Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Penjelasan ATP alur tujuan pembelajaran: kaitannya dengan CP dan TP, cara menurunkan dari CP, contoh urutan satu fase, dan kesalahan umum guru.
ATP alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran (TP) yang disusun berurutan untuk mencapai capaian pembelajaran (CP) dalam satu fase. Hubungannya sederhana: CP adalah tujuan besar yang ditetapkan pemerintah, TP adalah pecahan kecil dari CP yang dirumuskan guru, dan ATP adalah urutan logis TP tersebut dari awal hingga akhir fase. Bila CP diibaratkan kota tujuan, TP adalah kota-kota yang dilewati, dan ATP adalah rute perjalanannya. Artikel ini menjelaskan ketiganya dengan contoh, lalu membahas kesalahan yang sering terjadi.
Capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dicapai murid pada akhir setiap fase. CP ditetapkan pemerintah melalui keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Pembaruan CP untuk PAUD, pendidikan dasar, dan menengah ditetapkan dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Guru sebaiknya selalu memakai dokumen CP terbaru.
CP disusun per fase, bukan per tahun. Pembagian fase secara umum:
| Fase | Jenjang dan kelas |
|---|---|
| Fondasi | PAUD |
| A | SD/MI kelas 1–2 |
| B | SD/MI kelas 3–4 |
| C | SD/MI kelas 5–6 |
| D | SMP/MTs kelas 7–9 |
| E | SMA/MA/SMK kelas 10 |
| F | SMA/MA/SMK kelas 11–12 |
Karena CP berlaku untuk dua sampai tiga tahun, guru perlu memecahnya agar bisa diajarkan per semester dan per pertemuan. Di sinilah TP dan ATP berperan.
Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian yang lebih spesifik, yang harus dicapai murid dalam satu atau beberapa kegiatan pembelajaran. TP yang baik memuat dua unsur utama:
Contoh TP untuk IPAS fase B: "Murid dapat menjelaskan bagian tubuh tumbuhan beserta fungsinya." Kompetensinya menjelaskan, kontennya bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.
ATP alur tujuan pembelajaran adalah susunan TP yang diurutkan secara sistematis dan logis sepanjang fase. Urutan ini menunjukkan TP mana yang diajarkan lebih dulu dan mana yang menyusul. Pertimbangan urutannya antara lain:
Guru boleh menyusun ATP sendiri, memakai contoh yang disediakan pemerintah, atau memodifikasinya sesuai kebutuhan murid dan sekolah.
| Unsur | Siapa yang menetapkan | Cakupan waktu | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|---|---|
| CP | Pemerintah | Satu fase (1–3 tahun) | Apa yang harus dikuasai di akhir fase? |
| TP | Guru atau satuan pendidikan | Satu atau beberapa pertemuan | Langkah kecil apa yang harus dicapai? |
| ATP | Guru atau satuan pendidikan | Satu fase, dibagi per tahun dan semester | Dalam urutan apa langkah itu ditempuh? |
Setelah ATP tersusun, guru menurunkannya menjadi program tahunan, program semester, dan modul ajar atau rencana pembelajaran.
CP setiap mapel dibagi dalam elemen. Misalnya, elemen Bahasa Indonesia berkisar pada keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis; cocokkan nama elemen persisnya dengan dokumen CP terbaru. Baca satu elemen dalam satu waktu.
Garis bawahi kata kerja (kompetensi) dan materi (konten) dalam kalimat CP. Satu kalimat CP sering memuat beberapa kompetensi sekaligus.
Pecah setiap kompetensi dan konten menjadi TP yang bisa dicapai dalam satu atau beberapa pertemuan. Hindari TP yang terlalu besar, seperti "memahami ekosistem", yang sulit diukur.
Susun TP berdasarkan prasyarat dan tingkat kesulitan. Beri kode, misalnya 4.1, 4.2, dan seterusnya, agar mudah dirujuk.
Untuk fase yang mencakup dua tahun atau lebih, bagi TP ke setiap kelas dan semester. Perkirakan alokasi JP untuk tiap TP.
Contoh berikut menggambarkan sebagian ATP Matematika fase B elemen bilangan. Rumusan bersifat ilustrasi; sesuaikan dengan CP terbaru dan kondisi murid.
| Kode | Tujuan pembelajaran | Kelas | Perkiraan JP |
|---|---|---|---|
| 3.1 | Murid dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000 | 3 | 8 |
| 3.2 | Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000 | 3 | 6 |
| 3.3 | Murid dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bersusun | 3 | 12 |
| 4.1 | Murid dapat mengenal pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dengan benda konkret | 4 | 8 |
| 4.2 | Murid dapat membandingkan pecahan berpenyebut sama | 4 | 6 |
| 4.3 | Murid dapat menjelaskan pecahan senilai dengan gambar | 4 | 8 |
Perhatikan urutannya: bilangan cacah sebelum pecahan, benda konkret sebelum gambar, membandingkan sebelum senilai.
Menyalin CP menjadi TP tanpa dipecah. TP jadi terlalu luas dan sulit diajarkan dalam satu pertemuan.
Urutan mengikuti daftar isi buku saja. Buku membantu, tetapi urutan sebaiknya mempertimbangkan kemampuan awal murid.
TP tanpa kata kerja terukur. Kata seperti "memahami" atau "mengetahui" sulit diamati. Pilih kata kerja yang bisa dibuktikan.
ATP tidak pernah direvisi. ATP adalah dokumen hidup. Bila hasil asesmen menunjukkan murid belum siap, urutan dan alokasi waktu boleh diubah.
Menyusun sendiri tanpa diskusi. Untuk fase yang diajar beberapa guru, ATP sebaiknya disepakati bersama agar tidak ada TP yang terlewat atau berulang.
Tidak harus dari nol. Guru boleh memakai contoh ATP dari pemerintah atau sumber lain, lalu menyesuaikannya dengan kondisi murid dan sekolah.
ATP menunjukkan urutan TP dalam satu fase, sedangkan program tahunan membagi TP tersebut ke dalam kalender satu tahun ajaran beserta alokasi waktunya.
Ya. Bila CP diperbarui, periksa kembali TP dan urutannya agar tetap selaras dengan CP terbaru.
Tidak ada angka baku. Yang penting setiap TP cukup spesifik untuk diajarkan dan dinilai, serta seluruh elemen CP tercakup.
Tidak ada format wajib. Tabel paling sering dipakai karena mudah dibaca, tetapi diagram alur juga boleh.
Menyusun ATP alur tujuan pembelajaran sering terasa berat karena dokumen tersebar: CP di satu berkas, TP di berkas lain, program tahunan di laptop guru, dan semuanya harus disalin ulang setiap awal tahun. Saat guru berganti, dokumen pun ikut hilang.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS membantu guru menyimpan dan menyusun perangkat ajar di satu tempat, sehingga bisa dipakai ulang dan dibagikan kepada rekan satu fase. Rujukan materi tersedia di Pustaka ASIS yang berisi buku pelajaran pemerintah, dan aktivitas pembelajaran bisa diperkaya dengan lab interaktif di Studio ASIS. Penyusunan TP dan ATP tetap menjadi keputusan profesional guru.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.