Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi nilai peserta didik yang selaras asesmen Kurikulum Merdeka: nilai per tujuan pembelajaran, KKTP, tindak lanjut, deskripsi capaian, dan cara memilihnya.
Aplikasi nilai peserta didik adalah aplikasi untuk mencatat, mengolah, dan melaporkan hasil asesmen peserta didik, dari asesmen formatif harian sampai sumatif akhir semester. Guru yang mencari istilah "peserta didik" biasanya sedang bekerja dengan dokumen kurikulum resmi: modul ajar, alur tujuan pembelajaran, KKTP, dan rapor. Karena itu, aplikasi yang tepat bukan sekadar tempat menyimpan angka, tetapi tempat yang menjaga kaitan nilai dengan tujuan pembelajaran dan tindak lanjutnya.
Artikel ini membahas apa saja yang harus bisa dicatat oleh aplikasi nilai peserta didik dalam kerangka asesmen Kurikulum Merdeka, contoh tampilan data yang sehat, dan daftar cek untuk memilih.
Dalam Kurikulum Merdeka, nilai berfungsi untuk dua hal: memberi umpan balik selama belajar (formatif) dan menyimpulkan capaian (sumatif). Rapor pun memuat deskripsi capaian, bukan hanya angka.
Masalahnya, banyak guru mencatat nilai di lembar kerja berisi kolom "UH1, UH2, UTS" seperti kebiasaan lama. Saat harus menulis deskripsi rapor, guru kesulitan menjawab: tujuan pembelajaran mana yang sudah dikuasai peserta didik ini, dan mana yang perlu didampingi? Jawabannya ada di kepala guru, tetapi tidak tercatat.
Aplikasi yang baik menutup celah itu dengan mencatat nilai per tujuan pembelajaran (TP).
Setiap nilai sebaiknya terkait dengan TP tertentu, dan setiap TP punya kriteria ketercapaian (KKTP). Untuk cara menentukan kriteria itu, lihat artikel "Cara Menentukan KKTP: 4 Pendekatan dan Contoh Interval Nilai" di blog ASIS.
Catatan formatif bisa berupa skor singkat, tanda "sudah/belum", atau catatan pendek. Tidak semua formatif perlu masuk rapor, tetapi berguna untuk melihat perkembangan.
Sumatif lingkup materi dan sumatif akhir semester menjadi bahan utama nilai rapor. Aplikasi harus bisa mengolahnya sesuai kebijakan sekolah.
Peserta didik yang belum mencapai KKTP mendapat remedial atau pendampingan, yang sudah melampaui mendapat pengayaan. Catatan tindak lanjut ini sering terlupa padahal penting untuk bukti proses pembelajaran.
Dari nilai per TP, guru menyusun deskripsi: TP yang paling dikuasai dan TP yang perlu ditingkatkan.
Berikut contoh catatan Matematika kelas V untuk satu peserta didik fiktif, Nadia.
| Tujuan pembelajaran | KKTP | Formatif | Sumatif | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|
| Membandingkan pecahan berpenyebut beda | 75 | Belum, lalu sudah | 82 | Selesai |
| Menjumlahkan pecahan | 75 | Sudah | 90 | Pengayaan soal cerita |
| Menghitung luas bangun gabungan | 75 | Belum | 68 | Remedial, pendampingan kelompok |
Dari tabel ini, deskripsi rapor hampir menulis dirinya sendiri: "Nadia menunjukkan penguasaan sangat baik dalam menjumlahkan pecahan; perlu pendampingan dalam menghitung luas bangun gabungan."
Bandingkan dengan catatan lama berisi "UH1: 82, UH2: 90, UH3: 68". Angkanya sama, tetapi maknanya hilang.
Bila langkah 2 dan 3 dicatat konsisten, bukti proses pembelajaran untuk supervisi atau akreditasi sudah tersedia tanpa disusun ulang.
Di SD/MI, guru kelas mengisi hampir semua mapel untuk satu rombel, sehingga tampilan per peserta didik lintas mapel lebih berguna. Di SMP/MTs dan SMA/MA, guru mapel mengampu banyak rombel, sehingga tampilan per kelas dan per TP lebih penting. Di SMK, nilai praktik dan uji kompetensi perlu ruang tersendiri. Untuk pendidikan khusus, aplikasi sebaiknya bisa mencatat capaian sesuai program pembelajaran individual peserta didik.
| Pertanyaan | Ya/Tidak |
|---|---|
| Nilai bisa ditautkan ke tujuan pembelajaran? | |
| Formatif dan sumatif dipisahkan? | |
| Ada catatan remedial dan pengayaan? | |
| Deskripsi capaian bisa disusun dari data nilai? | |
| Nilai langsung terpakai di e-Rapor? | |
| Data peserta didik diambil dari data induk? | |
| Hak akses per peran? | |
| Biaya per lembaga, bukan per peserta didik? |
Lembar kerja hanya menyimpan angka di satu perangkat. Aplikasi menautkan nilai ke TP, menyimpannya bersama, dan mengalirkannya ke rapor.
Tidak wajib semuanya. Catat formatif yang membantu melihat perkembangan dan tindak lanjut, dengan format sesederhana mungkin.
Ikuti kebijakan pengolahan nilai yang disepakati sekolah. Artikel "Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif" membahas pilihan caranya.
Bergantung pengaturan sekolah. Umumnya nilai yang sudah diterbitkan dapat dilihat peserta didik dan orang tua.
Aplikasi bisa membantu menyusun kerangka dari TP tertinggi dan terendah, tetapi guru tetap meninjau dan menyunting agar sesuai kondisi peserta didik.
Akar masalah penilaian adalah nilai yang terlepas dari tujuan pembelajaran dan tindak lanjutnya, lalu disalin ulang di musim rapor. Guru akhirnya menulis deskripsi dari ingatan.
ASIS dirancang dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data peserta didik bisa diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, nilai yang diisi guru terkumpul dan dipakai e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan catatan perkembangan tersimpan di profil peserta didik yang utuh. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan bank soal dengan bantuan AI, yang selalu ditinjau guru, membantu menyiapkan asesmen, sedangkan CBT memudahkan sumatif berbasis komputer.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.