WAWASAN ASIS

Anak Korban Bully: Langkah Orang Tua yang Tepat

Langkah orang tua jika anak korban bully di sekolah: mengenali tanda, cara bertanya, mendokumentasikan, melapor ke sekolah, dan memulihkan rasa aman anak.

Tim Wawasan ASIS 09 Agt 2026 Orang Tua

Jika anak korban bully, langkah pertama orang tua adalah mendengarkan dengan tenang tanpa menyalahkan, memastikan anak aman secara fisik dan emosional, mencatat kejadian beserta bukti, lalu melaporkannya kepada wali kelas atau Kepala Sekolah dan memantau tindak lanjutnya. Hindari mendatangi pelaku atau orang tuanya secara langsung dalam keadaan marah, karena justru bisa memperburuk situasi anak di sekolah. Panduan ini membahas tanda-tanda perundungan, cara bertanya kepada anak, alur melapor, dan cara memulihkan rasa aman anak.

Kenali tanda anak dirundung

Banyak anak tidak langsung bercerita karena malu, takut dianggap lemah, atau diancam pelaku. Perhatikan perubahan berikut:

Area Tanda yang patut diperhatikan
Fisik Memar atau luka yang tidak bisa dijelaskan, barang sering hilang atau rusak
Emosi Murung, mudah marah, cemas, menangis tanpa sebab jelas
Sekolah Menolak berangkat, sering mengeluh sakit di pagi hari, nilai turun drastis
Sosial Tidak lagi menyebut teman, menghindari acara sekolah
Tidur dan makan Sulit tidur, mimpi buruk, nafsu makan berubah
Digital Gelisah setelah membuka ponsel, tiba-tiba menghapus akun media sosial

Satu tanda belum tentu perundungan, tetapi beberapa tanda sekaligus layak ditanyakan dengan lembut.

Cara bertanya kepada anak

Pilih waktu santai, misalnya saat berkendara atau sebelum tidur. Gunakan pertanyaan terbuka:

  • "Siapa teman yang paling sering kamu ajak main akhir-akhir ini?"
  • "Ada kejadian di sekolah yang bikin kamu tidak nyaman?"
  • "Kalau ada teman yang diganggu, biasanya apa yang terjadi?"

Saat anak bercerita:

  1. Dengarkan sampai selesai. Jangan memotong atau langsung memberi solusi.
  2. Validasi perasaannya. "Wajar kamu sedih dan marah. Terima kasih sudah cerita."
  3. Tegaskan bukan salahnya. Hindari kalimat "Kamu sih yang terlalu pendiam" atau "Balas saja".
  4. Janjikan bantuan, bukan kerahasiaan mutlak. Jelaskan bahwa Bapak/Ibu akan membantu dan perlu bicara dengan guru agar anak aman.

Catat dan simpan bukti

Sebelum ke sekolah, susun catatan yang rapi. Catatan faktual membuat laporan lebih mudah ditindaklanjuti.

Yang dicatat Contoh
Tanggal dan waktu Senin, 5 Oktober, saat istirahat pertama
Tempat Belakang kantin
Kejadian Tas anak dibuang ke tempat sampah, diejek dengan sebutan tertentu
Pihak yang terlibat Nama atau ciri pelaku sesuai cerita anak
Saksi Teman yang melihat
Dampak Anak menangis sepulang sekolah, menolak berangkat esok harinya
Bukti Foto luka atau barang rusak, tangkapan layar pesan

Untuk perundungan daring, simpan tangkapan layar lengkap dengan nama akun dan waktu, sebelum pesan dihapus.

Melapor ke sekolah

1. Hubungi wali kelas atau Kepala Sekolah

Minta waktu bertemu secara langsung. Sampaikan catatan kejadian dengan tenang dan faktual. Fokus pada keselamatan anak dan langkah yang akan diambil, bukan pada hukuman untuk pelaku.

2. Pahami alur penanganan di sekolah

Sejak terbitnya Permendikdasmen 6/2026 tentang budaya sekolah aman, yang mencabut Permendikbudristek 46/2023, penanganan kekerasan di sekolah tidak lagi melalui TPPK. Penanganan kini menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah, dengan dukungan Pokja di tingkat daerah sesuai ketentuan. Orang tua berhak menanyakan bagaimana sekolah akan menindaklanjuti laporan.

3. Sepakati langkah tindak lanjut

Tanyakan dengan jelas:

  • Apa yang akan dilakukan sekolah dalam beberapa hari ke depan?
  • Bagaimana sekolah menjamin anak aman saat istirahat dan pulang?
  • Siapa yang bisa dihubungi bila kejadian berulang?
  • Kapan akan ada pertemuan lanjutan?

Minta ringkasan kesepakatan secara tertulis bila memungkinkan.

