WAWASAN ASIS

ATP Alur Tujuan Pembelajaran: Hubungannya dengan CP dan TP

Penjelasan ATP alur tujuan pembelajaran: kaitannya dengan CP dan TP, cara menurunkan dari CP, contoh urutan satu fase, dan kesalahan umum guru.

Tim Wawasan ASIS 18 Jul 2026 Kurikulum & Pembelajaran

ATP alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran (TP) yang disusun berurutan untuk mencapai capaian pembelajaran (CP) dalam satu fase. Hubungannya sederhana: CP adalah tujuan besar yang ditetapkan pemerintah, TP adalah pecahan kecil dari CP yang dirumuskan guru, dan ATP adalah urutan logis TP tersebut dari awal hingga akhir fase. Bila CP diibaratkan kota tujuan, TP adalah kota-kota yang dilewati, dan ATP adalah rute perjalanannya. Artikel ini menjelaskan ketiganya dengan contoh, lalu membahas kesalahan yang sering terjadi.

Memahami CP terlebih dahulu

Capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dicapai murid pada akhir setiap fase. CP ditetapkan pemerintah melalui keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Pembaruan CP untuk PAUD, pendidikan dasar, dan menengah ditetapkan dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Guru sebaiknya selalu memakai dokumen CP terbaru.

CP disusun per fase, bukan per tahun. Pembagian fase secara umum:

Fase Jenjang dan kelas
Fondasi PAUD
A SD/MI kelas 1–2
B SD/MI kelas 3–4
C SD/MI kelas 5–6
D SMP/MTs kelas 7–9
E SMA/MA/SMK kelas 10
F SMA/MA/SMK kelas 11–12

Karena CP berlaku untuk dua sampai tiga tahun, guru perlu memecahnya agar bisa diajarkan per semester dan per pertemuan. Di sinilah TP dan ATP berperan.

Apa itu TP

Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian yang lebih spesifik, yang harus dicapai murid dalam satu atau beberapa kegiatan pembelajaran. TP yang baik memuat dua unsur utama:

  • Kompetensi, yaitu kemampuan yang ditunjukkan murid, biasanya berupa kata kerja yang bisa diamati, seperti menjelaskan, membandingkan, menghitung, atau menyusun.
  • Konten, yaitu materi atau konsep yang dipelajari.

Contoh TP untuk IPAS fase B: "Murid dapat menjelaskan bagian tubuh tumbuhan beserta fungsinya." Kompetensinya menjelaskan, kontennya bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.

Apa itu ATP

ATP alur tujuan pembelajaran adalah susunan TP yang diurutkan secara sistematis dan logis sepanjang fase. Urutan ini menunjukkan TP mana yang diajarkan lebih dulu dan mana yang menyusul. Pertimbangan urutannya antara lain:

  • dari konsep sederhana ke kompleks,
  • dari konkret ke abstrak,
  • prasyarat: konsep yang dibutuhkan untuk memahami konsep berikutnya diajarkan lebih dulu,
  • kalender sekolah dan konteks lokal, misalnya musim atau peristiwa tertentu.

Guru boleh menyusun ATP sendiri, memakai contoh yang disediakan pemerintah, atau memodifikasinya sesuai kebutuhan murid dan sekolah.

Hubungan CP, TP, dan ATP dalam satu gambar

Unsur Siapa yang menetapkan Cakupan waktu Pertanyaan yang dijawab
CP Pemerintah Satu fase (1–3 tahun) Apa yang harus dikuasai di akhir fase?
TP Guru atau satuan pendidikan Satu atau beberapa pertemuan Langkah kecil apa yang harus dicapai?
ATP Guru atau satuan pendidikan Satu fase, dibagi per tahun dan semester Dalam urutan apa langkah itu ditempuh?

Setelah ATP tersusun, guru menurunkannya menjadi program tahunan, program semester, dan modul ajar atau rencana pembelajaran.

Cara menurunkan ATP dari CP

1. Baca CP per elemen

CP setiap mapel dibagi dalam elemen. Misalnya, elemen Bahasa Indonesia berkisar pada keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis; cocokkan nama elemen persisnya dengan dokumen CP terbaru. Baca satu elemen dalam satu waktu.

