Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan memilih dan menerapkan aplikasi presensi guru dan pegawai: metode QR atau wajah, aturan jam, rekap bulanan, dan kesalahan yang perlu dihindari.
Aplikasi presensi guru menggantikan buku daftar hadir dan mesin sidik jari dengan pencatatan digital yang langsung terekap. Guru cukup memindai QR atau wajah saat datang dan pulang, lalu rekap harian, mingguan, dan bulanan tersusun sendiri. TU tidak perlu lagi menghitung tanda tangan di akhir bulan.
Namun aplikasi hanya separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah aturan main yang jelas: jam kerja, toleransi terlambat, jenis izin, dan siapa yang memverifikasi. Panduan ini membahas keduanya, dari sudut pandang Kepala Sekolah yang harus mempertanggungjawabkan data kehadiran pegawai.
Hampir semua sekolah pernah mengalami hal yang sama. Buku hadir diisi belakangan, tanda tangan dititipkan, dan rekap akhir bulan baru dikerjakan ketika laporan diminta. Mesin sidik jari membantu, tetapi datanya sering harus diunduh lalu diolah lagi di lembar kerja.
Akibatnya:
| Metode | Kelebihan | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Buku hadir | Murah, tanpa perangkat | Mudah dititipkan, rekap manual |
| Sidik jari | Sulit dititipkan | Perangkat tunggal, antre, data perlu diolah lagi |
| Pindai QR | Cepat, murah, bisa banyak titik | QR harus dijaga agar tidak difoto dan dibagikan |
| Pengenalan wajah | Tidak perlu kartu, sulit dititipkan | Perlu pencahayaan cukup dan persetujuan pemakaian data wajah |
Untuk sebagian besar sekolah, kombinasi QR dan pengenalan wajah sudah memadai. QR praktis untuk titik masuk ramai, sedangkan pengenalan wajah mengurangi titip absen.
Data wajah termasuk data pribadi yang sensitif. Sampaikan tujuan pemakaiannya kepada pegawai secara tertulis, batasi siapa yang bisa melihat, dan pastikan penyedia aplikasi tidak memakai data itu untuk keperluan lain.
Tuliskan dalam satu lembar keputusan Kepala Sekolah: jam masuk, jam pulang, toleransi terlambat, dan perlakuan untuk guru dengan jam mengajar tidak penuh. Aplikasi akan mengikuti aturan ini, bukan sebaliknya.
Pastikan nama, status kepegawaian, dan tugas tambahan setiap guru dan tenaga kependidikan sudah benar. Kesalahan di data induk akan terbawa ke semua rekap.
Untuk sekolah satu gedung, satu atau dua titik cukup. Untuk sekolah dengan beberapa gedung atau kampus terpisah, siapkan titik di tiap lokasi agar tidak ada antrean pagi.
Bedakan izin, sakit, cuti, dinas luar, dan tugas pendampingan lomba. Masing-masing perlu alur pengajuan dan bukti, misalnya surat dokter atau surat tugas.
Tentukan siapa yang menyetujui izin: Kepala Sekolah, wakil kepala, atau kepala TU. Alur persetujuan yang jelas mencegah izin menumpuk tanpa keputusan.
Jalankan presensi digital bersamaan dengan cara lama selama dua minggu. Bandingkan hasilnya. Selisih yang muncul biasanya menunjukkan aturan yang belum jelas.
Rekap bulanan sebaiknya dibahas dalam pembinaan pegawai. Guru yang sering terlambat mungkin punya kendala jarak atau tugas ganda. Data membantu percakapan menjadi objektif.
Berikut contoh yang bisa disesuaikan, bukan ketentuan resmi:
Untuk sekolah negeri, sesuaikan dengan ketentuan jam kerja ASN dan aturan pemerintah daerah. Untuk sekolah swasta, ikuti peraturan yayasan.
Jangan hanya melihat persentase kehadiran. Perhatikan pola:
| Nama (fiktif) | Hari kerja | Hadir | Terlambat | Izin/Sakit | Dinas luar |
|---|---|---|---|---|---|
| Bu Rina | 22 | 21 | 1 | 1 | 0 |
| Pak Hendra | 22 | 18 | 6 | 2 | 2 |
| Bu Sari | 22 | 22 | 0 | 0 | 0 |
Dari tabel ini, Kepala Sekolah langsung tahu siapa yang perlu diajak bicara. Pak Hendra terlambat enam kali; mungkin ia juga membina ekstrakurikuler sore dan pulang larut. Percakapan dimulai dari data, bukan dari kesan.
Sebagian besar membutuhkan koneksi saat data dikirim. Jika sinyal di sekolah lemah, siapkan satu titik presensi di area dengan sinyal paling stabil atau jaringan Wi-Fi sekolah.
Jauh lebih sulit dibanding buku hadir atau QR yang difoto. Tetap perlu verifikasi berkala oleh pimpinan untuk memastikan perangkat berjalan baik.
Catat jadwal tugasnya di masing-masing sekolah. Presensi dicatat sesuai hari dan jam tugas di sekolah tersebut.
Bisa menjadi bahan rujukan bagi Bendahara, terutama untuk honor yang bergantung pada kehadiran. Tetap ikuti aturan yayasan atau ketentuan yang berlaku.
Pegawai melihat datanya sendiri, sedangkan Kepala Sekolah dan petugas kepegawaian melihat rekap keseluruhan.
Masalah utama presensi pegawai jarang ada di alat pencatatnya. Masalahnya ada di data yang tercecer: hadir di satu buku, izin di map lain, rekap di lembar kerja terpisah. Setiap akhir bulan, TU harus menyatukan semuanya dengan tangan.
ASIS menyatukan alur itu dalam satu tempat. Presensi murid dan pegawai bisa dilakukan lewat pindai QR atau pengenalan wajah, dan rekapnya langsung tersedia bagi Kepala Sekolah dan petugas kepegawaian. Dengan 45 peran pengguna, guru hanya melihat data kehadirannya sendiri, sementara pimpinan melihat gambaran utuh. Modul penggajian berada di platform yang sama, sehingga Bendahara tidak perlu memindahkan data dari aplikasi lain. Pengingat dikirim lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, lengkap dengan jam tenang agar tidak mengganggu di luar jam kerja.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan coba aplikasi presensi guru ASIS di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.