Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan analisis hasil penilaian untuk guru: analisis butir soal, ketercapaian per tujuan pembelajaran, pemetaan murid, format tabel, dan contoh perhitungan.
Analisis hasil penilaian adalah kegiatan mengolah hasil asesmen untuk menjawab tiga pertanyaan: soal mana yang bermasalah, tujuan pembelajaran mana yang belum tercapai, dan murid mana yang membutuhkan bantuan atau tantangan tambahan. Tanpa analisis, nilai hanya menjadi angka di daftar nilai. Dengan analisis, nilai menjadi dasar perbaikan soal, perbaikan cara mengajar, serta program remedial dan pengayaan. Artikel ini memberi langkah praktis, format tabel, dan contoh perhitungan yang bisa langsung dipakai guru.
| Lapis | Pertanyaan | Hasil yang dipakai untuk |
|---|---|---|
| Butir soal | Apakah soal terlalu mudah, terlalu sulit, atau tidak membedakan? | Memperbaiki bank soal |
| Tujuan pembelajaran | TP mana yang capaiannya rendah di kelas ini? | Memperbaiki pembelajaran |
| Murid | Siapa yang sudah dan belum mencapai KKTP? | Remedial dan pengayaan |
Tidak semua asesmen perlu dianalisis ketiga lapisnya. Asesmen formatif harian cukup dianalisis per TP dan per murid. Asesmen sumatif akhir lingkup materi atau akhir semester layak dianalisis lengkap.
Susun skor per murid per butir soal. Contoh asesmen sumatif IPAS kelas V, 10 soal pilihan ganda, 8 murid (nama fiktif, data diringkas):
| Murid | S1 | S2 | S3 | S4 | S5 | S6 | S7 | S8 | S9 | S10 | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Alya | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 9 |
| Bima | 1 | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 8 |
| Citra | 1 | 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 1 | 0 | 7 |
| Dani | 1 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 7 |
| Euis | 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 1 | 0 | 5 |
| Fikri | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 5 |
| Gina | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 3 |
| Hadi | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 3 |
Angka 1 berarti benar, 0 berarti salah. Untuk soal uraian, isi dengan skor yang diperoleh.
Rumus yang umum dipakai: P = jumlah murid yang menjawab benar : jumlah murid.
Kriteria yang lazim dipakai: P 0,00–0,30 sukar; 0,31–0,70 sedang; 0,71–1,00 mudah.
Urutkan murid berdasarkan total skor, bagi menjadi kelompok atas dan bawah (di contoh ini 4 atas dan 4 bawah). Rumus: D = (benar kelompok atas : jumlah kelompok atas) – (benar kelompok bawah : jumlah kelompok bawah).
Makin tinggi D, makin baik soal membedakan murid yang sudah dan belum menguasai materi. Nilai D negatif berarti murid yang lemah justru lebih banyak menjawab benar, tanda soal perlu diperiksa.
| Soal | Benar | P | Kategori | Benar atas (4) | Benar bawah (4) | D | Keputusan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| S1 | 8 | 1,00 | Mudah | 4 | 4 | 0,00 | Terlalu mudah, tidak membedakan |
| S4 | 3 | 0,38 | Sedang | 3 | 0 | 0,75 | Baik |
| S6 | 2 | 0,25 | Sukar | 0 | 2 | –0,50 | Periksa kunci dan kalimat soal |
| S8 | 4 | 0,50 | Sedang | 4 | 0 | 1,00 | Sangat baik |
Soal S6 menarik: murid kelompok atas semuanya salah. Kemungkinan kuncinya keliru, kalimatnya ambigu, atau ada pengecoh yang terlalu meyakinkan. Untuk menulis pengecoh yang baik, lihat "Menulis Pengecoh Pilihan Ganda".
Pada kelas kecil seperti contoh ini, angka P dan D hanya petunjuk awal. Gunakan bersama penilaian guru terhadap isi soal.
