Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Mengapa ASIS gratis untuk sekolah? Penjelasan model paket per lembaga, tanpa iklan, data tidak dijual, dan apa yang perlu dicek kepala sekolah.
ASIS gratis untuk semua sekolah: paket dasar Rp0 berisi semua aplikasi, modul pengelolaan sekolah, dan subdomain situs. Wajar bila Kepala Sekolah curiga, karena pengalaman banyak orang dengan layanan "gratis" adalah iklan yang mengganggu atau data yang diperdagangkan. Artikel ini menjawab pertanyaan itu secara terbuka: bagaimana model ASIS bekerja, apa yang tidak dilakukan ASIS, apa batasannya, dan apa saja yang sebaiknya Bapak/Ibu periksa sebelum mempercayakan data sekolah ke platform mana pun.
Ada pepatah populer di dunia teknologi: bila layanan itu gratis, mungkin penggunanya yang menjadi produk. Kecurigaan ini sehat, terutama karena sekolah menyimpan data anak. Sebelum memakai aplikasi gratis apa pun, termasuk ASIS, Kepala Sekolah berhak menanyakan tiga hal:
ASIS memakai model paket per tahun per lembaga. Paket dasar Rp0 berisi semua aplikasi. Lembaga yang membutuhkan layanan tambahan dapat memilih paket berbayar:
| Paket | Harga per tahun per lembaga | Layanan tambahan |
|---|---|---|
| ASIS Plus | Rp300 ribu | Domain sendiri + SEO |
| ASIS Pro | Rp500 ribu | Pembuat situs, hosting RDM madrasah, dukungan prioritas |
| ASIS Max | Rp1 juta | Jasa desain; untuk kampus koneksi Neo Feeder PDDikti |
| ASIS Ultra | Hubungi tim | ASIS Kampus lengkap |
Dengan kata lain, layanan berbayar menyasar kebutuhan yang memang memerlukan tenaga atau sumber daya tambahan, seperti desain, domain, hosting, dukungan prioritas, dan sistem perguruan tinggi. Pengelolaan sekolah sehari-hari tidak dikunci.
Karena dibangun sebagai satu platform yang dipakai bersama oleh ratusan sekolah, pengembangan satu fitur bisa langsung dinikmati semua pengguna. Inilah makna tagline ASIS: "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Masukan dari satu sekolah di forum ASIS bisa menjadi perbaikan untuk semua.
| Praktik yang sering dikhawatirkan | Sikap ASIS |
|---|---|
| Menampilkan iklan ke murid, guru, atau orang tua | Tidak ada iklan |
| Menjual data sekolah atau data murid | Data tidak dijual |
| Memotong biaya dari setiap pembayaran orang tua | Tidak ada potongan transaksi; orang tua transfer langsung ke rekening sekolah |
| Mengenakan biaya per notifikasi | Notifikasi aplikasi gratis tanpa batas |
| Menghitung biaya per murid | Biaya per lembaga |
Poin pembayaran sering ditanyakan. Di ASIS, orang tua mentransfer langsung ke rekening sekolah lalu mengunggah bukti bayar, dan Bendahara memverifikasi. Uang tidak melewati ASIS, sehingga tidak ada potongan.
Gratis bukan berarti tanpa batas atau tanpa usaha. Beberapa hal yang perlu diketahui:
Sebuah SD swasta fiktif dengan 120 murid di Kabupaten Bogor dulu menunda digitalisasi karena biaya aplikasi per murid. Sebagai ilustrasi, Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan berarti Rp7,2 juta–Rp21,6 juta per tahun, angka yang berat bagi yayasan kecil.
Dengan paket ASIS Rp0, sekolah ini memakai presensi pindai QR, e-Rapor, dan tagihan dengan unggah bukti bayar. Anggaran yang semula disiapkan untuk aplikasi dialihkan ke pelatihan guru dan buku bacaan. Ketika yayasan ingin domain sendiri untuk promosi SPMB, mereka naik ke ASIS Plus Rp300 ribu per tahun.
Bagi sekolah yang ingin mencoba dulu sebelum memutuskan apa pun, berikut urutan yang tidak memerlukan anggaran sama sekali:
Dengan urutan ini, keputusan anggaran diambil berdasarkan pengalaman nyata di sekolah sendiri, bukan berdasarkan brosur atau janji penjual.
Pertanyaan ini berlaku untuk semua penyedia, bukan hanya ASIS:
Untuk pembahasan lebih luas tentang jebakan aplikasi gratis, baca "Aplikasi Sekolah Gratis: Apa yang Didapat dan Jebakannya" dan "Aplikasi Sekolah Gratis vs Berbayar: Mana yang Tepat?".
Paket ASIS Rp0 adalah paket dasar, bukan masa uji coba. Sekolah bisa memakainya dan memilih paket berbayar bila butuh layanan tambahan.
Biaya ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid, sehingga jumlah murid tidak mengubah paket.
Tidak. ASIS tanpa iklan dan data sekolah tidak dijual.
Tidak. Perguruan tinggi memakai ASIS Kampus di paket Max atau Ultra.
Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS.
Kecurigaan terhadap aplikasi gratis lahir dari pengalaman nyata: iklan yang tiba-tiba muncul, fitur yang dikunci setelah sekolah bergantung, atau biaya tersembunyi di setiap transaksi. Sekolah yang pernah mengalaminya wajar berhati-hati.
ASIS menjawabnya dengan keterbukaan: semua aplikasi di paket Rp0, biaya tambahan hanya untuk layanan yang jelas, tanpa iklan, data tidak dijual, notifikasi gratis tanpa batas, dan pembayaran orang tua langsung ke rekening sekolah tanpa potongan. Prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali" dijalankan untuk kepentingan sekolah, bukan pihak lain.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan buktikan sendiri di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.