WAWASAN ASIS

Akademi ASIS: Kursus Daring untuk Guru dan Pengguna ASIS

Akademi ASIS adalah ruang kursus daring untuk guru dan pengguna ASIS. Siapa yang cocok ikut, cara memakainya untuk pelatihan sekolah, dan rencana per peran.

Tim Wawasan ASIS 01 Sep 2026 Mengenal ASIS

Akademi ASIS adalah ruang kursus daring dari ASIS untuk guru dan pengguna ASIS. Kursusnya disusun dekat dengan pekerjaan sehari-hari di sekolah, sehingga yang dipelajari bisa langsung dipraktikkan: dari memakai fitur ASIS sesuai peran, sampai praktik pengelolaan kelas dan sekolah yang lebih baik. Bagi Kepala Sekolah, Akademi menjadi alat untuk melatih guru dan staf tanpa harus selalu mendatangkan narasumber atau mengumpulkan semua orang di aula. Artikel ini menjelaskan apa itu Akademi, siapa yang paling diuntungkan, cara memakainya untuk program pelatihan sekolah, dan rencana belajar per peran.

Mengapa sekolah butuh ruang belajar sendiri

Pelatihan aplikasi di sekolah biasanya berlangsung sekali di awal: semua guru dikumpulkan, narasumber menjelaskan banyak menu dalam dua jam, lalu selesai. Dua pekan kemudian, sebagian besar guru lupa. Guru baru yang masuk di tengah tahun tidak pernah ikut pelatihan sama sekali.

Masalah lain yang sering muncul:

  • operator menjadi satu-satunya orang yang paham, sehingga kewalahan,
  • guru malu bertanya hal yang dianggap sepele,
  • pelatihan tidak membedakan kebutuhan guru, Bendahara, dan pimpinan,
  • tidak ada catatan siapa sudah belajar apa.

Kursus daring yang bisa diulang kapan saja menjawab banyak masalah ini.

Apa yang ditawarkan Akademi

Aspek Penjelasan
Bentuk Kursus daring
Peserta Guru dan pengguna ASIS
Fokus materi Pekerjaan nyata di sekolah dan pemakaian ASIS sesuai peran
Waktu belajar Fleksibel, bisa di sela jadwal mengajar
Akses Bersama akun dan ekosistem ASIS

Daftar kursus dapat bertambah. Silakan lihat koleksi terbaru di Akademi melalui asis.id.

Siapa yang paling diuntungkan

Guru

Guru bisa mempelajari cara mengisi presensi, jurnal mengajar, tugas online, nilai, dan e-Rapor sesuai kecepatan masing-masing. Guru yang lebih cepat bisa melanjutkan ke materi lanjutan, sementara yang perlu waktu bisa mengulang.

Operator dan TU

Operator memegang fondasi data: impor file ekspor Dapodik/EMIS, pengaturan rombel, peran, dan modul. Kursus membantu operator baru cepat mandiri saat terjadi mutasi.

Bendahara

Alur tagihan, verifikasi bukti bayar, kas, RKAS, dan SPJ perlu dipahami dengan teliti karena menyangkut uang dan pertanggungjawaban.

Kepala Sekolah dan wakasek

Pimpinan perlu memahami cara membaca Dashboard Goal dan memanfaatkan data untuk keputusan, bukan hanya melihat angka.

Memakai Akademi untuk program pelatihan sekolah

Kepala Sekolah bisa menjadikan Akademi sebagai tulang punggung pelatihan internal. Contoh pola di SMA swasta fiktif di Semarang:

  1. Pemetaan kebutuhan. Wakasek Kurikulum mendata fitur yang akan dipakai semester ini.
  2. Penugasan kursus per peran. Guru mapel mengikuti kursus terkait jurnal dan nilai, wali kelas tambahan kursus presensi dan profil murid, Bendahara kursus keuangan.
  3. Belajar mandiri selama dua pekan. Guru belajar di sela jadwal.
  4. Sesi praktik bersama. Satu jam di ruang komputer, guru mempraktikkan langsung dengan data kelasnya.
  5. Berbagi di forum. Pertanyaan yang belum terjawab diajukan di forum ASIS agar bisa dijawab sesama pengguna.

Hasilnya, pelatihan tidak berhenti di satu hari, dan guru baru di semester berikutnya cukup diarahkan ke kursus yang sama.

