WAWASAN ASIS

Aplikasi Nilai Madrasah: Kebutuhan Khas MI, MTs, dan MA

Aplikasi nilai madrasah harus menampung mapel PAI yang terurai, bahasa Arab, muatan keagamaan, data EMIS, dan alur RDM. Ini kebutuhannya dan cara memilih.

Tim Wawasan ASIS 10 Sep 2026 Madrasah

Aplikasi nilai madrasah adalah aplikasi untuk mengelola penilaian di MI, MTs, dan MA yang mampu menampung kebutuhan khas madrasah: mata pelajaran PAI yang terurai menjadi beberapa mapel, bahasa Arab, muatan keagamaan khas lembaga seperti tahfidz dan praktik ibadah, data murid yang bersumber dari EMIS, serta alur rapor yang di banyak madrasah memakai Rapor Digital Madrasah (RDM). Aplikasi nilai yang dirancang untuk sekolah umum sering tidak pas karena struktur ini. Artikel ini menguraikan kebutuhan penilaian khas madrasah, bagaimana aplikasi sebaiknya menanganinya, dan pertanyaan yang perlu diajukan sebelum memilih.

Struktur mapel yang berbeda dari sekolah umum

Di sekolah umum, Pendidikan Agama Islam umumnya satu mata pelajaran. Di madrasah, rumpun PAI diurai menjadi beberapa mapel dengan guru dan penilaian masing-masing, ditambah bahasa Arab. Struktur kurikulum madrasah mengacu pada KMA 450/2024 beserta perubahannya. Uraian lengkapnya dibahas di "Struktur Mapel PAI Bahasa Arab Madrasah: Panduan Guru".

Mapel khas Contoh fokus penilaian
Al-Qur'an Hadis Bacaan, hafalan ayat atau hadis pilihan, pemahaman kandungan
Akidah Akhlak Pemahaman konsep dan pembiasaan perilaku
Fikih Pemahaman hukum dan praktik ibadah
Sejarah Kebudayaan Islam Pemahaman peristiwa, tokoh, dan nilai
Bahasa Arab Menyimak, berbicara, membaca, menulis

Artinya, aplikasi nilai madrasah harus bisa menambah mapel dengan bebas, mengatur guru pengampu per mapel, dan mencetak rapor dengan urutan mapel sesuai ketentuan madrasah.

Penilaian praktik dan pembiasaan

Banyak penilaian di madrasah berbentuk praktik: membaca Al-Qur'an, praktik wudu dan salat, praktik khutbah, atau percakapan bahasa Arab. Aplikasi perlu mendukung:

  • rubrik penilaian praktik dengan beberapa kriteria, misalnya makhraj, tajwid, dan kelancaran untuk bacaan Al-Qur'an,
  • penilaian berulang, karena praktik dinilai beberapa kali sampai murid mencapai kriteria,
  • catatan deskriptif, bukan hanya angka.

Muatan keagamaan khas lembaga

Banyak madrasah punya program unggulan sendiri:

Program Data yang dicatat
Tahfidz Surah dan ayat yang dihafal, tanggal setoran, nilai kelancaran
Pembiasaan salat berjamaah Kehadiran salat duha dan zuhur
Baca tulis Al-Qur'an Jilid atau level metode yang dipakai
Kajian kitab (di madrasah berbasis pesantren) Kitab, bab, dan capaian

Program seperti ini sering dicatat di buku terpisah. Aplikasi yang baik bisa menampungnya sebagai muatan lokal atau catatan khusus, lalu menampilkannya di rapor atau lampiran rapor. Contoh format rapor hafalan ada di "Contoh Rapor Tahfidz dan Kriteria Penilaian Hafalan".

Data murid dari EMIS

Madrasah mengelola data murid di EMIS. Aplikasi nilai madrasah sebaiknya bisa mengimpor file ekspor EMIS sebagai data awal, sehingga nama, NISN, dan rombel tidak diketik ulang. Perlu dipahami: impor berbeda dengan integrasi. Aplikasi pihak ketiga umumnya tidak terhubung langsung ke EMIS dan tidak mengirim data balik. Pembaruan data di EMIS tetap dilakukan operator sesuai prosedur. Panduannya ada di "Update Data Murid EMIS dan Rombel: Panduan Operator".

