WAWASAN ASIS

Aplikasi Jurnal Mengajar Guru: Fitur yang Dibutuhkan

Panduan memilih aplikasi jurnal mengajar guru: masalah jurnal manual, fitur yang dibutuhkan, cara kerja dengan jadwal dan presensi, serta daftar cek uji coba.

Tim Wawasan ASIS 14 Agt 2026 Administrasi Sekolah

Aplikasi jurnal mengajar guru membantu guru mencatat apa yang terjadi di setiap pertemuan: kelas, jam, materi atau tujuan pembelajaran, kegiatan, murid yang tidak hadir, dan catatan tindak lanjut. Aplikasi yang baik tidak sekadar memindahkan buku jurnal ke layar, tetapi mengisi otomatis bagian yang sebenarnya sudah ada di sistem lain, seperti jadwal dan presensi, sehingga guru cukup menulis bagian yang hanya ia ketahui. Artikel ini membahas masalah jurnal manual, fitur yang perlu dicari, cara kerja yang ideal, dan daftar cek sebelum sekolah memilih.

Masalah jurnal mengajar manual

Masalah Akibat
Diisi menumpuk menjelang supervisi Isi tidak akurat dan tidak berguna untuk refleksi
Data kelas dan jam ditulis ulang Membuang waktu, padahal sudah ada di jadwal
Murid absen dicatat terpisah dari presensi Angka berbeda antara jurnal dan rekap presensi
Buku jurnal hilang atau rusak Bukti pembelajaran hilang
Kepala Sekolah sulit memantau Harus mengumpulkan buku dari semua guru
Catatan tindak lanjut tidak terbaca wali kelas Masalah murid tidak segera ditangani

Jurnal sebenarnya alat refleksi yang berharga. Masalahnya ada pada cara mengisinya yang tidak efisien. Contoh isi jurnal manual dibahas di contoh jurnal mengajar guru.

Fitur yang dibutuhkan

Fitur inti

  • Terhubung dengan jadwal pelajaran. Kelas, mata pelajaran, dan jam terisi dari jadwal, guru tidak mengetik ulang.
  • Terhubung dengan presensi. Daftar murid tidak hadir diambil dari presensi pertemuan itu.
  • Kolom materi dan tujuan pembelajaran. Guru memilih atau menulis tujuan pembelajaran yang dibahas.
  • Kolom kegiatan dan catatan. Ruang singkat untuk menuliskan apa yang berjalan dan apa yang tidak.
  • Bisa diisi dari HP. Guru mengisi segera setelah keluar kelas.

Fitur pendukung

  • Rekap per guru dan per kelas. Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum memantau keterlaksanaan pembelajaran.
  • Catatan tindak lanjut yang bisa dibaca wali kelas. Misalnya murid yang perlu pendampingan.
  • Terhubung dengan perangkat ajar. Jurnal merujuk modul ajar yang dipakai.
  • Ekspor atau cetak. Untuk kebutuhan supervisi atau akreditasi.

Hak akses

Guru melihat jurnalnya sendiri, wali kelas melihat catatan untuk rombelnya, dan Kepala Sekolah melihat rekap. Catatan tentang murid tertentu tidak boleh terbuka untuk semua orang.

Cara kerja yang ideal

Contoh satu hari guru IPA di SMP fiktif:

Waktu Kegiatan guru Yang terjadi di aplikasi
07.15 Masuk kelas VIII-B Jadwal menunjukkan IPA, VIII-B, jam 1–2
07.20 Murid presensi lewat pindai QR Dua murid tercatat tidak hadir
08.40 Keluar kelas, membuka HP Jurnal sudah terisi kelas, jam, dan murid absen
08.42 Mengisi materi "gaya dan gerak" dan catatan singkat "Percobaan bidang miring berjalan baik; tiga murid belum paham konsep gaya gesek, ulang di pertemuan berikut."
08.45 Menyimpan Catatan tersedia untuk refleksi dan supervisi

Seluruh pengisian hanya beberapa menit karena sebagian besar kolom sudah terisi dari data yang ada.

