Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Buku agenda guru: fungsi, kolom yang perlu ada, contoh isi harian dan mingguan, bedanya dengan jurnal mengajar, serta cara mengisinya agar tidak memberatkan.
Buku agenda guru adalah catatan kerja harian guru yang memuat kegiatan mengajar dan tugas lain: kelas yang diajar, materi, kegiatan, kehadiran murid secara ringkas, serta catatan kejadian dan tindak lanjut. Di banyak sekolah, buku ini termasuk administrasi guru yang diperiksa saat supervisi. Fungsi sebenarnya lebih penting dari sekadar berkas: buku agenda guru membantu guru mengingat sampai mana materi di tiap kelas, siapa yang perlu didampingi, dan janji apa yang belum dipenuhi.
Panduan ini memberi format kolom, contoh isi harian dan mingguan, perbedaan dengan jurnal mengajar dan agenda kelas, serta tips agar pengisiannya tidak menjadi beban.
Istilah ini sering tertukar dan penggunaannya bisa berbeda antarsekolah. Secara umum:
| Dokumen | Dipegang oleh | Fokus |
|---|---|---|
| Agenda guru | Guru | Semua kegiatan kerja guru, termasuk tugas tambahan |
| Jurnal mengajar | Guru | Pelaksanaan pembelajaran per pertemuan dan refleksi |
| Agenda kelas | Kelas (ketua kelas/wali kelas) | Pelajaran yang berlangsung di kelas itu setiap jam |
Di sebagian sekolah, agenda guru dan jurnal mengajar digabung menjadi satu dokumen. Itu tidak masalah selama kolom intinya terisi. Pembahasan lebih rinci ada di artikel "Beda Jurnal Mengajar dan Agenda Kelas serta Fungsinya".
Format harian yang ringkas dan mencukupi:
| No | Hari/tanggal | Jam ke | Kelas | Materi/TP | Kegiatan | Murid tidak hadir | Catatan dan tindak lanjut |
|---|
Tambahkan bagian terpisah untuk kegiatan nonmengajar:
| Hari/tanggal | Kegiatan | Peran | Hasil/catatan |
|---|
Contoh kegiatan nonmengajar: rapat guru, piket, pembinaan ekstrakurikuler, kunjungan rumah, pelatihan, dan kepanitiaan.
Contoh berikut untuk Pak Dimas (fiktif), guru IPA SMP yang mengajar kelas VII-A sampai VII-D.
Senin
| Jam ke | Kelas | Materi/TP | Kegiatan | Tidak hadir | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1–2 | VII-A | Klasifikasi makhluk hidup | Mengamati daun di halaman, diskusi kelompok | 1 (sakit) | Kelompok 3 belum selesai, lanjut Rabu |
| 3–4 | VII-C | Klasifikasi makhluk hidup | Sama dengan VII-A | 0 | Waktu cukup, ada 2 murid butuh penjelasan ulang istilah |
| 6–7 | VII-B | Ciri makhluk hidup | Formatif kuis 5 soal | 2 (izin) | 6 murid belum tuntas, remedial Kamis |
Kegiatan lain hari Senin
| Kegiatan | Peran | Catatan |
|---|---|---|
| Rapat persiapan sumatif | Peserta | Jadwal sumatif IPA minggu ke-3 bulan depan |
| Latihan KIR | Pembina | 12 murid hadir, mulai rancang proyek pengamatan |
Catatan seperti "kelompok 3 belum selesai, lanjut Rabu" terlihat sepele, tetapi justru itulah yang membuat agenda berguna.
Di akhir pekan, tulis rekap tiga baris:
Rekap ini sangat membantu saat menyusun refleksi atau saat diminta laporan oleh Wakasek Kurikulum.
Kolom inti bisa sama, tetapi penekanannya berbeda sesuai jenjang dan tugas guru.
Dengan menyesuaikan penekanan ini, agenda tidak terasa sebagai formulir seragam yang dipaksakan, melainkan alat kerja yang sesuai dengan keseharian masing-masing guru.
Banyak sekolah mulai memindahkan agenda ke aplikasi. Keuntungannya: bisa diisi dari ponsel, otomatis bertanggal, mudah dicari, dan dapat dilihat Kepala Sekolah tanpa mengumpulkan buku. Pastikan versi digital tetap memuat kolom inti di atas dan bisa dicetak bila diperlukan. Pertimbangan memilih aplikasinya dibahas di "Aplikasi Jurnal Mengajar Guru: Fitur yang Dibutuhkan".
Banyak sekolah memasukkannya ke daftar administrasi guru. Ikuti kebijakan sekolah dan dinas setempat; isinya bisa digabung dengan jurnal mengajar.
Jurnal mengajar fokus pada pelaksanaan pembelajaran per pertemuan. Agenda guru mencakup seluruh kegiatan kerja guru, termasuk tugas tambahan.
Cukup satu kalimat yang menggambarkan aktivitas utama, misalnya "diskusi kelompok mengamati daun". Tidak perlu menyalin langkah modul ajar.
Umumnya diterima bila isinya lengkap dan dapat ditunjukkan atau dicetak. Konfirmasi dengan Kepala Sekolah atau pengawas.
Isi secepatnya dengan jujur berdasarkan jadwal dan catatan yang ada, lalu bangun kebiasaan mengisi di akhir jam.
Masalah agenda guru bukan formatnya, melainkan waktunya. Guru sibuk mengajar, buku tertinggal di ruang guru, lalu agenda diisi sekaligus menjelang supervisi.
Di ASIS, guru mencatat jurnal mengajar langsung dari ASIS Mobile di Android atau dari web, dengan jadwal yang sudah tersusun oleh generator jadwal pelajaran tanpa bentrok. Presensi per mapel tercatat di pertemuan yang sama, tugas online bisa diberikan dari tempat yang sama, dan Kepala Sekolah dapat memantau tanpa mengumpulkan buku. Prinsipnya tetap sama: data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.