WAWASAN ASIS

Aplikasi Rapor Sekolah: 9 Fitur Wajib dan Cara Memilih

Aplikasi rapor sekolah yang layak dipakai: 9 fitur wajib, pertanyaan untuk penyedia, cara uji coba sebelum memutuskan, dan daftar cek untuk semua jenjang.

Tim Wawasan ASIS 11 Sep 2026 Digitalisasi Sekolah

Aplikasi rapor sekolah adalah perangkat lunak untuk mengumpulkan nilai dari guru, mengolahnya, menyusun deskripsi, dan mencetak atau menerbitkan rapor sesuai format kurikulum yang berlaku. Pilihan aplikasinya banyak, dari yang gratis sampai berbayar, dari yang khusus rapor sampai yang menjadi bagian sistem sekolah lengkap. Agar tidak salah pilih, sekolah perlu tahu fitur mana yang wajib dan mana yang sekadar pemanis.

Artikel ini merangkum sembilan fitur wajib aplikasi rapor sekolah, pertanyaan yang perlu diajukan ke penyedia, cara menguji sebelum memutuskan, dan daftar cek akhir. Bila ingin memahami alur datanya terlebih dahulu, baca "Sistem Rapor Sekolah: Alur Data dari Nilai sampai Cetak".

Sembilan fitur wajib

1. Impor data murid

Nama, NISN, dan rombel sebaiknya bisa diimpor dari file yang sudah dimiliki sekolah, misalnya file ekspor Dapodik atau EMIS. Mengetik ulang ratusan nama hampir pasti menimbulkan salah ketik.

2. Pengaturan mapel dan guru pengampu

Wakasek Kurikulum atau operator mengatur mapel per rombel dan guru pengampunya sekali di awal semester. Guru lalu hanya melihat kelas dan mapel yang ia ajar.

3. Input nilai per tujuan pembelajaran

Kurikulum Merdeka menekankan capaian per tujuan pembelajaran. Aplikasi perlu menampung nilai sumatif per TP dan, bila sekolah mau, catatan formatif.

4. Bantuan menyusun deskripsi

Deskripsi capaian sebaiknya bisa disusun dari TP dengan capaian tertinggi dan terendah, lalu disunting guru. Deskripsi yang sepenuhnya otomatis tanpa suntingan berisiko seragam.

5. Presensi dan ekstrakurikuler terhubung

Rekap kehadiran idealnya diambil dari presensi harian, dan nilai ekstrakurikuler diisi langsung oleh pembina.

6. Pemantauan kelengkapan

Wali kelas melihat mapel mana yang sudah dan belum lengkap tanpa menagih satu per satu.

7. Pratinjau, pengesahan, dan penguncian

Ada tahap draf, pratinjau per murid, lalu pengesahan oleh Kepala Sekolah. Setelah disahkan, nilai terkunci agar tidak berubah tanpa jejak.

8. Cetak dan arsip

Rapor bisa dicetak sesuai format yang berlaku, termasuk leger, dan tersimpan untuk dicari kembali di tahun-tahun berikutnya.

9. Hak akses per peran

Guru mapel, wali kelas, Wakasek, Kepala Sekolah, dan orang tua melihat bagian yang berbeda. Ini menjaga kerahasiaan sekaligus mencegah salah ubah.

Kebutuhan khusus per jenjang

SD membutuhkan tampilan per murid lintas mapel karena guru kelas mengisi hampir semuanya. SMP dan SMA membutuhkan pemantauan kelengkapan dari banyak guru mapel. SMK perlu ruang untuk nilai praktik dan PKL. Madrasah perlu mapel keagamaan dan format yang sesuai ketentuan Kemenag. Pastikan aplikasi yang dipilih mendukung jenjang Bapak/Ibu, bukan hanya jenjang yang dipakai di demo.

Fitur tambahan yang berguna

  • Akses dari ponsel untuk guru yang jarang membuka laptop.
  • Kabar ke orang tua saat rapor terbit, tanpa biaya per pesan.
  • Catatan perkembangan murid sepanjang semester sebagai bahan catatan wali kelas.
  • Bank soal dan CBT yang nilainya bisa dipakai sebagai bahan rapor.

