Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Isi gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan ide program sekolah untuk tiap kebiasaan, cara melibatkan orang tua, serta cara memantaunya.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah program pendidikan karakter yang diperkenalkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gagasannya sederhana: karakter tumbuh dari kebiasaan kecil yang diulang setiap hari, di sekolah dan di rumah. Tantangan bagi sekolah bukan memahami daftarnya, melainkan mengubahnya menjadi rutinitas yang hidup, bukan sekadar spanduk di gerbang.
Artikel ini menguraikan setiap kebiasaan beserta ide program yang realistis untuk SD, SMP, dan SMA, cara melibatkan orang tua, dan cara memantau tanpa menambah beban administrasi guru.
| Kebiasaan | Inti | Peran sekolah | Peran rumah |
|---|---|---|---|
| Bangun pagi | Memulai hari tanpa terburu-buru | Kegiatan pagi yang menarik | Jam bangun teratur |
| Beribadah | Menguatkan nilai spiritual | Kegiatan keagamaan sesuai agama murid | Ibadah bersama keluarga |
| Berolahraga | Menjaga kebugaran | Senam, permainan aktif | Aktivitas fisik di luar layar |
| Makan sehat dan bergizi | Asupan seimbang | Edukasi gizi, kantin sehat | Sarapan dan bekal bergizi |
| Gemar belajar | Rasa ingin tahu | Literasi, proyek, pojok baca | Waktu membaca bersama |
| Bermasyarakat | Peduli dan bekerja sama | Kerja bakti, kegiatan sosial | Ikut kegiatan lingkungan |
| Tidur cepat | Istirahat cukup | Edukasi pola tidur | Batas layar di malam hari |
Kebiasaan pertama dan terakhir saling terkait. Anak yang tidur cepat lebih mudah bangun pagi, dan anak yang bangun pagi lebih siap belajar.
Hindari hukuman yang mempermalukan murid terlambat. Cari tahu penyebabnya, karena bisa jadi ada masalah transportasi atau kondisi keluarga.
Sekolah perlu memastikan murid dari agama minoritas juga mendapat ruang dan pendampingan yang layak.
Poin terakhir sering terlupakan. Sekolah tidak bisa menganjurkan tidur cepat sambil membebani tugas yang dikumpulkan tengah malam.
Jangan menerapkan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat sekaligus dengan target berat. Lebih efektif memilih fokus bergilir.
| Bulan | Kebiasaan fokus | Kegiatan puncak |
|---|---|---|
| Juli–Agustus | Bangun pagi dan tidur cepat | Kesepakatan jam tidur bersama orang tua |
| September | Makan sehat dan bergizi | Hari bekal sehat dan pemeriksaan UKS |
| Oktober | Gemar belajar | Bulan literasi dan pameran buku |
| November | Bermasyarakat | Kerja bakti dan aksi sosial |
| Desember | Berolahraga | Festival permainan tradisional |
| Sepanjang semester | Beribadah | Kegiatan keagamaan rutin |
Kebiasaan yang sudah menjadi fokus tetap dijalankan setelah bulannya lewat, hanya intensitas kampanyenya yang turun.
Sebagian besar dari tujuh kebiasaan terjadi di rumah. Tanpa orang tua, sekolah hanya memegang separuh cerita.
Lembar pemantauan sebaiknya ringkas. Bila terlalu panjang, orang tua akan mengisinya asal-asalan.
Pantau sedikit indikator yang paling mudah diamati di sekolah:
Catat secara berkala, misalnya mingguan, lalu gunakan sebagai bahan percakapan dengan murid dan orang tua, bukan sebagai nilai rapor.
Seremonial saja. Peluncuran meriah, lalu hilang setelah sebulan. Kebiasaan butuh pengulangan.
Menghukum, bukan membina. Murid yang tidak sarapan mungkin berasal dari keluarga dengan keterbatasan. Pendekatan empatik lebih tepat.
Guru tidak memberi contoh. Anjuran tidur cepat dan olahraga lebih kuat bila guru juga menjalaninya.
Laporan berlebihan. Formulir yang terlalu banyak membuat guru sibuk mengisi, bukan mendampingi.
Dengan langkah-langkah ini, 7 kebiasaan anak Indonesia hebat bisa menjadi budaya sekolah, bukan proyek sesaat.
Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Tidak ada keharusan menjadikannya nilai angka. Pemantauan lebih tepat dipakai untuk pembinaan dan komunikasi dengan orang tua. Rujuk arahan resmi terbaru bila ada ketentuan pelaporan.
Gunakan bentuk bermain dan cerita, misalnya lagu bangun pagi atau permainan memilih makanan sehat, dengan pendampingan orang tua yang lebih intens.
Bisa wakil kepala bidang kemuridan atau tim yang ditunjuk Kepala Sekolah, bekerja sama dengan wali kelas, guru BK, dan UKS.
Mulai dari kebiasaan yang paling bisa dikendalikan sekolah, seperti olahraga dan membaca, sambil terus berkomunikasi dengan orang tua secara positif.
Program karakter sering gagal karena dua hal: pemantauan tersebar di kertas yang sulit direkap, dan kabar ke orang tua terlambat atau tidak sampai. Akibatnya, sekolah dan rumah berjalan sendiri-sendiri.
ASIS membantu sekolah menjaga program tetap hidup. Presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah memberi data kehadiran tepat waktu tanpa rekap manual. Catatan perkembangan di profil murid yang utuh, layanan BK, dan modul UKS membantu guru melihat anak secara menyeluruh. Dashboard Goal memungkinkan sekolah menetapkan target per peran, misalnya target kehadiran tepat waktu atau kegiatan literasi. Kabar dan pengingat sampai ke orang tua lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, lengkap dengan jam tenang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Antara, Mendikdasmen kenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria; Detik, Isi 2 Program Baru Kemendikdasmen
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.