WAWASAN ASIS

Anak Pelaku Bully: Yang Harus Dilakukan Orang Tua

Anak pelaku bully tetap anak yang perlu dibimbing. Langkah orang tua: tetap tenang, dengarkan, bekerja sama dengan sekolah, dan bantu anak memperbaiki diri.

Tim Wawasan ASIS 30 Jun 2026 Wawasan

Mendapat kabar dari sekolah bahwa anak kita merundung temannya adalah pengalaman yang berat. Perasaan yang muncul bisa bermacam-macam: kaget, malu, marah, atau ingin membela anak.

Semua perasaan itu wajar. Yang penting adalah langkah berikutnya. Anak pelaku bully tetap anak yang sedang belajar, dan respons orang tua sangat menentukan apakah perilaku itu berhenti atau berulang.

1. Tetap tenang sebelum bertindak

Jangan langsung memarahi anak di depan orang lain atau di saat emosi sedang memuncak. Tarik napas, terima informasi dari sekolah, dan sampaikan bahwa Anda akan menindaklanjutinya.

Respons yang terlalu keras sering membuat anak menutup diri. Respons yang terlalu membela membuat anak merasa perilakunya tidak salah.

2. Dengarkan versi lengkap dari sekolah

Tanyakan kepada wali kelas atau guru BK:

  • apa yang terjadi, kapan, dan di mana,
  • apakah ini pertama kali atau sudah berulang,
  • bagaimana keadaan anak yang dirundung,
  • apa langkah yang sudah dan akan diambil sekolah.

Hindari langsung menyangkal. Kumpulkan fakta lebih dulu.

3. Ajak anak bicara dengan tenang

Pilih waktu yang tenang di rumah. Mulailah dengan pertanyaan terbuka, misalnya "Ceritakan apa yang terjadi hari itu." Dengarkan tanpa memotong. Setelah anak selesai bercerita, bantu ia melihat dari sudut pandang temannya: "Menurutmu, bagaimana perasaan dia waktu itu?"

4. Cari tahu penyebabnya

Anak pelaku bully sering punya latar belakang tertentu. Anak mungkin:

  • meniru perilaku yang ia lihat di rumah, di sekolah, atau di media,
  • ingin diterima oleh kelompok tertentu,
  • sedang menghadapi masalah atau tekanan yang tidak ia ceritakan,
  • pernah menjadi korban perundungan.

Memahami penyebab bukan berarti membenarkan perilaku. Tujuannya agar penanganannya tepat.

5. Tegaskan bahwa perilakunya salah

Sampaikan dengan jelas dan tenang bahwa merundung, mengejek, mengucilkan, atau menyakiti orang lain tidak bisa diterima, termasuk lewat media sosial dan pesan daring. Pisahkan antara perilaku dan diri anak: "Ayah dan Ibu sayang kamu, tapi perbuatan itu salah dan harus diperbaiki."

6. Ajak anak bertanggung jawab

Bertanggung jawab lebih bermakna daripada hukuman semata. Bersama sekolah, bantu anak meminta maaf dengan tulus kepada temannya jika korban bersedia, memperbaiki kerugian yang ia timbulkan, dan menyusun komitmen perilaku yang konkret.

7. Bekerja sama dengan sekolah

Sekolah kini memiliki kewajiban yang lebih jelas dalam mencegah dan menangani kekerasan, termasuk perundungan, sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman. Ikuti proses yang dijalankan sekolah, hadiri pertemuan, dan sepakati cara memantau perkembangan anak.

8. Pantau dan perhatikan perubahan

Perubahan perilaku butuh waktu. Tetap berkomunikasi dengan wali kelas, perhatikan pertemanan anak, dan awasi penggunaan gawainya. Jika perilaku berulang atau ada tanda masalah emosional yang lebih dalam, pertimbangkan bantuan psikolog.

9. Jadilah teladan

Anak belajar dari cara orang dewasa memperlakukan orang lain. Cara kita menyelesaikan konflik, berbicara tentang orang lain, dan memperlakukan anggota keluarga adalah pelajaran paling kuat bagi anak.

ASIS: tanda-tanda kecil yang tidak lagi terlewat

Perundungan jarang muncul tiba-tiba. Biasanya ada tanda-tanda kecil sebelumnya: anak sering terlambat, nilainya turun, atau guru melihat perubahan sikap. Masalahnya, tanda-tanda itu tersebar di catatan guru yang berbeda dan baru disadari setelah kejadian.

ASIS hadir dengan visi agar sekolah dan rumah bisa mengenali anak lebih awal. Di ASIS, presensi, nilai, dan catatan guru tersimpan di satu tempat sehingga wali kelas dan guru BK bisa melihat perubahan pola. Orang tua menerima kabar lewat ASIS Mobile, tidak perlu menunggu rapor atau panggilan ke sekolah. Akses data juga dibatasi sesuai peran, sehingga catatan sensitif tentang anak tetap terjaga.

ASIS gratis untuk semua sekolah. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis. Ajak sekolah anak Anda bergabung di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.