Pertanyaan untuk penyedia

Pertanyaan Mengapa penting
Format rapor jenjang apa saja yang didukung? SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah punya kebutuhan berbeda
Bagaimana jika ketentuan rapor berubah? Kurikulum berubah dari waktu ke waktu; aplikasi harus diperbarui
Apakah data murid bisa diimpor? Menghemat waktu dan mengurangi salah ketik
Bagaimana biaya dihitung? Biaya per murid membengkak saat sekolah tumbuh
Apakah data bisa diekspor bila berhenti? Data tetap milik sekolah
Apakah ada iklan atau penjualan data? Menyangkut privasi murid
Bagaimana dukungan saat musim rapor? Masalah biasanya muncul menjelang tenggat

Cara menguji sebelum memutuskan

Jangan memutuskan dari demo. Lakukan uji coba kecil:

  1. Pilih satu rombel dan tiga mapel.
  2. Impor data murid rombel itu.
  3. Minta tiga guru mengisi nilai dari perangkat masing-masing, termasuk ponsel.
  4. Wali kelas menyusun catatan dan memeriksa pratinjau.
  5. Cetak dua rapor dan bandingkan dengan format yang berlaku.
  6. Catat waktu yang dibutuhkan dan kendala yang muncul.

Uji coba ini paling baik dilakukan di tengah semester, bukan di minggu rapor.

Perbandingan kategori aplikasi

Kategori Kelebihan Hal yang perlu diwaspadai
Aplikasi rapor resmi pemerintah Sesuai format resmi Data harian seperti presensi biasanya tetap dikerjakan terpisah
Lembar kerja buatan sendiri Gratis dan fleksibel Rawan rumus rusak, sulit dipakai bersama
Aplikasi khusus rapor berbayar Fokus pada rapor Biaya sering per murid, data lain tetap terpisah
Bagian dari sistem sekolah Data dari presensi dan profil murid ikut terpakai Perlu kesiapan memakai modul lain

Menghitung biaya dengan jujur

Biaya aplikasi bukan hanya harga langganan. Hitung juga waktu guru untuk belajar, biaya cetak, dan biaya bila harus pindah aplikasi di tengah jalan. Sebagai ilustrasi, aplikasi yang dihitung Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan untuk SD dengan 300 murid berarti Rp18 juta–Rp54 juta per tahun. Bandingkan dengan aplikasi yang dihitung per lembaga, lalu tanyakan apa saja yang termasuk di dalam paket dan apa yang dikenakan biaya tambahan.

  • Memilih karena tampilan, bukan alur kerja guru.
  • Tidak melibatkan guru dan wali kelas dalam uji coba.
  • Mengabaikan biaya tahun kedua dan seterusnya.
  • Memulai di minggu terakhir semester.

Daftar cek aplikasi rapor sekolah

Pertanyaan Ya/Tidak
Data murid bisa diimpor?
Nilai per tujuan pembelajaran?
Deskripsi bisa disusun dan disunting?
Presensi terhubung ke rapor?
Ada pemantauan kelengkapan untuk wali kelas?
Ada pengesahan dan penguncian?
Cetak sesuai format dan tersimpan sebagai arsip?
Hak akses per peran?
Biaya per lembaga, bukan per murid?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi rapor sekolah harus sama dengan aplikasi pemerintah?

Tidak harus, selama format rapor yang dihasilkan sesuai ketentuan yang berlaku. Ikuti juga kebijakan dinas atau Kemenag setempat.

Bisakah satu aplikasi dipakai untuk SD sampai SMA dalam satu yayasan?

Bisa bila aplikasi mendukung format tiap jenjang dan pengelolaan banyak unit.

Berapa lama guru beradaptasi?

Bila nilai diisi sejak awal semester, guru biasanya terbiasa dalam beberapa minggu.

Apakah orang tua bisa melihat rapor di aplikasi?

Bergantung aplikasi dan kebijakan sekolah. Banyak aplikasi memungkinkan orang tua melihat rapor setelah disahkan.

Bagaimana jika ketentuan rapor berubah?

Tanyakan komitmen pembaruan penyedia. Aplikasi yang aktif dikembangkan akan menyesuaikan format.

ASIS: Aplikasi Rapor yang Mengambil Data dari Kegiatan Harian

Akar masalah rapor adalah data yang dikumpulkan di akhir semester dari banyak tempat. Aplikasi rapor yang berdiri sendiri hanya memindahkan pekerjaan salin ulang ke layar.

ASIS menempatkan e-Rapor Kurikulum Merdeka di dalam satu sistem sekolah. Data murid diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, kehadiran diambil dari presensi harian, nilai diisi guru dari web atau ASIS Mobile, dan catatan perkembangan dari profil murid yang utuh menjadi bahan catatan wali kelas. Dengan 45 peran pengguna, guru mapel, wali kelas, dan Kepala Sekolah hanya melihat bagian yang mereka perlukan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga, bukan per murid. Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.