, atau data di sistem peminjaman.
  7. Susun di rak.

Buku hadiah, droping, dan dana BOSP

Asal Yang perlu disimpan
Pembelian dana BOSP Bukti pembelian, sesuai pencatatan keuangan sekolah
Pembelian dana lain Kuitansi dan catatan sumber dana
Droping atau bantuan pemerintah Berita acara serah terima
Hadiah atau donasi Surat atau catatan penerimaan dari donatur

Buku dari dana BOSP harus tercatat sama dengan laporan belanja. Bila laporan keuangan menyebut 120 eksemplar, buku induk juga harus memuat 120 eksemplar dengan asal BOSP. Untuk donasi, baca artikel donasi buku perpustakaan.

Kesalahan yang sering terjadi

Satu nomor untuk banyak eksemplar. Akibatnya sulit menghitung eksemplar dan melacak buku hilang.

Pencatatan menunggu banyak. Buku menumpuk di gudang berbulan-bulan tanpa dicatat, lalu sebagian hilang sebelum tercatat.

Data dari sampul. Judul di sampul kadang disingkat. Gunakan halaman judul.

Buku dihapus tanpa berita acara. Buku rusak dibuang begitu saja, sementara buku induk masih mencatatnya.

Tidak ada cadangan. Buku induk tulisan tangan yang basah atau hilang tidak bisa diganti. Buat salinan digital berkala.

Daftar cek buku induk

Pemeriksaan Sudah?
Format kolom ditetapkan
Pola nomor induk ditetapkan
Semua buku baru dicatat paling lambat sepekan setelah diterima
Jumlah buku BOSP cocok dengan laporan belanja
Buku rusak atau hilang diberi keterangan dan berita acara
Ada salinan digital buku induk

Dengan aturan sederhana ini, buku induk perpustakaan menjadi sumber data yang bisa dipercaya untuk laporan dan pengembangan koleksi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya buku induk perpustakaan dan katalog?

Buku induk mencatat inventaris per eksemplar berdasarkan urutan masuk. Katalog dipakai pemustaka untuk mencari buku berdasarkan judul, pengarang, atau subjek.

Apakah buku paket pelajaran juga dicatat?

Ya, bila buku itu milik perpustakaan atau sekolah dan dikelola perpustakaan.

Apakah nomor induk direset setiap tahun?

Tidak. Nomor induk terus berlanjut agar setiap eksemplar tetap unik.

Bagaimana mencatat buku yang hilang?

Beri keterangan hilang dan tanggalnya di kolom keterangan, lengkapi dengan berita acara. Nomornya tidak dipakai ulang.

Apakah buku induk boleh berbentuk digital?

Boleh, asalkan formatnya lengkap, ada cadangan, dan kebijakan sekolah mengizinkannya.

ASIS: Koleksi Perpustakaan Tercatat dan Dipinjam dari Data yang Sama

Akar masalah perpustakaan sekolah sering ada di pencatatan ganda: buku induk ditulis tangan, kartu peminjaman diisi terpisah, dan laporan bulanan dihitung ulang dari keduanya. Saat pustakawan berganti, catatan sulit dilanjutkan.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul perpustakaan di ASIS membantu sekolah mengelola koleksi dan peminjaman memakai data murid yang sama dengan presensi dan rapor, sehingga daftar peminjam tidak diketik ulang. Untuk menambah bacaan tanpa biaya, sekolah bisa memanfaatkan Pustaka, perpustakaan digital berisi buku pelajaran pemerintah.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.