Hubungan dengan RDM

Banyak madrasah memakai RDM untuk menyusun rapor, sesuai arahan Kemenag setempat. Ada beberapa pola yang ditemui di lapangan:

Pola Keterangan Hal yang perlu dijaga
RDM sebagai rapor resmi, aplikasi lain untuk nilai harian Guru mengelola asesmen harian di aplikasi madrasah, nilai akhir dimasukkan ke RDM Konsistensi angka antara dua tempat
RDM saja Semua nilai diinput di RDM Kesiapan server dan kebiasaan input bertahap
Aplikasi madrasah untuk seluruh penilaian Dipakai bila kebijakan setempat membolehkan Rujuk arahan Kankemenag atau Kanwil

Bila madrasah memakai RDM, perhatikan tempat pemasangannya. Tantangan teknis RDM dibahas di "Kendala RDM yang Sering Terjadi dan Solusinya" dan "Hosting RDM Madrasah: Kapan Perlu dan Apa yang Diperhatikan".

Asesmen khas madrasah

Selain asesmen sumatif semester, madrasah mengenal asesmen tingkat nasional seperti AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) dan ujian akhir madrasah. Aplikasi tidak menggantikan asesmen resmi itu, tetapi data nilai harian yang rapi membantu madrasah menyiapkan murid dan menganalisis capaian.

Kebutuhan per jenjang

  • MI: guru kelas memegang banyak mapel umum, sementara mapel PAI dan bahasa Arab sering dipegang guru khusus. Aplikasi perlu mendukung kombinasi guru kelas dan guru mapel dalam satu rombel.
  • MTs: banyak guru mapel per rombel; fitur progres input membantu wali kelas.
  • MA: ada peminatan atau mapel pilihan, termasuk program keagamaan di sebagian MA. Rombel belajar bisa berbeda dari rombel induk.
  • Madrasah berasrama: nilai akademik bersambung dengan catatan asrama, hafalan, dan perilaku.

Pertanyaan sebelum memilih aplikasi nilai madrasah

Bawa daftar berikut saat demo dan minta penyedia memperagakan jawabannya dengan contoh data madrasah Bapak/Ibu, misalnya satu rombel MTs lengkap dengan mapel PAI dan bahasa Arab.

  1. Bisakah menambah mapel PAI terurai dan bahasa Arab dengan urutan sesuai ketentuan madrasah?
  2. Apakah tersedia rubrik untuk penilaian praktik dan penilaian berulang?
  3. Bisakah mencatat tahfidz dan pembiasaan ibadah?
  4. Apakah data murid bisa diimpor dari file ekspor EMIS?
  5. Bagaimana alur kerja bila madrasah tetap memakai RDM?
  6. Apakah orang tua bisa melihat nilai dan hafalan anak dari HP?
  7. Apakah biaya dihitung per lembaga, bukan per murid?
  8. Apakah data tidak dijual dan tanpa iklan?

Kesalahan yang sering terjadi

Memakai aplikasi sekolah umum tanpa penyesuaian. Mapel PAI digabung menjadi satu sehingga rapor tidak sesuai.

Nilai praktik ditulis di buku terpisah. Saat rapor, guru harus menyalin ulang.

Data murid diketik manual padahal tersedia di EMIS. Nama dan NISN rawan salah.

Menunggu akhir semester untuk input. Masalah server atau koneksi menjelang tenggat membuat rapor terlambat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah madrasah wajib memakai RDM?

Ikuti arahan Kementerian Agama dan Kankemenag atau Kanwil setempat, karena kebijakannya dapat berbeda dan berubah.

Bisakah aplikasi nilai madrasah menampung nilai tahfidz?

Bisa, bila aplikasi menyediakan muatan lokal atau modul tahfidz yang mencatat setoran dan capaian hafalan.

Apakah aplikasi bisa mengirim data ke EMIS?

Umumnya tidak. Aplikasi dapat mengimpor file ekspor EMIS, tetapi pembaruan EMIS tetap dilakukan operator.

Bagaimana menilai akhlak murid?

Melalui catatan pembiasaan dan observasi yang dituangkan dalam deskripsi, bukan sekadar angka.

Apakah RA bisa memakai aplikasi yang sama?

RA memakai pendekatan PAUD, sehingga yang dibutuhkan adalah catatan tumbuh kembang, bukan nilai angka.

ASIS: Nilai Madrasah, Hafalan, dan Ibadah dalam Satu Tempat

Akar masalah penilaian di madrasah adalah catatan yang terpecah: nilai mapel di satu aplikasi, hafalan di buku setoran, praktik ibadah di lembar terpisah, dan data murid di EMIS. Guru menjadi penyalin.

ASIS membantu madrasah menyatukannya. Data murid bisa diimpor dari file ekspor EMIS, mapel dapat diatur sesuai struktur madrasah, e-Rapor Kurikulum Merdeka dan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru tersedia, dan modul tahfidz mencatat setoran hafalan. Orang tua mengikuti perkembangan anak lewat notifikasi aplikasi gratis. Madrasah yang memakai RDM bisa memilih ASIS Pro Rp500 ribu per tahun yang menyediakan hosting RDM madrasah.

ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.