Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan belanja buku dana BOS: beda buku teks dan buku bacaan, langkah dari analisis kebutuhan, RKAS, pengadaan, pencatatan, sampai bukti SPJ yang rapi.
Belanja buku dana BOS adalah salah satu pos yang paling sering diperiksa, karena buku adalah barang yang wujudnya jelas dan jumlahnya mudah dihitung. Intinya ada tiga: buku yang dibeli harus sesuai kebutuhan pembelajaran, tercantum di RKAS, dan dibuktikan dengan dokumen yang lengkap. Untuk tahun anggaran 2026, rujukan utamanya adalah juknis BOSP dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 yang mencabut juknis tahun sebelumnya. Artikel ini membahas beda buku teks dan buku bacaan, langkah belanja yang aman, serta kesalahan yang sering membuat SPJ dikembalikan.
Sebelum menyusun rencana, Bendahara dan pustakawan perlu menyamakan istilah. Di lapangan, dua jenis buku ini sering tercampur dalam satu nota sehingga pencatatannya membingungkan.
| Aspek | Buku teks | Buku bacaan (nonteks) |
|---|---|---|
| Fungsi | Pegangan utama pembelajaran per mata pelajaran | Menumbuhkan minat baca, memperkaya wawasan |
| Pengguna | Murid dan guru di kelas | Murid, guru, pengunjung perpustakaan |
| Acuan pemilihan | Buku yang ditetapkan atau dinilai layak oleh pemerintah, sesuai kurikulum | Buku yang lolos penilaian kelayakan dan sesuai jenjang usia |
| Jumlah | Mengikuti jumlah murid per rombel | Mengikuti rencana koleksi perpustakaan |
| Tempat setelah dibeli | Dipinjamkan ke murid, dikembalikan akhir tahun | Koleksi perpustakaan atau pojok baca kelas |
Buku teks utama mengikuti kurikulum yang berlaku. Banyak buku teks Kurikulum Merdeka sudah tersedia gratis dalam versi digital melalui laman SIBI, sehingga sekolah sebaiknya menimbang dulu: apakah yang dibutuhkan versi cetak untuk semua murid, atau cukup sebagian eksemplar untuk kelas yang aksesnya terbatas.
Detail besaran dan tata cara selalu mengikuti juknis tahun berjalan dan edaran dinas setempat. Namun ada rambu yang berlaku umum dari tahun ke tahun:
Sekolah juga tidak boleh menjual buku yang dibeli dari dana BOS kepada murid atau mewajibkan orang tua membeli buku yang sama dari penerbit tertentu. Ini sering menjadi temuan saat pemeriksaan.
Mulailah dari data. Wakasek Kurikulum menyiapkan daftar mata pelajaran per fase, wali kelas menyerahkan jumlah murid per rombel, dan pustakawan mendata buku yang rusak atau hilang.
Contoh di SD Negeri Sukamaju (fiktif) dengan 6 rombel dan 180 murid: buku teks Matematika kelas 4 tersedia 22 eksemplar yang layak pakai, padahal ada 31 murid. Kebutuhannya 9 eksemplar, bukan 31. Analisis seperti ini mencegah pemborosan.
Tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi sekaligus. Urutan yang wajar:
Tulis rencana belanja buku di RKAS dengan rincian judul atau kelompok buku, jumlah eksemplar, harga satuan, dan sumber harga. Rincian yang jelas memudahkan Kepala Sekolah dan komite memahami mengapa buku itu dibeli.
Pesan sesuai RKAS. Saat buku datang, periksa bersama pustakawan: judul, edisi, jumlah, kondisi fisik. Buat berita acara serah terima yang ditandatangani penerima. Jika ada buku cacat, catat dan minta penggantian sebelum pembayaran dianggap selesai.
Setiap eksemplar diberi nomor induk, stempel perpustakaan, dan label. Tanpa langkah ini, buku sulit dilacak dan sulit dibuktikan keberadaannya saat pemeriksaan.
Simpan pesanan, faktur atau nota, bukti pembayaran, bukti pajak bila ada, berita acara serah terima, dan foto buku yang sudah diberi label. Susun dalam satu map per transaksi.
| No | Jenis buku | Kelas | Jumlah | Alasan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Buku teks Matematika | 4 | 9 eks | Kekurangan dari jumlah murid |
| 2 | Buku panduan guru IPAS | 5 | 2 eks | Guru baru belum punya |
| 3 | Buku bacaan jenjang B | 1–2 | 40 judul | Program membaca 15 menit |
| 4 | Kamus Bahasa Indonesia | 4–6 | 6 eks | Koleksi referensi kurang |
Tabel seperti ini bisa dilampirkan di RKAS dan dipakai lagi saat menyusun laporan realisasi.
Tidak harus dalam jumlah tertentu yang sama setiap tahun. Belanja mengikuti kebutuhan hasil analisis dan ketentuan juknis tahun berjalan. Jika buku masih cukup dan layak, dana bisa diprioritaskan untuk komponen lain.
Boleh sepanjang sesuai jenjang usia, isinya layak untuk murid, dan mendukung program literasi. Pilih buku yang sudah melalui penilaian kelayakan bila memungkinkan.
Pengaturannya mengikuti juknis yang berlaku. Sebelum membeli, cek apakah buku itu sudah tersedia gratis dari pemerintah, karena banyak buku teks Kurikulum Merdeka bisa diunduh tanpa biaya.
Buku teks dicatat sebagai koleksi perpustakaan, lalu dipinjamkan kepada murid selama tahun pelajaran dan dikembalikan di akhir tahun agar bisa dipakai angkatan berikutnya.
Catat kondisinya, pisahkan dari koleksi aktif, dan usulkan penghapusan sesuai prosedur barang milik sekolah. Kebutuhan penggantinya dimasukkan ke analisis tahun berikutnya.
Masalah terbesar belanja buku dana BOS jarang ada pada pembeliannya. Masalahnya ada pada data yang terpisah: rencana di RKAS, kuitansi di map Bendahara, dan daftar buku di buku induk perpustakaan. Saat pemeriksaan, tiga dokumen itu harus dicocokkan manual.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul keuangan mencakup RKAS dan SPJ, sedangkan modul perpustakaan mencatat koleksi dan peminjaman buku, sehingga buku yang dibeli bisa ditelusuri sampai ke rak dan ke murid yang meminjamnya. Sebelum membeli versi cetak, guru dan murid juga bisa memakai Pustaka yang berisi buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.