2. Tandai kompetensi dan konten

Garis bawahi kata kerja (kompetensi) dan materi (konten) dalam kalimat CP. Satu kalimat CP sering memuat beberapa kompetensi sekaligus.

3. Rumuskan TP

Pecah setiap kompetensi dan konten menjadi TP yang bisa dicapai dalam satu atau beberapa pertemuan. Hindari TP yang terlalu besar, seperti "memahami ekosistem", yang sulit diukur.

4. Urutkan menjadi ATP

Susun TP berdasarkan prasyarat dan tingkat kesulitan. Beri kode, misalnya 4.1, 4.2, dan seterusnya, agar mudah dirujuk.

5. Bagi per tahun dan semester

Untuk fase yang mencakup dua tahun atau lebih, bagi TP ke setiap kelas dan semester. Perkirakan alokasi JP untuk tiap TP.

Contoh ATP sederhana

Contoh berikut menggambarkan sebagian ATP Matematika fase B elemen bilangan. Rumusan bersifat ilustrasi; sesuaikan dengan CP terbaru dan kondisi murid.

Kode Tujuan pembelajaran Kelas Perkiraan JP
3.1 Murid dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000 3 8
3.2 Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000 3 6
3.3 Murid dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bersusun 3 12
4.1 Murid dapat mengenal pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dengan benda konkret 4 8
4.2 Murid dapat membandingkan pecahan berpenyebut sama 4 6
4.3 Murid dapat menjelaskan pecahan senilai dengan gambar 4 8

Perhatikan urutannya: bilangan cacah sebelum pecahan, benda konkret sebelum gambar, membandingkan sebelum senilai.

Kesalahan umum guru saat menyusun ATP

Menyalin CP menjadi TP tanpa dipecah. TP jadi terlalu luas dan sulit diajarkan dalam satu pertemuan.

Urutan mengikuti daftar isi buku saja. Buku membantu, tetapi urutan sebaiknya mempertimbangkan kemampuan awal murid.

TP tanpa kata kerja terukur. Kata seperti "memahami" atau "mengetahui" sulit diamati. Pilih kata kerja yang bisa dibuktikan.

ATP tidak pernah direvisi. ATP adalah dokumen hidup. Bila hasil asesmen menunjukkan murid belum siap, urutan dan alokasi waktu boleh diubah.

Menyusun sendiri tanpa diskusi. Untuk fase yang diajar beberapa guru, ATP sebaiknya disepakati bersama agar tidak ada TP yang terlewat atau berulang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah guru wajib menyusun ATP sendiri?

Tidak harus dari nol. Guru boleh memakai contoh ATP dari pemerintah atau sumber lain, lalu menyesuaikannya dengan kondisi murid dan sekolah.

Apa beda ATP dengan program tahunan?

ATP menunjukkan urutan TP dalam satu fase, sedangkan program tahunan membagi TP tersebut ke dalam kalender satu tahun ajaran beserta alokasi waktunya.

Apakah ATP harus diperbarui bila CP berubah?

Ya. Bila CP diperbarui, periksa kembali TP dan urutannya agar tetap selaras dengan CP terbaru.

Berapa jumlah TP ideal dalam satu fase?

Tidak ada angka baku. Yang penting setiap TP cukup spesifik untuk diajarkan dan dinilai, serta seluruh elemen CP tercakup.

Apakah ATP harus berbentuk tabel?

Tidak ada format wajib. Tabel paling sering dipakai karena mudah dibaca, tetapi diagram alur juga boleh.

ASIS: Perangkat Ajar yang Tersimpan Rapi dan Mudah Dibagikan

Menyusun ATP alur tujuan pembelajaran sering terasa berat karena dokumen tersebar: CP di satu berkas, TP di berkas lain, program tahunan di laptop guru, dan semuanya harus disalin ulang setiap awal tahun. Saat guru berganti, dokumen pun ikut hilang.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS membantu guru menyimpan dan menyusun perangkat ajar di satu tempat, sehingga bisa dipakai ulang dan dibagikan kepada rekan satu fase. Rujukan materi tersedia di Pustaka ASIS yang berisi buku pelajaran pemerintah, dan aktivitas pembelajaran bisa diperkaya dengan lab interaktif di Studio ASIS. Penyusunan TP dan ATP tetap menjadi keputusan profesional guru.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.