Rencana belajar empat pekan per peran

Pekan Guru Operator Bendahara Pimpinan
1 Masuk akun, mengenal menu peran Data sekolah dan impor Mengenal menu keuangan Mengenal Dashboard Goal
2 Presensi dan jurnal mengajar Peran dan modul Tagihan dan verifikasi bukti bayar Membaca rekap per peran
3 Tugas online dan nilai Pemeliharaan data dan mutasi Kas, RKAS, SPJ Menetapkan target
4 Berbagi praktik di forum Membantu guru Laporan untuk pimpinan Rapat berbasis data

Rencana ini bisa disesuaikan dengan kursus yang tersedia dan modul yang diaktifkan sekolah.

Akademi dan forum: dua sisi belajar

Kursus memberi struktur, forum memberi percakapan. Di Akademi, guru belajar langkah dan konsep. Di forum ASIS, guru bertanya hal yang spesifik, misalnya pengalaman sekolah lain menerapkan presensi pengenalan wajah atau mengatur jadwal kelas rangkap. Keduanya saling melengkapi.

Untuk pembahasan pelatihan guru secara lebih umum, baca "Pelatihan Guru Online Gratis: Belajar di Akademi ASIS" dan "Aplikasi Forum Guru: Tempat Berbagi Praktik yang Bermanfaat".

Contoh: SD negeri dengan guru senior

Di SD negeri fiktif di Klaten, separuh guru sudah mengajar lebih dari dua puluh tahun dan jarang memakai aplikasi. Kepala Sekolah tidak memaksa semua guru belajar sekaligus. Ia memulai dengan satu kursus tentang presensi, lalu meminta guru muda mendampingi guru senior duduk berdampingan di ruang guru setiap Rabu siang.

Dalam sebulan, semua wali kelas mencatat presensi dari ponsel. Kunci keberhasilannya bukan kecanggihan materi, tetapi suasana belajar yang aman: guru boleh bertanya berulang kali, dan kesalahan dianggap bagian dari belajar.

Tips agar kursus daring benar-benar dipakai

  • Sediakan waktu resmi. Misalnya satu jam per pekan di jadwal guru, bukan hanya "kalau sempat".
  • Kaitkan dengan pekerjaan nyata. Setelah kursus presensi, minta guru langsung mencatat presensi kelasnya.
  • Pasangkan guru. Guru yang mahir mendampingi guru yang perlu bantuan.
  • Apresiasi. Sebutkan guru yang aktif berbagi di rapat bulanan.
  • Evaluasi. Tanyakan materi apa yang paling membantu dan apa yang masih kurang.

Kesalahan yang sering terjadi

Mewajibkan semua kursus untuk semua orang. Guru mapel tidak perlu kursus keuangan. Tugaskan sesuai peran.

Kursus tanpa praktik. Tanpa praktik dengan data sendiri, materi cepat terlupa.

Hanya operator yang belajar. Operator akan menjadi tempat bertanya semua orang dan cepat kelelahan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang bisa ikut Akademi ASIS?

Akademi diperuntukkan bagi guru dan pengguna ASIS.

Apakah Akademi ASIS hanya membahas cara memakai aplikasi?

Materinya dekat dengan pekerjaan di sekolah, termasuk pemakaian ASIS sesuai peran. Lihat daftar kursus terbaru untuk cakupan lengkapnya.

Bagaimana Kepala Sekolah memantau guru yang sudah belajar?

Sekolah bisa menetapkan rencana belajar per peran dan mengevaluasinya di rapat bulanan, lalu melihat dampaknya pada pemakaian fitur di sekolah.

Apakah guru baru di tengah tahun bisa ikut?

Bisa. Kursus daring dapat diikuti kapan saja, sehingga guru baru tidak perlu menunggu pelatihan berikutnya.

Kalau ada pertanyaan yang tidak terjawab di kursus?

Ajukan di forum ASIS, baca Panduan ASIS di asis.id, atau hubungi tim dukungan.

ASIS: Belajar Bersama agar Teknologi Benar-benar Dipakai

Banyak aplikasi sekolah gagal bukan karena fiturnya kurang, melainkan karena penggunanya tidak pernah benar-benar belajar memakainya. Pelatihan sekali jalan cepat terlupa, operator kewalahan, dan guru kembali ke cara lama.

ASIS memegang tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Akademi ASIS menyediakan kursus daring untuk guru dan pengguna, forum ASIS menjadi tempat berbagi praktik, dan Panduan ASIS memberi langkah rinci. Dengan 45 peran yang jelas, setiap orang bisa belajar tepat sesuai tugasnya.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai belajar bersama di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.