WAWASAN ASIS

Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah

Daftar bentuk kegiatan kokurikuler pengganti P5: lintas disiplin, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan cara lain, plus cara memilihnya.

Tim Wawasan ASIS 24 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Bentuk kegiatan kokurikuler kini bisa dipilih sekolah dengan lebih leluasa. Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku, P5 diganti kegiatan kokurikuler yang dapat dilaksanakan melalui tiga jalur: pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Artinya, tidak ada satu format yang wajib untuk semua. Artikel ini menyajikan menu bentuk kegiatan yang realistis untuk SD, SMP, SMA/SMK, dan madrasah, lalu memberi kriteria memilih agar kegiatan sesuai jumlah guru, jadwal, dan potensi lingkungan sekolah.

Apa yang dimaksud kegiatan kokurikuler

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang memperkuat dan memperdalam capaian pembelajaran intrakurikuler sekaligus melatih dimensi profil lulusan. Ia berbeda dari ekstrakurikuler yang bersifat pilihan dan berbasis minat. Kokurikuler dirancang sekolah untuk seluruh murid, terhubung dengan mata pelajaran, dan hasilnya dicatat sebagai bagian dari perkembangan murid.

Bedanya dengan P5 terutama pada keleluasaan. Sekolah tidak lagi terikat pada daftar tema tertentu dan alokasi jam projek yang terpisah. Yang penting, kegiatan memiliki tujuan jelas, terkait dengan pembelajaran, dan memberi pengalaman bermakna.

Jalur 1: Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin

Jalur ini menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih untuk menyelesaikan satu persoalan nyata.

Contoh bentuk kegiatan

Bentuk Mapel yang terlibat Contoh jenjang
Survei dan grafik kebiasaan jajan Matematika, IPAS, Bahasa Indonesia SD kelas V
Kampanye hemat air sekolah IPA, Seni, Bahasa Indonesia SMP
Peta sejarah kampung IPS, Informatika, Bahasa Daerah SMP/MTs
Uji kualitas air sungai dekat sekolah Kimia, Biologi, Geografi SMA
Perbaikan alat rumah tangga warga Produktif kejuruan, Bahasa Indonesia SMK

Kelebihan jalur ini adalah kedalaman. Kekurangannya, perlu koordinasi antarguru yang kuat. Panduan detail menyusunnya sudah kami bahas di artikel kokurikuler lintas mata pelajaran.

Jalur 2: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Jalur ini menekankan pembiasaan. Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Contoh bentuk kegiatan

  • Jurnal kebiasaan mingguan yang diisi murid dan ditandatangani orang tua.
  • Senam atau olahraga pagi bersama dua kali sepekan.
  • Bekal sehat hari Jumat, dilanjutkan diskusi gizi singkat di kelas.
  • Pojok baca 15 menit sebelum pelajaran pertama.
  • Kerja bakti lingkungan sebulan sekali bersama warga sekitar.
  • Kampanye tidur cukup yang dirancang murid kelas atas untuk adik kelas.

Jalur ini cocok untuk sekolah dengan guru terbatas karena tidak memerlukan rancangan lintas mapel yang rumit. Namun, agar tidak sekadar seremonial, pembiasaan perlu dipantau dan direfleksikan.

Jalur 3: Cara lain yang ditetapkan sekolah

Permendikdasmen 13/2025 memberi ruang bagi sekolah untuk merancang bentuk sendiri. Ini kesempatan untuk mengangkat kekhasan sekolah.

Contoh bentuk kegiatan

Kekhasan sekolah Bentuk kegiatan
Madrasah atau sekolah Islam Program kepedulian sosial berbasis zakat dan sedekah, dikaitkan dengan Matematika dan Fikih
Sekolah di daerah pertanian Kebun sekolah: menanam, mencatat pertumbuhan, menjual hasil
Sekolah pesisir Pengamatan ekosistem pantai dan pengolahan hasil laut
Sekolah di kota Literasi media dan keamanan digital bersama komunitas
SMK Layanan jasa ke masyarakat sesuai konsentrasi keahlian
Sekolah dengan tradisi seni Pementasan budaya lokal dengan riset sejarahnya

Pastikan bentuk yang dipilih tetap memiliki tujuan pembelajaran, keterkaitan dengan mata pelajaran, dan cara mengamati perkembangan murid.