4. Bila tidak ditangani

Jika laporan tidak ditindaklanjuti atau anak mengalami kekerasan serius, orang tua dapat meneruskan ke dinas pendidikan setempat, layanan perlindungan perempuan dan anak di daerah, atau pihak berwajib bila ada unsur pidana. Simpan semua catatan komunikasi dengan sekolah.

Bila perundungan terjadi secara daring

Perundungan tidak selalu terjadi di halaman sekolah. Banyak anak korban bully mengalaminya di grup percakapan kelas atau media sosial: diejek dalam komentar, fotonya diedit, atau sengaja dikeluarkan dari grup. Langkah yang bisa dilakukan orang tua:

  • jangan langsung menyita ponsel sebagai hukuman, karena anak bisa enggan bercerita lagi,
  • simpan bukti berupa tangkapan layar sebelum pesan dihapus,
  • bantu anak memblokir dan melaporkan akun pelaku di platform tersebut,
  • sampaikan bukti kepada wali kelas bila pelaku adalah teman sekolah,
  • atur bersama anak waktu dan tempat penggunaan ponsel agar Bapak/Ibu lebih mudah mendampingi.

Yang sebaiknya dihindari orang tua

  • Mendatangi pelaku atau orang tuanya di sekolah dengan marah.
  • Mengunggah kejadian dan identitas anak-anak yang terlibat ke media sosial.
  • Menyuruh anak membalas dengan kekerasan.
  • Menganggap remeh dengan kalimat "Namanya juga anak-anak."
  • Langsung memindahkan anak tanpa memberi kesempatan sekolah menangani, kecuali situasinya membahayakan.

Memulihkan rasa aman anak

Dampak perundungan bisa bertahan lama, dan pemulihan anak korban bully membutuhkan kesabaran. Beberapa hal yang membantu pemulihan:

  • Rutinitas yang stabil di rumah: makan bersama, waktu tidur teratur.
  • Kegiatan yang membangun percaya diri, seperti olahraga, seni, atau hobi yang anak sukai.
  • Pertemanan di luar sekolah, misalnya teman di lingkungan rumah atau tempat mengaji.
  • Latihan menghadapi situasi sulit: cara berkata tegas "Berhenti, aku tidak suka", menjauh, dan mencari orang dewasa.
  • Bantuan profesional bila anak menunjukkan kecemasan berat, menarik diri, atau berbicara tentang menyakiti diri. Hubungi psikolog anak atau layanan kesehatan terdekat.

Bila anak justru menjadi pelaku

Kadang orang tua mendapat kabar sebaliknya. Tetap tenang, dengarkan penjelasan sekolah, ajak anak bicara tentang dampak perbuatannya, dan dukung langkah pemulihan seperti meminta maaf dan memperbaiki kerugian. Anak yang merundung sering juga membutuhkan bantuan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang pertama kali dilakukan jika anak korban bully?

Dengarkan anak dengan tenang, tegaskan bahwa itu bukan salahnya, pastikan ia aman, lalu catat kejadian sebelum melapor ke wali kelas atau Kepala Sekolah.

Bolehkah orang tua menegur pelaku secara langsung?

Sebaiknya tidak. Serahkan penanganan kepada sekolah agar prosesnya adil dan tidak memperburuk keadaan anak.

Apakah sekolah masih punya TPPK?

Sejak Permendikdasmen 6/2026 berlaku, TPPK berakhir. Penanganan dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan dukungan Pokja di daerah sesuai ketentuan.

Kapan anak perlu dibawa ke psikolog?

Bila anak menunjukkan kecemasan berat, menarik diri dalam waktu lama, gangguan tidur atau makan yang menetap, atau berbicara tentang menyakiti diri.

Apakah sebaiknya anak dipindahkan sekolah?

Pindah sekolah bisa menjadi pilihan bila sekolah tidak mampu menjamin keamanan anak. Namun, berikan dulu kesempatan sekolah menangani, kecuali situasinya membahayakan.

ASIS: Komunikasi Sekolah dan Orang Tua yang Tidak Menunggu Masalah Membesar

Banyak kasus perundungan baru diketahui orang tua setelah berlangsung berminggu-minggu. Catatan guru tersebar, laporan orang tua disampaikan lisan lalu terlupa, dan tindak lanjut tidak terdokumentasi dengan baik.

ASIS membantu sekolah membangun komunikasi yang lebih tertib. Layanan BK mencatat pendampingan murid, profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan, dan presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah membantu guru melihat pola ketidakhadiran yang bisa menjadi tanda awal masalah. Kabar dari sekolah sampai ke orang tua lewat notifikasi aplikasi, kotak masuk, atau surel, dan tiap peran hanya melihat data yang ia perlukan sehingga informasi sensitif tetap terjaga. Sekolah yang ingin memperkuat kemampuan guru dalam menangani perundungan juga bisa memanfaatkan kursus di Akademi ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.