Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi absensi pelajar SMP/SMA: presensi pindai kartu pelajar QR atau wajah, pelajar melihat rekap sendiri, kriteria memilih, dan checklist untuk guru.
Aplikasi absensi pelajar adalah aplikasi yang mencatat kehadiran pelajar secara digital, misalnya lewat pindai kartu pelajar ber-QR atau pengenalan wajah, lalu menyajikan rekap yang bisa dibaca guru, orang tua, dan pelajar itu sendiri. Di SMP dan SMA, pelajar sudah cukup besar untuk ikut bertanggung jawab atas kehadirannya. Karena itu, aplikasi yang baik tidak hanya membantu guru mencatat, tetapi juga membuat pelajar sadar akan pola kehadirannya.
Artikel ini membahas masalah presensi di jenjang menengah, kriteria memilih aplikasi, cara kerjanya, dan checklist untuk guru dan wali kelas. Untuk sudut pandang memilih aplikasi presensi murid secara umum, lihat "Aplikasi Absensi Siswa: Cara Memilih untuk Guru".
Presensi di jenjang menengah lebih rumit daripada di SD. Pelajar berpindah ruang, ada mapel pilihan, kegiatan ekstrakurikuler, lomba, dan di SMK ada PKL. Masalah yang sering dikeluhkan guru:
Remaja lebih mudah berubah ketika melihat data tentang dirinya, bukan hanya mendengar teguran. Rekap seperti "terlambat 6 kali bulan ini, semuanya hari Senin" membuka percakapan yang lebih jujur antara wali kelas dan pelajar. Pelajar juga bisa mengoreksi bila ada kesalahan pencatatan, misalnya saat ia sebenarnya mengikuti lomba atas penugasan sekolah.
Prinsipnya: pelajar melihat datanya sendiri, bukan data teman.
| Metode | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|
| Pindai kartu pelajar QR | Gerbang, kelas, laboratorium | Murah; kartu bisa dicetak sekolah |
| Pengenalan wajah | Gerbang dengan arus padat | Perlu perangkat dan pencahayaan memadai |
| Presensi per mapel oleh guru | Kelas mapel pilihan, jam tengah | Mencegah bolos di tengah hari |
| Input manual wali kelas | Cadangan bila perangkat bermasalah | Tetap tercatat di sistem yang sama |
Sekolah tidak harus memakai satu metode. Kombinasi pindai di gerbang dan presensi per mapel sering paling efektif.
Minimal: hadir, terlambat, sakit, izin, alpa, dan dispensasi (misalnya tugas lomba). Kode dispensasi penting agar pelajar yang mewakili sekolah tidak tercatat alpa.
Orang tua mengajukan izin dari aplikasi, wali kelas menyetujui, dan status presensi berubah otomatis. Tidak ada lagi surat izin yang tercecer.
Orang tua diberi kabar bila anaknya tidak tercatat hadir. Pastikan ada pengaturan jam tenang agar notifikasi tidak mengganggu di malam hari.
Pelajar melihat rekapnya, orang tua melihat anaknya, wali kelas melihat kelasnya, guru BK melihat pola yang perlu ditindaklanjuti, dan Kepala Sekolah melihat ringkasan sekolah.
Contoh di SMA fiktif dengan 18 rombel:
| Bulan Oktober | Jumlah |
|---|---|
| Hadir tepat waktu | 17 hari |
| Terlambat | 3 kali (Senin, Senin, Rabu) |
| Izin | 1 hari |
| Sakit | 1 hari |
| Alpa | 0 |
| Dispensasi lomba | 1 hari |
Rekap seperti ini sederhana, tetapi cukup untuk memulai percakapan pembinaan.
Untuk mencetak kartunya, artikel "Kartu Pelajar Digital QR Code: Presensi dan Perpustakaan" dan "Cetak Kartu Pelajar QR: Cara Memeriksa dan Mencetaknya" bisa menjadi rujukan berikutnya.
Tidak. Pindai kartu pelajar QR sudah cukup untuk sebagian besar sekolah dan lebih murah. Pengenalan wajah berguna bila arus di gerbang sangat padat.
Tempatkan petugas atau guru piket di titik pindai, dan gabungkan dengan presensi per mapel oleh guru di kelas.
Sangat dianjurkan. Pelajar hanya melihat datanya sendiri, dan itu membantu mereka bertanggung jawab atas kehadirannya.
Gunakan kode dispensasi atau izin kegiatan sekolah agar tidak tercatat alpa dan tidak memengaruhi penilaian kehadiran.
Bisa, selama presensi dicatat di sistem yang sama dengan rapor sehingga rekap sakit, izin, dan alpa terisi tanpa diketik ulang.
Akar masalah presensi bukan alat pencatatnya, melainkan data yang berhenti di buku guru. Pelajar tidak tahu catatannya, orang tua terlambat tahu, dan wali kelas menyusun rekap ulang setiap akhir semester.
ASIS menyediakan presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah, presensi per mapel oleh guru, dan izin yang diajukan orang tua dari aplikasi. Rekap kehadiran tersimpan di profil murid, bisa dilihat sesuai peran, dan terhubung ke e-Rapor. Pemberitahuan ke orang tua terkirim lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dengan jam tenang, dan kartu pelajar ber-QR bisa dicetak dari data yang sudah ada.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.