Kelompokkan soal sesuai TP yang diukur.
| TP | Soal | Skor maksimal kelas | Skor diperoleh | Persentase | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| TP1: menjelaskan bagian tubuh hewan dan fungsinya | S1, S2, S3 | 24 | 20 | 83% | Tercapai |
| TP2: menjelaskan rantai makanan | S4, S5, S6 | 24 | 9 | 38% | Perlu pembelajaran ulang |
| TP3: menjelaskan dampak perubahan lingkungan | S7, S8, S9, S10 | 32 | 21 | 66% | Cukup, perlu penguatan |
TP2 jelas menjadi prioritas. Karena hampir seluruh kelas kesulitan, masalahnya kemungkinan pada cara pembelajaran, bukan pada murid tertentu. Guru dapat mengajarkan ulang dengan pendekatan lain, misalnya kartu rantai makanan atau simulasi.
Bandingkan capaian murid dengan KKTP yang ditetapkan. Misalkan sekolah menetapkan murid dianggap mencapai TP bila menjawab benar minimal dua pertiga soal pada TP tersebut.
| Murid | TP1 | TP2 | TP3 | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|
| Alya | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Pengayaan |
| Bima | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Pengayaan |
| Citra | Tercapai | Belum | Tercapai | Remedial TP2 |
| Euis | Tercapai | Belum | Belum | Remedial TP2 dan TP3 |
| Gina | Belum | Belum | Belum | Pendampingan intensif, cek penyebab |
| Hadi | Belum | Belum | Belum | Pendampingan intensif, cek penyebab |
Untuk murid seperti Gina dan Hadi, lihat juga data lain: kehadiran, catatan wali kelas, atau kemampuan membaca. Nilai rendah di semua TP bisa jadi bukan masalah IPAS. Langkah merancang tindak lanjutnya dibahas di "Program Remedial dan Pengayaan: Format dan Contoh".
Format ringkas yang bisa dilampirkan:
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Identitas | Mapel, kelas, asesmen, tanggal |
| Ringkasan | Rata-rata kelas, jumlah murid mencapai dan belum mencapai |
| Temuan butir soal | Soal yang perlu direvisi beserta alasannya |
| Temuan per TP | TP dengan capaian rendah |
| Tindak lanjut pembelajaran | Perubahan strategi mengajar |
| Tindak lanjut murid | Daftar remedial dan pengayaan |
| Rencana waktu | Kapan tindak lanjut dilakukan |
Hanya menghitung rata-rata kelas. Rata-rata 70 bisa menyembunyikan TP yang capaiannya 38%.
Tidak memperbaiki soal yang bermasalah. Soal yang sama dipakai lagi tahun depan dengan masalah yang sama.
Remedial berupa tes ulang yang sama. Remedial seharusnya pembelajaran ulang, lalu asesmen.
Analisis dikerjakan tetapi tidak dibaca. Bagikan temuan ke forum guru mapel agar menjadi pembelajaran bersama.
Ikuti kebijakan sekolah. Di luar kewajiban administratif, analisis adalah cara paling langsung untuk memperbaiki pembelajaran.
Dengan tabel yang sudah disiapkan atau aplikasi yang menghitung otomatis, analisis satu kelas bisa selesai dalam satu jam pelajaran.
Bisa. Tingkat kesukaran dihitung dari rata-rata skor dibagi skor maksimal. Daya pembeda dihitung dengan membandingkan rata-rata kelompok atas dan bawah.
Itu tanda perlu meninjau pembelajaran, soal, atau KKTP-nya. Diskusikan dengan rekan guru sebelum memutuskan.
Sampaikan dalam bentuk umpan balik: bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang perlu diperbaiki. Lihat "Umpan Balik Asesmen yang Membuat Murid Mau Memperbaiki".
Akar masalah analisis hasil penilaian adalah pekerjaan memindahkan skor dari lembar jawaban ke tabel sebelum analisis bisa dimulai. Karena melelahkan, analisis sering dilewatkan.
ASIS mempersingkat jalan itu. Soal disusun di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, asesmen bisa dilakukan lewat CBT atau ujian kertas dengan lembar jawaban ber-QR, sehingga skor tidak perlu diketik ulang, dan nilai bermuara di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Guru tinggal membaca hasilnya dan menyusun tindak lanjut, sementara bank soal komunitas membantu guru berbagi soal yang sudah teruji.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.