WAWASAN ASIS

Apakah P5 Masih Ada? Penjelasan Kokurikuler Terbaru

Apakah P5 masih ada? Penjelasan perubahan P5 menjadi kokurikuler dalam Permendikdasmen 13/2025, bentuk kegiatannya, dan langkah sekolah ke depan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Apakah P5 masih ada? Jawaban singkatnya: semangatnya tetap ada, tetapi bentuk dan namanya berubah. Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, ketentuan kokurikuler diubah. Narasi "projek penguatan profil pelajar Pancasila" tidak lagi menjadi satu-satunya bentuk kokurikuler. Sekolah kini bisa menyelenggarakan kokurikuler lewat pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lain yang dikembangkan sekolah. Kemendikdasmen menegaskan programnya tidak dihapus, melainkan diubah agar tidak membebani orang tua.

Artikel ini menjelaskan apa yang berubah, apa yang tetap, dan langkah praktis yang bisa diambil guru serta tim kurikulum.

Dasar aturan perubahan

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mengubah sejumlah ketentuan dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum. Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 15 Juli 2025. Beberapa perubahan pokok yang relevan:

Pasal Perubahan
Pasal 3 Menambahkan pendekatan pembelajaran mendalam
Pasal 16–19 Mengubah ketentuan kokurikuler, termasuk kompetensi dan muatannya
Pasal 22 Mengatur ekstrakurikuler, dengan kepramukaan atau kepanduan sebagai minimum
Pasal 32A Mata pelajaran pilihan koding dan kecerdasan artifisial secara bertahap

Ringkasan di atas disarikan dari pemberitaan media. Untuk kutipan resmi, rujuk teks lengkap peraturan di laman resmi kementerian.

Apa yang berubah dari P5

Bentuk kegiatan lebih luas

Sebelumnya, kokurikuler identik dengan projek P5 yang berjalan dalam beberapa tema per tahun. Kini bentuknya bisa:

  1. Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, misalnya guru IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia merancang satu kegiatan bersama.
  2. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
  3. Cara lain berupa tema yang dikembangkan sekolah sesuai konteksnya.

Untuk pendidikan kesetaraan, kokurikuler dapat berupa pemberdayaan dan peningkatan keterampilan.

Istilah profil

Narasi "Profil Pelajar Pancasila" dalam ketentuan kokurikuler digantikan oleh rumusan kompetensi yang perlu diperkuat. Dalam pemberitaan, perubahan ini juga dikenal sebagai pergeseran ke istilah "profil lulusan", yang memuat delapan dimensi dengan rumusan sama seperti tabel di bawah.

Delapan kompetensi yang diperkuat

Kokurikuler diarahkan untuk memperkuat delapan kompetensi, yang sejalan dengan delapan dimensi profil lulusan:

No Kompetensi
1 Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2 Kewargaan
3 Penalaran kritis
4 Kreativitas
5 Kolaborasi
6 Kemandirian
7 Kesehatan
8 Komunikasi

Beban belajar

Beban belajar kokurikuler dinyatakan sebagai alokasi waktu dalam satu tahun ajaran. Sekolah punya keleluasaan mengatur sebarannya.

Apa yang tetap

  • Tujuannya tetap: membentuk karakter dan kompetensi murid melalui pengalaman belajar nyata, di luar pembelajaran intrakurikuler biasa.
  • Prinsip kontekstual tetap: kegiatan dirancang sesuai lingkungan dan kebutuhan murid.
  • Kegiatan yang sudah baik bisa dilanjutkan: projek yang selama ini berjalan dan bermakna dapat diteruskan sebagai bagian dari kokurikuler, dengan menyesuaikan ke rumusan kompetensi yang baru.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, dalam pemberitaan Juli 2025 menyampaikan bahwa P5 tidak dihapus, hanya diubah agar tidak membebani orang tua. Ia juga menyebut sekolah yang sudah punya inovasi dipersilakan melanjutkannya.

Mengapa diubah

Dari pemberitaan, salah satu alasan yang disampaikan adalah beban biaya. Di sebagian sekolah, projek P5 berakhir dengan gelar karya atau produk yang membutuhkan biaya dari orang tua. Bentuk kokurikuler yang lebih luas memberi ruang bagi kegiatan sederhana namun bermakna, seperti kolaborasi antarmapel di dalam kelas.

Langkah praktis untuk sekolah

1. Petakan kegiatan yang sudah berjalan

Daftar projek dan pembiasaan yang sudah ada. Tandai mana yang masih relevan dan murah dijalankan.

2. Pilih bentuk kokurikuler

Tentukan kombinasi yang sesuai. Contoh untuk SMP: satu kegiatan kolaboratif lintas mapel per semester, ditambah pembiasaan 7 Kebiasaan sepanjang tahun.

