WAWASAN ASIS

ASIS untuk SLB dan Sekolah Inklusi: Layanan Lebih Tertata

ASIS untuk SLB dan sekolah inklusi: profil murid utuh, PPI, catatan perkembangan, layanan BK dan mitra profesional, serta kabar rutin ke orang tua.

Tim Wawasan ASIS 02 Sep 2026 Pendidikan Inklusi

ASIS untuk SLB membantu sekolah luar biasa dan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif mengelola layanan yang sangat personal: setiap murid punya kebutuhan, hambatan, dan target yang berbeda. Dengan profil murid yang utuh, modul PPI dan inklusi, catatan perkembangan, serta layanan BK dan mitra profesional, guru dan orang tua melihat perjalanan anak yang sama. Halaman ini menjelaskan bagaimana ASIS dipakai di SLB dan sekolah inklusi, contoh penerapannya, dan langkah memulai.

Ciri khas administrasi di SLB dan sekolah inklusi

Administrasi di SLB jauh lebih rinci dibanding sekolah umum. Satu rombel bisa berisi tiga sampai delapan murid dengan hambatan berbeda. Guru menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI), mencatat hasil asesmen, berkoordinasi dengan terapis atau psikolog, dan melaporkan perkembangan kepada orang tua secara rutin.

Di sekolah inklusi, tantangannya lain lagi. Guru kelas mengajar 28 murid, dua atau tiga di antaranya berkebutuhan khusus. Guru pendamping khusus (GPK) dan shadow teacher membantu, tetapi catatannya sering terpisah dari catatan wali kelas.

Akibatnya:

  • hasil asesmen awal tersimpan di map yang hanya dipegang satu guru,
  • PPI ditulis ulang setiap semester tanpa melihat capaian sebelumnya,
  • orang tua menerima laporan yang terlalu umum,
  • saat guru berganti, informasi tentang anak ikut hilang.

Yang dilakukan ASIS untuk SLB dan sekolah inklusi

Profil murid yang utuh

Setiap murid memiliki profil berisi data induk, presensi, catatan perkembangan, layanan yang pernah diterima, dan prestasi. Untuk murid berkebutuhan khusus, profil ini menjadi tempat guru baru memahami anak sebelum bertemu langsung.

PPI dan inklusi

ASIS memiliki modul PPI dan inklusi untuk mencatat program individual, target, dan capaian. Penulisan PPI yang baik dibahas di artikel "Contoh PPI Hambatan Intelektual". Isinya tetap disusun guru bersama tim, karena hanya guru dan orang tua yang benar-benar mengenal anak.

Layanan BK, psikolog, dan mitra profesional

Banyak murid SLB dan inklusi membutuhkan layanan dari luar sekolah, misalnya terapis wicara atau psikolog. ASIS mendukung layanan BK dan kerja sama dengan psikolog atau mitra profesional, dengan akses yang dibatasi sesuai peran agar catatan sensitif tidak terbuka untuk semua guru.

Perangkat ajar dan bahan belajar

Guru bisa menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS. Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah. Bahan ini bisa dimodifikasi sesuai kemampuan murid.

Kabar ke orang tua

Orang tua murid berkebutuhan khusus biasanya sangat terlibat. Notifikasi aplikasi gratis tanpa batas memungkinkan guru mengirim kabar singkat setiap hari bila perlu, dengan jam tenang agar tidak mengganggu.

Contoh penerapan

Di SLB

Sebuah SLB di Bandung dengan kekhususan tunarungu dan tunagrahita mencatat:

Murid fiktif Hambatan Target PPI Catatan bulanan
Dimas, 9 tahun Tunarungu Menambah kosakata isyarat sehari-hari Menguasai 20 isyarat baru
Laila, 12 tahun Hambatan intelektual ringan Mengenal nilai uang Bisa membayar di kantin dengan uang pas
Fajar, 15 tahun Hambatan intelektual sedang Keterampilan vokasional menyablon Menyelesaikan 5 kaus dengan pendampingan

Catatan bulanan ini terkumpul di profil masing-masing dan menjadi dasar rapor serta PPI semester berikutnya. Untuk keterampilan vokasional, lihat artikel "Keterampilan Vokasional SLB".

Di sekolah inklusi

Di sebuah SD inklusi, wali kelas, GPK, dan guru BK berbagi profil murid yang sama. Wali kelas mencatat kehadiran dan nilai, GPK mencatat perkembangan PPI, dan guru BK mencatat layanan konseling. Masing-masing hanya melihat data yang diperlukan perannya.

