WAWASAN ASIS

Aplikasi SLB untuk Mencatat Perkembangan Murid ABK

Aplikasi SLB membantu guru mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus, menyimpan asesmen dan PPI, mengabari orang tua, dan menyusun rapor deskriptif.

Tim Wawasan ASIS 22 Jul 2026 Panduan

Aplikasi SLB adalah sistem yang membantu Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusi mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus secara utuh dan berkelanjutan: hasil asesmen, target program individual, catatan kemajuan harian, kesehatan, presensi, hingga rapor deskriptif. Kebutuhan SLB berbeda dari sekolah reguler. Kemajuan murid sering berupa langkah kecil, misalnya bisa memakai sepatu sendiri atau menyebut tiga kata baru, sehingga catatan harus rinci, mudah diisi, dan tidak hilang saat murid berganti guru. Artikel ini membahas apa yang perlu dicatat, fitur yang dibutuhkan, cara memulai, dan daftar cek memilih aplikasi.

Mengapa pencatatan di SLB lebih menantang

Guru SLB biasanya mengajar rombel kecil dengan ragam hambatan yang lebar dalam satu kelas: hambatan intelektual, autisme, hambatan pendengaran, hambatan penglihatan, atau hambatan fisik. Setiap murid punya target sendiri.

Tantangan yang sering muncul:

  • Catatan kemajuan tersebar di buku tulis guru, buku penghubung, dan ingatan.
  • Hasil asesmen psikolog atau terapis disimpan orang tua, tidak sampai ke guru berikutnya.
  • Rapor deskriptif ditulis dari nol setiap semester karena catatan harian tidak terkumpul.
  • Orang tua ingin tahu kabar anak setiap hari, tetapi guru kewalahan membalas satu per satu.

Apa saja yang perlu dicatat

Jenis catatan Contoh isi Siapa yang mengisi
Identitas dan riwayat Jenis hambatan, riwayat kesehatan, alergi, obat rutin TU, guru kelas
Hasil asesmen Asesmen fungsional guru, rekomendasi psikolog atau terapis Guru, dengan dokumen dari orang tua
Program individual Target jangka panjang dan jangka pendek Guru kelas dan guru pendamping
Catatan kemajuan Capaian harian atau mingguan per target Guru kelas
Bina diri Makan, toilet, berpakaian Guru, pengasuh
Perilaku Pemicu tantrum, strategi yang berhasil Guru, BK
Kesehatan Kunjungan UKS, kejang, pemberian obat Petugas UKS
Presensi Hadir, izin terapi, sakit Guru kelas

Fitur yang sebaiknya ada di aplikasi SLB

Profil murid yang utuh

Semua catatan menempel pada satu profil murid. Saat murid naik kelas atau berganti guru, riwayatnya ikut, sehingga guru baru tidak memulai dari nol.

Catatan perkembangan yang mudah diisi

Guru SLB tidak punya waktu untuk formulir panjang. Catatan singkat per hari atau per minggu, misalnya "Sudah bisa menunggu giliran dengan satu pengingat", sudah sangat berharga bila terkumpul rapi.

Hak akses sesuai peran

Catatan perilaku dan kesehatan bersifat sensitif. Pastikan hanya guru kelas, guru pendamping, BK, Kepala Sekolah, dan orang tua murid yang bersangkutan yang dapat melihatnya.

Komunikasi dengan orang tua

Kabar harian atau mingguan dikirim lewat notifikasi aplikasi dan surel. Jam tenang menjaga agar pesan tidak terkirim di luar jam wajar.

Presensi dan UKS

Presensi yang mencatat alasan izin, misalnya jadwal terapi, membantu melihat pola. Catatan UKS penting untuk murid dengan kondisi medis tertentu.

Rapor deskriptif

Rapor murid SLB umumnya berbentuk deskripsi capaian. Bila catatan harian sudah terkumpul, guru tinggal merangkum, tidak mengarang dari ingatan.

Bahan belajar yang ramah

Aktivitas interaktif dan buku digital membantu murid belajar dengan cara yang sesuai, misalnya teks yang bisa diperbesar atau aktivitas bergambar.