3. Kaitkan ke delapan kompetensi

Setiap kegiatan diberi fokus satu sampai tiga kompetensi, bukan semua sekaligus.

4. Rancang asesmen sederhana

Gunakan rubrik singkat atau catatan pengamatan untuk kompetensi yang menjadi fokus.

5. Komunikasikan ke orang tua

Jelaskan perubahan ini dalam pertemuan atau surat edaran, termasuk bahwa kegiatan dirancang agar tidak menambah beban biaya.

Contoh kegiatan kolaboratif lintas mapel

Tema: Air bersih di lingkungan sekolah (SMP kelas 8)

Mapel Peran
IPA Uji kejernihan sederhana sampel air dari beberapa titik
Matematika Mengolah data hasil uji dalam tabel dan diagram
Bahasa Indonesia Menulis teks laporan dan rekomendasi untuk sekolah
PJOK Kaitan air bersih dengan kesehatan

Fokus kompetensi: penalaran kritis, kolaborasi, komunikasi. Biaya hampir nol karena memakai alat sederhana dan lingkungan sekolah sendiri.

Variasi per jenjang

Pertanyaan "apakah P5 masih ada" sering muncul berbeda di tiap jenjang, karena bentuk kegiatannya selama ini juga berbeda.

  • PAUD: kegiatan bermain bermakna dan pembiasaan harian sudah dekat dengan semangat kokurikuler. Fokus pada kebiasaan sehat, beribadah, dan bermain bersama.
  • SD/MI: gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mudah dijalankan sebagai pembiasaan, ditambah satu kegiatan lintas mapel sederhana per semester.
  • SMP/MTs: kolaborasi lintas mapel mulai bisa dirancang lebih kompleks, misalnya penelitian kecil di lingkungan sekolah.
  • SMA/MA: kegiatan berbasis masalah nyata di masyarakat dengan fokus penalaran kritis, kewargaan, dan komunikasi.
  • SMK: kaitkan dengan dunia kerja dan kewirausahaan sesuai kompetensi keahlian.
  • Pendidikan kesetaraan: pemberdayaan dan peningkatan keterampilan yang langsung berguna bagi warga belajar.

Peran Kepala Sekolah

Kepala Sekolah perlu memastikan tiga hal: jadwal kokurikuler tidak bertabrakan dengan intrakurikuler, guru lintas mapel punya waktu merencanakan bersama, dan kegiatan tidak membebani biaya orang tua. Keputusan ini sebaiknya dituangkan dalam kurikulum operasional sekolah.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menghentikan semua kegiatan karena mengira P5 dihapus.
  • Mengganti nama saja tanpa menyesuaikan tujuan ke delapan kompetensi.
  • Memaksa produk mahal di akhir kegiatan.
  • Tidak mendokumentasikan proses dan perkembangan murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah P5 masih ada di sekolah?

Programnya tidak dihapus, tetapi kokurikuler kini lebih luas: pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dikembangkan sekolah.

Apakah projek P5 yang sudah berjalan harus dihentikan?

Tidak harus. Projek yang bermakna bisa dilanjutkan sebagai kegiatan kokurikuler dengan menyesuaikan fokus kompetensinya.

Apa saja delapan kompetensi kokurikuler?

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

Kapan aturan ini berlaku?

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 berlaku sejak diundangkan pada 15 Juli 2025.

Bagaimana penilaian kokurikuler di rapor?

Rujuk panduan teknis terbaru dari kementerian tentang pelaporan kokurikuler, karena format rapor dapat diperbarui.

ASIS: Jejak Perkembangan Karakter yang Terdokumentasi Rapi

Di balik pertanyaan apakah P5 masih ada, akar masalah kokurikuler di banyak sekolah bukan kurangnya ide kegiatan, melainkan dokumentasi yang tercecer. Catatan pengamatan ada di buku guru, foto kegiatan di ponsel pribadi, dan deskripsi rapor diketik ulang di akhir semester. Ketika aturan berubah, sekolah kebingungan karena data lamanya pun sulit dicari.

ASIS menyediakan e-Rapor Kurikulum Merdeka, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, dan profil murid yang utuh untuk menyimpan catatan perkembangan dari tahun ke tahun. Dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," catatan guru dapat dipakai lagi saat menyusun laporan tanpa mengetik ulang. Penyesuaian fitur terhadap ketentuan kokurikuler terbaru dapat Bapak/Ibu pantau di forum dan Akademi ASIS. Kabar kegiatan kepada orang tua dikirim lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: detikEdu: Permendikdasmen 13 Tahun 2025; Antara: Kemendikdasmen Tegaskan Tidak Hapus Program P5

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.