Kriteria memilih aplikasi jurnal mengajar guru

Kriteria Mengapa penting
Satu sistem dengan jadwal dan presensi Menghindari pengetikan ulang dan selisih data
Ringan di HP Guru mengisi di sela jadwal
Tidak memaksa format panjang Jurnal singkat yang rutin lebih bernilai
Rekap untuk pimpinan Memudahkan supervisi akademik
Peran dan akses jelas Menjaga kerahasiaan catatan murid
Biaya per lembaga Tidak naik seiring jumlah murid
Data tidak dijual Melindungi data guru dan murid

Waspadai aplikasi yang berdiri sendiri hanya untuk jurnal. Guru akhirnya mengisi presensi di satu aplikasi dan jurnal di aplikasi lain, sehingga beban justru bertambah.

Daftar cek uji coba

No. Uji coba Hasil
1 Apakah kelas dan jam terisi otomatis dari jadwal?
2 Apakah murid tidak hadir terisi dari presensi?
3 Berapa menit waktu mengisi satu jurnal dari HP?
4 Apakah Kepala Sekolah bisa melihat rekap per guru?
5 Apakah wali kelas bisa membaca catatan tindak lanjut untuk rombelnya?
6 Bisakah jurnal dicetak atau diekspor untuk supervisi?
7 Apakah guru lain tidak bisa melihat jurnal yang bukan miliknya?

Tips membiasakan guru mengisi jurnal

  • Sepakati format singkat: materi, kegiatan, satu catatan.
  • Isi segera setelah kelas, bukan di akhir minggu.
  • Gunakan jurnal sebagai bahan diskusi di komunitas belajar, bukan sekadar bahan penilaian.
  • Kepala Sekolah memberi umpan balik atas catatan guru, sehingga guru merasa jurnalnya dibaca.

Jurnal juga menjadi bahan supervisi yang lebih bermakna. Baca supervisi akademik.

Format jurnal singkat yang disarankan

Agar aplikasi jurnal mengajar guru benar-benar dipakai, sepakati format yang ringkas. Contoh tiga kolom yang diisi guru setelah setiap pertemuan:

Kolom Contoh isi
Materi atau tujuan pembelajaran Menjelaskan hubungan gaya dan gerak benda
Catatan pelaksanaan Percobaan berjalan, waktu diskusi kurang 10 menit
Tindak lanjut Ulang konsep gaya gesek untuk tiga murid di pertemuan berikut

Kolom lain, seperti kelas, jam, dan murid tidak hadir, sebaiknya terisi dari jadwal dan presensi. Dengan format seperti ini, jurnal tetap bermakna untuk refleksi tanpa menjadi beban administrasi baru.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi jurnal mengajar guru?

Tanggal, kelas, jam, mata pelajaran, materi atau tujuan pembelajaran, kegiatan, murid tidak hadir, dan catatan tindak lanjut.

Apa kelebihan aplikasi jurnal mengajar guru dibanding buku?

Bagian yang berulang terisi dari jadwal dan presensi, jurnal bisa diisi dari HP, tidak mudah hilang, dan bisa direkap untuk supervisi.

Apakah jurnal mengajar wajib?

Banyak sekolah mewajibkannya sebagai bukti keterlaksanaan pembelajaran. Ikuti kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku.

Apakah catatan murid di jurnal aman?

Aman bila aplikasi membatasi akses sesuai peran. Hindari menulis informasi sensitif secara rinci di kolom yang bisa dibaca banyak orang.

Bagaimana jika guru belum terbiasa dengan aplikasi?

Mulai dengan format singkat, latih guru dalam satu sesi, dan dampingi selama dua minggu pertama. Setelah terbiasa, pengisian biasanya hanya beberapa menit.

ASIS: Jurnal yang Bertumpu pada Data yang Sudah Ada

Akar masalah jurnal mengajar adalah kerja berulang. Guru menulis kelas, jam, dan murid absen di buku, padahal informasi itu sudah ada di jadwal dan presensi. Akibatnya jurnal ditunda dan diisi sekaligus menjelang supervisi.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Di ASIS, jadwal dari generator jadwal pelajaran tanpa bentrok, presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka tersimpan di satu sistem, sehingga catatan pembelajaran guru bertumpu pada data yang sama. Catatan tentang murid bisa disimpan di profil murid yang utuh dan dibaca wali kelas sesuai perannya. Untuk melihat bagaimana alur jurnal mengajar bisa dijalankan di sekolah Bapak/Ibu, silakan coba langsung atau lihat panduan di asis.id.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.