WAWASAN ASIS

Aplikasi e-Rapor SMP: Rapor Kurikulum Merdeka Rapi

Panduan memilih dan memakai aplikasi e-rapor SMP Kurikulum Merdeka: alur kerja guru mapel dan wali kelas, deskripsi capaian, kokurikuler, dan cetak rapor.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Aplikasi e-rapor SMP membantu sekolah menyusun rapor Kurikulum Merdeka dari data yang sudah dikumpulkan sepanjang semester: nilai asesmen per tujuan pembelajaran dari guru mata pelajaran, presensi, catatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta catatan wali kelas. Aplikasi yang baik menyusun deskripsi capaian dari nilai yang sudah masuk, membagi tugas sesuai peran, dan menghasilkan rapor siap cetak tanpa menyalin data dari banyak lembar kerja. Panduan ini membahas alur kerja ideal di SMP, isi rapor yang perlu diperhatikan, kriteria memilih aplikasi, dan kesalahan yang paling sering memperlambat pembagian rapor.

Mengapa rapor SMP lebih rumit

Dibanding SD, rapor SMP melibatkan lebih banyak orang. Satu rombel bisa diajar sepuluh guru mata pelajaran atau lebih, dan satu guru mapel bisa mengajar enam sampai sepuluh rombel. Wali kelas harus menunggu semua nilai masuk sebelum bisa memeriksa dan menulis catatan.

Masalah klasiknya:

  • nilai tersebar di lembar kerja pribadi tiap guru,
  • format nilai berbeda-beda,
  • deskripsi capaian ditulis manual satu per satu,
  • wali kelas mengejar guru yang belum mengumpulkan nilai menjelang tenggat,
  • kesalahan ketik baru ketahuan setelah rapor dicetak.

Isi rapor SMP Kurikulum Merdeka

Rapor Kurikulum Merdeka di SMP umumnya memuat:

Bagian Isi Diisi oleh
Identitas Nama, NISN, kelas, semester, tahun ajaran Operator (dari data murid)
Intrakurikuler Nilai akhir dan deskripsi capaian per mata pelajaran Guru mata pelajaran
Kokurikuler Deskripsi capaian sesuai dimensi profil lulusan yang dikembangkan Koordinator atau guru pendamping kegiatan
Ekstrakurikuler Nama kegiatan dan keterangan Pembina ekstrakurikuler
Ketidakhadiran Sakit, izin, tanpa keterangan Otomatis dari presensi, diperiksa wali kelas
Catatan wali kelas Catatan perkembangan dan saran Wali kelas
Kenaikan kelas Keputusan di semester genap Wali kelas sesuai hasil rapat

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Format bagian kokurikuler di rapor mengikuti ketentuan dan panduan terbaru, sehingga sekolah perlu menyesuaikan.

Alur kerja ideal di aplikasi e-rapor SMP

1. Operator menyiapkan data dasar

Di awal semester, operator memasukkan atau mengimpor data murid, rombel, mata pelajaran, guru pengampu, dan wali kelas. Sumbernya bisa dari file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki sekolah, sehingga tidak perlu diketik ulang.

2. Guru mata pelajaran menyiapkan tujuan pembelajaran

Guru memasukkan tujuan pembelajaran (TP) yang akan dinilai semester itu, sesuai ATP yang sudah disusun. TP inilah yang nanti menjadi dasar deskripsi capaian.

3. Guru menginput nilai sepanjang semester

Nilai asesmen formatif dan sumatif dimasukkan per TP, sebaiknya segera setelah asesmen, bukan ditumpuk di akhir semester. Aplikasi menghitung nilai akhir sesuai aturan pengolahan yang disepakati sekolah.

4. Aplikasi menyusun deskripsi capaian

Dari nilai per TP, aplikasi mengidentifikasi TP yang paling dikuasai dan TP yang perlu ditingkatkan, lalu menyusun draf deskripsi. Guru tetap memeriksa dan menyunting agar bahasanya sesuai dengan murid.

Contoh deskripsi untuk murid fiktif:

  • "Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Perlu bantuan dalam menafsirkan data pada diagram."

5. Wali kelas memeriksa dan melengkapi

Wali kelas melihat rekap seluruh mata pelajaran, memeriksa nilai yang janggal, melengkapi catatan, dan mengecek presensi.

6. Kepala Sekolah mengesahkan

Kepala Sekolah meninjau ringkasan, lalu rapor siap dicetak atau dibagikan dalam bentuk digital sesuai kebijakan sekolah.

