Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
ASIS untuk yayasan dengan banyak unit TK, SD, SMP, SMA, atau pesantren: Ruang Yayasan, laporan keuangan, penggajian, dan biaya per lembaga.
ASIS untuk yayasan dirancang bagi lembaga yang menaungi lebih dari satu unit, misalnya TK, SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks, atau beberapa sekolah di kota berbeda. Setiap unit tetap mengelola urusannya sendiri, sementara pengurus yayasan memantau semuanya lewat Ruang Yayasan multi-sekolah: jumlah murid, keuangan, kehadiran pegawai, dan capaian target. Halaman ini menjelaskan cara kerja ASIS di yayasan, pembagian kewenangan antara yayasan dan unit, serta langkah penerapannya.
Pengurus yayasan biasanya menerima laporan dalam bentuk yang berbeda dari setiap unit. SD mengirim rekap SPP dalam Excel, SMP mengirim PDF, TK mengirim foto buku kas. Untuk rapat pengurus bulanan, bagian keuangan yayasan harus menyatukan semuanya secara manual.
Gejala lain yang sering muncul:
Aplikasi yang baik untuk yayasan tidak membuat yayasan mengambil alih pekerjaan unit. Pembagian yang sehat kira-kira seperti ini:
| Urusan | Unit sekolah | Yayasan |
|---|---|---|
| Presensi, nilai, rapor | Mengelola penuh | Melihat ringkasan |
| Tagihan dan kas unit | Mencatat dan memverifikasi | Memantau dan menerima laporan |
| Penggajian | Mengusulkan data kehadiran | Menetapkan kebijakan dan menyetujui |
| Penerimaan murid baru | Melaksanakan | Menetapkan kuota dan biaya |
| Target tahunan | Menjalankan | Menetapkan dan memantau |
ASIS mendukung pola ini lewat 45 peran pengguna. Pengurus yayasan mendapat peran yang melihat ringkasan lintas unit, sedangkan kepala unit dan Bendahara unit bekerja di unit masing-masing.
Ruang Yayasan memberi pengurus pandangan atas seluruh unit di bawahnya. Pengurus tidak perlu meminta rekap ke setiap kepala sekolah untuk mengetahui kondisi dasar. Pembahasan kebutuhan serupa ada di artikel "Aplikasi Sekolah Banyak Unit Yayasan: Panduan Memilih".
Yayasan bisa menetapkan target per unit dan per peran melalui Dashboard Goal, misalnya target jumlah pendaftar, tingkat kehadiran, atau kelancaran pembayaran. Kepala unit melihat target yang sama, sehingga evaluasi lebih objektif.
Setiap unit mengelola tagihan, tabungan, kas, RKAS, dan SPJ di ASIS. Orang tua transfer langsung ke rekening sekolah lalu mengunggah bukti bayar, dan Bendahara unit memverifikasi. Karena formatnya seragam, laporan untuk yayasan tidak lagi berbeda bentuk. Lihat juga artikel "Laporan Keuangan Sekolah untuk Yayasan".
Presensi pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah menjadi dasar penggajian. Yayasan dapat menerapkan struktur gaji yang konsisten, sementara slip gaji tetap dibuat per unit. Surat dan SK pengangkatan juga bisa dikelola di ASIS.
Setiap unit bisa memiliki situs sekolah dengan subdomain gratis. Yayasan yang ingin domain sendiri dan tampilan seragam bisa memilih paket berbayar per lembaga.
Bayangkan sebuah yayasan pendidikan Islam di Bekasi dengan TK, SD, SMP, dan pesantren.
ASIS menghitung paket per tahun per lembaga, bukan per murid. Paket dasar Rp0 sudah mencakup semua aplikasi dan subdomain. Bila unit membutuhkan domain sendiri, pembuat situs, hosting RDM madrasah, atau jasa desain, tersedia ASIS Plus, Pro, dan Max. Untuk yayasan yang juga memiliki perguruan tinggi, ASIS Kampus tersedia mulai paket Max dengan koneksi Neo Feeder PDDikti, dan paket lengkap di ASIS Ultra.
Sebagai ilustrasi, aplikasi yang dihitung per murid dengan tarif Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan akan terasa sangat berat bagi yayasan dengan 1.500 murid di empat unit. Model per lembaga membuat anggaran lebih mudah direncanakan.
Yayasan mengambil alih pekerjaan unit. Bendahara yayasan ikut memverifikasi setiap bukti bayar di semua unit. Hasilnya lambat dan kepala unit merasa tidak dipercaya. Cukup pantau ringkasan dan lakukan pemeriksaan berkala.
Setiap unit memakai aplikasi berbeda. SD memakai satu aplikasi, SMP memakai aplikasi lain. Laporan tidak pernah seragam dan biaya berlangganan berlipat.
Tidak ada kebijakan tertulis. Aturan gaji, potongan, dan keringanan biaya hanya ada di ingatan pengurus. Saat diterapkan di aplikasi, setiap unit menafsirkannya berbeda. Tuliskan dulu kebijakannya, misalnya dalam peraturan kepegawaian yayasan.
Semua unit dipindahkan sekaligus. Tim kecil yayasan kewalahan mendampingi. Mulailah dari unit percontohan.
Data murid antarunit tidak tersambung. Lulusan TK yayasan harus mendaftar ulang dari nol saat masuk SD yayasan. Dengan data yang dicatat sekali, perpindahan antarunit lebih mulus.
Pembahasan tata kelola yang lebih luas ada di artikel "Aplikasi Yayasan Pendidikan: Pantau Banyak Sekolah Sekaligus".
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk unit di bawah yayasan. Paket berbayar per lembaga bersifat pilihan untuk layanan tambahan.
Tergantung peran yang diberikan. Umumnya yayasan cukup melihat ringkasan, sedangkan data rinci dikelola unit.
Unit bisa pindah bertahap. Data awal diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, lalu modul diaktifkan sesuai kesiapan.
Bisa. Pengurus memakai ASIS, sedangkan wali santri memakai Basmalah yang gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.
Bisa, melalui Dashboard Goal. Target per peran membantu kepala unit dan yayasan memantau capaian yang sama.
Akar masalah yayasan dengan banyak unit adalah laporan yang berbeda bentuk dan selalu terlambat. Pengurus mengambil keputusan dengan data bulan lalu, sementara kepala unit menghabiskan waktu menyusun rekap.
ASIS untuk yayasan menyatukan semua unit dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Unit mengelola presensi, keuangan, dan rapor; yayasan memantau lewat Ruang Yayasan dan Dashboard Goal. Biaya dihitung per lembaga, bukan per murid, dan data sekolah tidak dijual serta tanpa iklan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.