Hal yang tetap menjadi keputusan manusia

ASIS membantu mencatat, menyimpan, dan menyampaikan informasi. Namun asesmen, penyusunan PPI, dan keputusan layanan tetap menjadi wewenang guru, tenaga profesional, dan orang tua. ASIS tidak mendiagnosis dan tidak menilai anak secara otomatis.

Langkah memulai di SLB atau sekolah inklusi

  1. Impor data murid dari file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki sekolah.
  2. Tentukan peran: kepala sekolah, guru kelas, GPK, guru BK, dan mitra profesional bila ada.
  3. Aktifkan modul inti: presensi, profil murid, dan inklusi.
  4. Masukkan hasil asesmen awal dan PPI untuk murid yang sudah memilikinya.
  5. Sepakati frekuensi catatan: misalnya catatan perkembangan mingguan per murid.
  6. Ajak orang tua masuk dan jelaskan jenis kabar yang akan mereka terima.

Daftar cek layanan inklusif

  • Setiap murid berkebutuhan khusus memiliki hasil asesmen awal.
  • PPI disusun bersama orang tua dan ditinjau tiap semester.
  • Akses catatan sensitif dibatasi sesuai peran.
  • Ada jadwal catatan perkembangan rutin.
  • Orang tua menerima kabar yang spesifik, bukan umum.
  • Catatan tetap lengkap saat guru berganti.

Peran yang biasanya terlibat

Layanan murid berkebutuhan khusus melibatkan banyak orang. Pembagian peran di ASIS bisa disesuaikan seperti contoh berikut:

Pengguna Yang dilihat dan dicatat
Kepala sekolah Ringkasan layanan dan capaian per rombel
Guru kelas Presensi, nilai, catatan harian
Guru pendamping khusus PPI, catatan perkembangan, hasil asesmen
Guru BK Layanan konseling dan tindak lanjut
Psikolog atau mitra profesional Catatan layanan sesuai izin yang diberikan
Orang tua Kabar perkembangan anaknya sendiri

Dengan pembagian ini, catatan sensitif seperti hasil asesmen psikologis tidak terbuka untuk semua guru. Namun guru kelas tetap mendapat informasi yang ia perlukan, misalnya strategi mengajar yang disarankan GPK.

Pembagian peran juga membantu sekolah inklusi yang sering kekurangan GPK. Satu GPK yang mendampingi murid di beberapa kelas bisa melihat semua murid dampingannya dari satu akun. Pembahasan lebih luas ada di artikel "Aplikasi Sekolah Inklusi: Kriteria untuk Layanan Murid ABK" dan "Aplikasi SLB untuk Mencatat Perkembangan Murid ABK".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ASIS untuk SLB gratis?

Ya. ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusi. Paket berbayar per lembaga hanya untuk layanan tambahan.

Apakah ASIS menyusun PPI secara otomatis?

Tidak. ASIS menyediakan tempat mencatat PPI, target, dan capaian. Isinya disusun guru bersama tim dan orang tua.

Siapa yang bisa melihat catatan psikolog?

Hanya peran yang diberi akses. Pembagian 45 peran memastikan catatan sensitif tidak terbuka untuk semua guru.

Apakah cocok untuk SLB kecil?

Cocok. Biaya dihitung per lembaga, bukan per murid, dan modul bisa diaktifkan seperlunya.

Bagaimana bila murid pindah ke sekolah lain?

Profil dan catatan perkembangan membantu sekolah menyusun laporan yang bisa dibawa orang tua, sehingga informasi tentang anak tidak hilang.

ASIS: Setiap Anak Dikenali, Bukan Sekadar Didata

Akar masalah layanan di SLB dan sekolah inklusi adalah informasi tentang anak yang tersebar dan mudah hilang: asesmen di satu map, PPI di laptop guru, dan catatan terapis di tangan orang tua. Saat guru berganti, anak seolah harus dikenali dari awal lagi.

ASIS untuk SLB menyatukan semuanya dalam profil murid yang utuh: PPI dan inklusi, catatan perkembangan, layanan BK, psikolog dan mitra profesional, hingga e-Rapor Kurikulum Merdeka. Akses dibagi sesuai peran, dan kabar ke orang tua dikirim lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas dengan jam tenang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.