Kriteria memilih aplikasi e-rapor SMP

Kriteria Mengapa penting
Sesuai format Kurikulum Merdeka terbaru Menghindari menyusun ulang rapor saat ada perubahan
Pembagian peran yang jelas Guru mapel hanya melihat kelasnya, wali kelas melihat rombelnya
Draf deskripsi dari nilai per TP Menghemat waktu tanpa menghilangkan kendali guru
Presensi tersambung Ketidakhadiran tidak dihitung manual
Bisa impor data Data murid tidak diketik ulang
Bisa diakses dari HP Guru bisa menginput nilai di sela jadwal
Biaya per lembaga, bukan per murid Biaya tidak membengkak saat jumlah murid bertambah
Data tidak dijual dan tanpa iklan Melindungi data murid

Hindari aplikasi yang hanya menjadi tempat mengetik ulang nilai dari lembar kerja. Nilai terbesar aplikasi ada pada data yang mengalir sejak awal semester.

Variasi kebutuhan antarsekolah SMP

Tidak semua SMP memiliki kebutuhan yang sama. Beberapa contoh:

  • SMP kecil dengan enam rombel: guru sering merangkap banyak mapel dan tugas. Prioritaskan aplikasi yang sederhana dan bisa dipakai dari HP.
  • SMP besar dengan puluhan rombel: pembagian peran dan rekap kemajuan input nilai per guru menjadi sangat penting agar wali kelas tidak mengejar satu per satu.
  • SMP swasta di bawah Yayasan: Yayasan mungkin perlu melihat ringkasan capaian lintas sekolah, sehingga akses peran Yayasan perlu dipertimbangkan.
  • SMP terbuka atau satu atap: pastikan aplikasi tetap bisa mengelola rombel dengan pola belajar yang berbeda.

Apa pun kondisinya, aplikasi e-rapor SMP yang baik harus mengikuti cara kerja sekolah, bukan memaksa sekolah mengikuti aplikasi.

Jadwal kerja yang realistis

Waktu Kegiatan
Minggu 1–2 semester Data murid, rombel, guru, dan TP siap
Sepanjang semester Guru menginput nilai setelah setiap asesmen
3 minggu sebelum rapor Batas akhir nilai sumatif masuk
2 minggu sebelum rapor Wali kelas memeriksa dan melengkapi catatan
1 minggu sebelum rapor Pengesahan Kepala Sekolah dan cetak

Kesalahan yang memperlambat rapor

Nilai ditumpuk di akhir semester. Guru harus menginput ratusan nilai dalam beberapa hari, dan kesalahan meningkat.

TP tidak disiapkan di awal. Deskripsi capaian menjadi umum dan tidak mencerminkan pembelajaran.

Deskripsi disalin sama untuk semua murid. Orang tua menyadari bahwa rapor tidak personal. Pakai draf aplikasi sebagai awal, lalu sunting.

Presensi dihitung manual. Angka ketidakhadiran berbeda antara buku kelas dan rapor.

Tidak ada pemeriksaan sebelum cetak. Kesalahan nama atau nilai baru ketahuan setelah rapor dibagikan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi e-rapor SMP bisa dipakai untuk kegiatan kokurikuler?

Bisa, bila aplikasinya menyediakan bagian kokurikuler. Pastikan formatnya mengikuti ketentuan terbaru setelah P5 digantikan kegiatan kokurikuler.

Apakah deskripsi capaian boleh dibuat otomatis?

Draf boleh disusun aplikasi dari nilai per TP, tetapi guru tetap perlu memeriksa dan menyunting agar sesuai dengan kondisi murid.

Bagaimana jika guru mengajar di beberapa sekolah?

Guru cukup diberi akses di masing-masing sekolah. Pastikan aplikasinya mendukung satu orang dengan beberapa peran atau akun lembaga.

Apakah rapor digital sah?

Kebijakan bentuk rapor ditetapkan sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Banyak sekolah tetap mencetak rapor resmi dan menyediakan salinan digital untuk orang tua.

Bisakah orang tua melihat rapor dari HP?

Tergantung aplikasinya dan kebijakan sekolah. Bila tersedia, pastikan akses hanya untuk orang tua murid yang bersangkutan.

ASIS: e-Rapor SMP dari Data yang Dicatat Sepanjang Semester

Akar kerepotan rapor SMP adalah data yang dikumpulkan ulang di akhir semester: nilai dari lembar kerja guru, presensi dari buku kelas, catatan dari wali kelas. Setiap salinan membuka peluang salah ketik.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." e-Rapor Kurikulum Merdeka di ASIS memakai data murid dan rombel yang sama dengan presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah, sehingga ketidakhadiran tidak dihitung ulang. Guru menginput nilai dari web atau ASIS Mobile, dan 45 peran pengguna memastikan guru mapel, wali kelas, dan Kepala Sekolah hanya melihat bagian yang menjadi tugasnya. Gambaran umum e-rapor ada di aplikasi e-rapor Kurikulum Merdeka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.