Contoh alur pencatatan satu murid (fiktif)

Waktu Catatan
Minggu 1 Juli Asesmen awal: Nisa (8 tahun, autisme) bisa menyebut 15 kata benda, belum mau duduk lebih dari 3 menit
Minggu 2 Juli Target disusun: duduk 5 menit dengan jadwal visual, menyebut 25 kata benda
Agustus Catatan mingguan: duduk 4 menit pada 3 dari 5 hari; kata baru: buku, gelas, sepatu
September Duduk 5 menit tercapai; target dinaikkan menjadi 7 menit
Desember Rangkuman semester untuk rapor dan pertemuan orang tua

Dengan catatan seperti ini, pertemuan orang tua menjadi diskusi berbasis data, bukan sekadar kesan.

Langkah memulai

  1. Tentukan format catatan yang disepakati semua guru, misalnya catatan mingguan per target.
  2. Masukkan data murid. Bila sekolah sudah punya file ekspor Dapodik, impor dari situ.
  3. Atur peran dan hak akses untuk guru kelas, guru pendamping, BK, UKS, TU, dan orang tua.
  4. Mulai dari satu kelas selama satu bulan, lalu evaluasi.
  5. Ajak orang tua bergabung dan jelaskan jenis kabar yang akan mereka terima.
  6. Rangkum di akhir semester untuk rapor dan penyusunan program berikutnya.

Daftar cek memilih aplikasi SLB

Pertanyaan Jawaban yang sebaiknya
Bisakah mencatat perkembangan per murid secara rinci? Bisa, dan riwayatnya tersimpan antartahun
Apakah akses catatan sensitif dibatasi? Ya, sesuai peran
Apakah orang tua bisa menerima kabar? Ya, lewat aplikasi dan surel
Apakah biaya dihitung per murid? Sebaiknya per lembaga, karena SLB umumnya kecil tetapi butuh banyak fitur
Apakah data dijual atau dipakai untuk iklan? Tidak
Bisakah data diekspor? Bisa, kapan saja

Kesalahan umum

Catatan hanya diisi menjelang rapor. Detail kemajuan hilang dan rapor menjadi umum.

Semua guru melihat semua catatan. Melanggar privasi murid dan keluarga.

Aplikasi terlalu rumit. Guru kembali ke buku tulis. Pilih yang sederhana.

Orang tua tidak dilibatkan. Padahal latihan di rumah sangat menentukan kemajuan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi SLB berbeda dari aplikasi sekolah biasa?

Fiturnya bisa sama, tetapi SLB membutuhkan pencatatan perkembangan individual yang lebih rinci dan pengaturan privasi yang lebih ketat.

Apakah aplikasi SLB bisa dipakai sekolah inklusi?

Bisa. Sekolah inklusi juga perlu mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus di samping murid reguler.

Bagaimana bila guru belum terbiasa dengan teknologi?

Mulai dari satu fitur sederhana, misalnya catatan mingguan, dan dampingi guru selama beberapa minggu pertama.

Bolehkah orang tua melihat catatan perilaku anaknya?

Orang tua berhak tahu perkembangan anaknya. Sampaikan dengan bahasa yang membangun dan sertai strategi yang sedang dijalankan.

Apakah dokumen asesmen psikolog bisa disimpan?

Sebaiknya disimpan dengan akses terbatas, dengan persetujuan orang tua, agar guru berikutnya tetap memahami kebutuhan murid.

ASIS: Kemajuan Kecil Murid SLB Tercatat dan Sampai ke Orang Tua

Masalah utama di banyak SLB bukan kurangnya perhatian guru, melainkan catatan yang tercecer dan terputus. Kemajuan yang diamati setiap hari hilang dari ingatan, asesmen tersimpan di map orang tua, dan setiap tahun guru baru harus mengenal murid dari awal.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul inklusi dan profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan dari tahun ke tahun, dengan 45 peran pengguna sehingga catatan sensitif hanya dilihat pihak yang berwenang. Presensi, UKS, dan layanan BK tercatat di tempat yang sama, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi dan surel yang gratis tanpa batas dengan jam tenang. Untuk SLB yang melayani anak usia dini, modul PAUD membantu mencatat tumbuh kembang, dan Studio ASIS menyediakan aktivitas interaktif untuk belajar. Sebagai aplikasi SLB, ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid.

ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai catat setiap kemajuan murid di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.