Soal Literasi Teks Informasi SD Kelas 5: Contoh dan Kunci
Contoh soal literasi teks informasi SD kelas 5 lengkap dengan teks bacaan orisinal, lima bentuk soal, kunci jawaban, dan rubrik penskoran uraian.
Memilih software pesantren: bandingkan model web, aplikasi Android, dan instal di server pondok dari sisi internet, listrik, perangkat, biaya, dan tenaga.
Saat memilih software pesantren, pertanyaan teknis pertama bukan "fiturnya apa saja", melainkan "di mana aplikasinya berjalan". Ada tiga model umum: berbasis web (cloud), aplikasi Android, dan aplikasi yang dipasang di komputer atau server milik pondok. Masing-masing cocok untuk kondisi yang berbeda. Artikel ini membandingkan ketiganya dengan kacamata pesantren: internet yang kadang lemah, santri yang tidak memegang ponsel, listrik yang bisa padam, dan pengurus yang merangkap banyak tugas.

Aplikasi dibuka lewat peramban di laptop atau ponsel. Data disimpan di server penyedia layanan, dan pembaruan dilakukan penyedia.
Kelebihan: tanpa instalasi, bisa dibuka dari mana saja, cadangan data diurus penyedia, pengasuh bisa memantau saat bepergian. Kekurangan: butuh koneksi internet; bila internet pondok putus, sebagian pekerjaan tertunda.
Biasanya melengkapi versi web. Cocok untuk wali santri, ustaz yang mencatat setoran hafalan di halaqah, atau petugas keamanan yang mencatat izin di gerbang.
Kelebihan: praktis, notifikasi langsung ke ponsel, kamera ponsel bisa dipakai untuk presensi atau memotret bukti. Kekurangan: tidak nyaman untuk pekerjaan berat seperti menyusun jadwal atau laporan keuangan; tergantung kualitas ponsel pengguna.
Aplikasi diinstal di komputer kantor atau server lokal, kadang hanya bisa diakses dari jaringan pondok.
Kelebihan: tetap berjalan saat internet putus, data secara fisik ada di pondok. Kekurangan: pondok menanggung perawatan server, listrik, cadangan, keamanan, dan pemasangan pembaruan. Bila komputer rusak dan tidak ada cadangan, data bisa hilang.
| Aspek | Web (cloud) | Android | Instal di server pondok |
|---|---|---|---|
| Internet putus | Sebagian tertunda | Sebagian tertunda | Tetap jalan di jaringan lokal |
| Listrik padam | Bisa lewat ponsel | Bisa lewat ponsel | Server mati tanpa UPS/genset |
| Cadangan data | Diurus penyedia | Mengikuti server penyedia | Diurus pondok |
| Pembaruan | Otomatis | Lewat toko aplikasi | Dipasang manual |
| Tenaga IT | Tidak wajib | Tidak wajib | Perlu yang paham server |
| Akses wali santri | Mudah | Paling mudah | Sulit tanpa akses dari luar |
| Biaya awal | Rendah | Rendah | Komputer server, UPS, lisensi |
Model web ditambah aplikasi Android biasanya paling efisien. Pengurus bekerja di laptop, ustaz dan wali memakai ponsel.
Pilih software pesantren yang tetap memungkinkan sebagian pekerjaan berjalan tanpa internet, atau atur ritme kerja: catat di ponsel saat sinyal ada, rekap di kantor saat koneksi stabil. Investasi kecil pada modem cadangan atau paket data khusus kantor sering lebih murah daripada membangun server sendiri.
Server lokal bisa jadi pilihan bila ada orang yang sanggup merawatnya. Pastikan ada jadwal cadangan harian, salinan di luar lokasi, dan rencana bila petugas IT pindah tugas.
Ini kondisi umum di pesantren. Artinya, aplikasi untuk santri tidak terlalu penting; yang lebih penting adalah aplikasi untuk pengurus, ustaz, dan wali santri. Presensi santri bisa dilakukan petugas dengan memindai kartu QR atau wajah santri memakai satu perangkat di titik kumpul.
Bayangkan Pondok Pesantren Al-Hikmah (fiktif) dengan 300 santri sedang menimbang dua pilihan. Angka berikut hanyalah ilustrasi untuk melatih cara berhitung, bukan harga pasar.
| Komponen | Instal di server pondok | Cloud per santri (ilustrasi) |
|---|---|---|
| Perangkat | Komputer server dan UPS, dibagi umur pakai | Tidak ada |
| Listrik dan internet | Server menyala 24 jam | Internet kantor biasa |
| Tenaga | Honor teknisi atau waktu operator | Tidak wajib |
| Langganan | Lisensi atau biaya perawatan | Rp5.000–Rp15.000 per santri per bulan |
Pada contoh langganan per santri, 300 santri berarti Rp1,5 juta sampai Rp4,5 juta per bulan. Bandingkan dengan model per lembaga atau gratis. Intinya, jumlahkan semua komponen selama minimal tiga tahun sebelum memutuskan, karena model yang murah di awal belum tentu murah dalam jangka panjang.
Soal keamanan data dan dukungan purnajual dibahas lebih dalam di artikel "Software Pondok Pesantren: Keamanan Data dan Dukungan". Untuk pilihan aplikasi di ponsel, lihat juga "Aplikasi Pondok Pesantren Android untuk Pengurus dan Wali".
Untuk pondok dengan santri di bawah seratus dan tanpa tenaga IT, model web ditambah aplikasi Android biasanya paling ringan karena tidak perlu merawat server.
Belum tentu. Data di server sendiri aman dari pihak luar hanya bila server dirawat, dikunci, dan dicadangkan dengan benar. Tanpa itu, risiko kehilangan data justru lebih besar.
Pilih aplikasi yang tetap bisa dipakai lewat ponsel dengan data seluler, dan pastikan pekerjaan penting seperti ujian bisa berjalan luring bila tersedia. Siapkan juga koneksi cadangan.
Banyak wali santri memakai Android, tetapi tetap sediakan akses web agar pengguna iPhone bisa membuka lewat peramban.
Bervariasi: ada yang gratis, ada yang dihitung per santri per bulan, ada yang lisensi sekali beli ditambah biaya perawatan. Hitung biaya total per tahun, bukan hanya harga awal.
Banyak pondok memilih server lokal karena khawatir internet, lalu kewalahan merawat komputernya. Sebaliknya, ada yang memilih aplikasi web, tetapi wali santri tetap tidak mendapat kabar karena tidak ada aplikasi di ponsel mereka.
ASIS menggabungkan keduanya. Pengurus bekerja di asis.id lewat peramban, ustaz dan petugas memakai ASIS Mobile di Android, dan wali santri memakai Basmalah untuk melihat presensi, hafalan, progres kitab, izin, dan tagihan. Pembaruan berjalan otomatis, ujian di HP bisa dikerjakan luring, dan presensi wajah bisa dijalankan di server lokal sehingga data wajah tidak dikirim ke luar. Fitur lain tetap memerlukan internet.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Coba sendiri di asis.id.
Contoh soal literasi teks informasi SD kelas 5 lengkap dengan teks bacaan orisinal, lima bentuk soal, kunci jawaban, dan rubrik penskoran uraian.
Sistem administrasi pesantren yang tertib dimulai dari dokumen lembaga, data santri, dan arsip akademik. Daftar dokumen wajib, penanggung jawab, dan alurnya.
Akreditasi SMK menuntut bukti kerja sama industri dan keterserapan lulusan. Pelajari dokumen yang perlu disiapkan dan cara merawatnya sepanjang tahun.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.