Kriteria memilih bentuk kegiatan kokurikuler

Tidak ada bentuk yang paling benar. Gunakan pertanyaan berikut dalam rapat tim kurikulum:

  1. Dimensi profil lulusan apa yang paling perlu diperkuat? Lihat data rapor pendidikan atau pengamatan guru.
  2. Berapa guru yang bisa terlibat aktif? Jalur lintas disiplin perlu tim; pembiasaan bisa dijalankan wali kelas.
  3. Berapa waktu yang tersedia? Apakah dalam blok waktu tertentu, terintegrasi dengan jam pelajaran, atau rutin harian?
  4. Apa potensi lingkungan? Sawah, pasar, puskesmas, UMKM, atau komunitas bisa menjadi mitra.
  5. Berapa biaya yang realistis? Pilih kegiatan yang bisa berjalan dengan bahan sederhana.
  6. Bagaimana melibatkan orang tua? Kemitraan pembelajaran adalah bagian dari kerangka pembelajaran mendalam.

Contoh keputusan dua sekolah

Kondisi SD kecil, 6 guru SMP, 30 guru
Masalah utama Murid sering terlambat dan kurang sarapan Kemampuan menulis argumen rendah
Bentuk dipilih 7 Kebiasaan: bangun pagi dan makan sehat Lintas disiplin: kampanye isu lingkungan
Pelaksana Wali kelas Tim guru Bahasa Indonesia, IPA, Seni
Bukti perkembangan Jurnal kebiasaan, catatan keterlambatan Poster, esai, presentasi

Kombinasi dalam satu tahun ajaran

Banyak sekolah memadukan beberapa bentuk. Misalnya, pembiasaan 7 Kebiasaan berjalan sepanjang tahun, ditambah satu kegiatan lintas disiplin per semester. Pola ini menjaga keseimbangan antara pembiasaan harian dan pengalaman mendalam.

Contoh rencana tahunan SMP:

  • Semester ganjil: pembiasaan olahraga pagi dan pojok baca, ditambah proyek lintas disiplin "Sampah Sekolah Kita".
  • Semester genap: pembiasaan bermasyarakat melalui kerja bakti, ditambah proyek "Jajanan Sehat Kantin" bersama pengelola kantin.

Cara memantau agar kegiatan bermakna

Bentuk apa pun yang dipilih, pantau dengan tiga alat sederhana. Pertama, lembar pengamatan guru yang memuat dua atau tiga perilaku kunci dari dimensi yang dituju. Kedua, jurnal atau refleksi murid, misalnya tiga pertanyaan: apa yang saya lakukan, apa yang saya pelajari, apa yang akan saya ubah. Ketiga, produk atau bukti kegiatan, seperti poster, laporan, foto proses, atau catatan kebiasaan.

Ketiga alat ini cukup untuk menyusun deskripsi perkembangan murid di akhir semester tanpa membuat instrumen yang rumit. Lakukan juga evaluasi singkat bersama tim guru: bentuk mana yang berhasil, mana yang perlu disederhanakan tahun depan.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Memindahkan modul P5 lama apa adanya tanpa meninjau tujuannya.
  • Memilih bentuk yang terlalu besar sehingga guru kewalahan.
  • Kegiatan pembiasaan tanpa pemantauan dan refleksi.
  • Tidak mendokumentasikan proses, hanya foto acara puncak.
  • Tidak mengaitkan kegiatan dengan mata pelajaran mana pun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja bentuk kegiatan kokurikuler menurut aturan terbaru?

Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah, sesuai Permendikdasmen 13/2025.

Apakah sekolah boleh memadukan beberapa bentuk?

Boleh. Banyak sekolah memadukan pembiasaan harian dengan kegiatan lintas disiplin per semester.

Apakah kegiatan kokurikuler sama dengan ekstrakurikuler?

Tidak. Kokurikuler dirancang untuk semua murid dan terkait pembelajaran, sedangkan ekstrakurikuler bersifat pilihan berdasarkan minat.

Apakah modul P5 lama masih bisa dipakai?

Bisa dijadikan bahan, tetapi perlu ditinjau ulang agar sesuai tujuan kokurikuler dan dimensi profil lulusan yang baru.

Bagaimana mencatat hasil kegiatan kokurikuler?

Gunakan pengamatan, portofolio, jurnal murid, dan refleksi. Catatan ini menjadi bahan deskripsi perkembangan murid, sesuai ketentuan pelaporan yang berlaku.

ASIS: Satu Tempat untuk Merancang dan Mencatat

Apa pun bentuk kegiatan kokurikuler yang dipilih, masalah yang sering muncul sama: rancangan tersimpan di laptop masing-masing guru, dokumentasi tersebar di galeri ponsel, dan catatan perkembangan murid tidak sampai ke wali kelas.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka di satu sistem dan mencatat perkembangan murid di profil murid yang utuh, sehingga tim guru membaca catatan yang sama sesuai perannya. Untuk kegiatan yang membutuhkan eksplorasi, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, dan Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah sebagai bahan rujukan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.