Software Pesantren: Web, Android, atau Instal di Server?
Memilih software pesantren: bandingkan model web, aplikasi Android, dan instal di server pondok dari sisi internet, listrik, perangkat, biaya, dan tenaga.
Contoh soal literasi teks informasi SD kelas 5 lengkap dengan teks bacaan orisinal, lima bentuk soal, kunci jawaban, dan rubrik penskoran uraian.
Soal literasi teks informasi SD yang baik tidak hanya menanyakan "apa yang tertulis", tetapi juga melatih murid menafsirkan dan menilai isi bacaan. Berikut satu paket siap pakai untuk kelas 5: teks informasi orisinal berjudul "Kompos dari Halaman Sekolah", sepuluh soal dalam lima bentuk, kunci jawaban beserta alasannya, dan rubrik penskoran uraian. Bapak/Ibu bebas menyalin dan menyesuaikannya untuk latihan di kelas.

Agar soal tidak berhenti di level mengingat, paket ini disusun dengan tiga level yang lazim dipakai dalam asesmen literasi membaca.
| Level | Yang diminta dari murid | Contoh kata kerja |
|---|---|---|
| Menemukan informasi | Mencari fakta yang tersurat | sebutkan, temukan, tunjukkan |
| Memahami (interpretasi) | Menghubungkan, menyimpulkan, menafsirkan | simpulkan, jelaskan mengapa |
| Mengevaluasi dan merefleksi | Menilai isi dan mengaitkan dengan pengalaman | setujukah, menurutmu, bagaimana jika |
Komposisi yang wajar untuk kelas 5: sekitar 40% menemukan informasi, 40% memahami, dan 20% evaluasi.
Setiap pagi, petugas kebersihan SD Harapan Bangsa menyapu daun kering di halaman. Dulu, daun-daun itu dibakar atau dibuang ke tempat sampah. Sekarang, daun tersebut diolah menjadi kompos.
Kompos adalah pupuk yang berasal dari sisa makhluk hidup yang membusuk, misalnya daun, rumput, dan sisa sayur. Proses pembusukan ini dibantu oleh makhluk hidup yang sangat kecil yang disebut mikroorganisme. Selain itu, cacing dan serangga kecil juga ikut menguraikan sampah.
Murid kelas 5 membuat kompos dengan cara sederhana. Pertama, mereka mengumpulkan daun kering dan sisa sayur dari kantin. Kedua, bahan itu dipotong kecil-kecil agar lebih cepat membusuk. Ketiga, bahan dimasukkan ke dalam tong berlubang, lalu diselingi tanah. Keempat, tumpukan diaduk seminggu sekali dan disiram bila terlalu kering.
Setelah beberapa minggu, bahan berubah warna menjadi cokelat kehitaman dan berbau seperti tanah. Itu tandanya kompos sudah matang. Kompos kemudian dipakai untuk memupuk tanaman di kebun sekolah.
Membuat kompos memiliki banyak manfaat. Sampah yang dibuang ke tempat pembuangan menjadi lebih sedikit. Asap dari pembakaran sampah juga berkurang. Tanaman di sekolah tumbuh lebih subur tanpa harus membeli pupuk.
1. Bahan apa saja yang diolah menjadi kompos oleh murid kelas 5? A. Plastik dan kertas B. Daun kering dan sisa sayur C. Kaleng dan botol D. Kain dan kayu
2. Mengapa bahan kompos dipotong kecil-kecil? A. Agar mudah dibawa ke kebun B. Agar tong cepat penuh C. Agar lebih cepat membusuk D. Agar tidak berbau
3. Ide pokok paragraf kelima adalah ... A. Cara membuat kompos B. Ciri kompos yang matang C. Manfaat membuat kompos D. Bahan pembuat kompos
4. Berilah tanda centang pada pernyataan yang BENAR sesuai teks. (Jawaban bisa lebih dari satu.)
| Pernyataan | Benar |
|---|---|
| Mikroorganisme membantu proses pembusukan. | |
| Tumpukan kompos diaduk setiap hari. | |
| Kompos matang berbau seperti tanah. | |
| Kompos dijual ke luar sekolah. |
5. Jodohkan langkah dengan urutannya.
| Langkah | Urutan |
|---|---|
| Memasukkan bahan ke tong berlubang | (a) Pertama |
| Mengumpulkan daun dan sisa sayur | (b) Kedua |
| Mengaduk tumpukan seminggu sekali | (c) Ketiga |
| Memotong bahan kecil-kecil | (d) Keempat |
6. Makhluk hidup sangat kecil yang membantu pembusukan disebut ...
7. Sebutkan dua ciri kompos yang sudah matang menurut teks.
8. Mengapa menurutmu sekolah memilih membuat kompos daripada membakar daun? Gunakan informasi dari teks.
9. Andi berkata, "Membuat kompos itu tidak ada gunanya karena sekolah bisa membeli pupuk." Setujukah kamu? Jelaskan alasanmu dengan dua bukti dari teks.
10. Bila kamu ingin membuat kompos di rumah, bahan apa yang bisa kamu kumpulkan dan di mana kamu akan menyimpannya?
| No | Kunci | Level | Alasan singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | B | Menemukan | Tersurat di paragraf ketiga |
| 2 | C | Menemukan | Tersurat di langkah kedua |
| 3 | C | Memahami | Kalimat utama paragraf kelima |
| 4 | Pernyataan 1 dan 3 | Menemukan | Diaduk seminggu sekali; tidak ada info dijual |
| 5 | Kumpulkan (a), potong (b), masukkan (c), aduk (d) | Memahami | Urutan proses di paragraf ketiga |
| 6 | Mikroorganisme | Menemukan | Paragraf kedua |
| 7 | Cokelat kehitaman; berbau seperti tanah | Menemukan | Paragraf keempat |
| 8 | Uraian | Memahami | Sampah berkurang, asap berkurang |
| 9 | Uraian | Evaluasi | Menilai pendapat dengan bukti teks |
| 10 | Uraian | Evaluasi | Menerapkan ke pengalaman sendiri |
| Skor | Kriteria |
|---|---|
| 3 | Jawaban tepat, memakai minimal dua informasi dari teks, kalimat runtut |
| 2 | Jawaban tepat, memakai satu informasi dari teks |
| 1 | Jawaban berupa pendapat tanpa dukungan teks |
| 0 | Tidak menjawab atau tidak sesuai pertanyaan |
Untuk soal 9, jawaban "setuju" tetap bisa mendapat skor penuh bila alasannya logis dan menyebut bukti teks. Yang dinilai adalah kemampuan berargumen, bukan pilihan sikapnya.
Ide integrasi literasi ke mata pelajaran lain ada di artikel "Integrasi Literasi Numerasi Lintas Mapel dan Contohnya".
Teks yang menyampaikan fakta atau pengetahuan tentang suatu topik, misalnya proses, benda, atau peristiwa, dengan bahasa yang jelas dan tidak berisi cerita rekaan.
Sekitar 200–350 kata dengan 4–6 paragraf sudah cukup untuk 8–10 soal tanpa membuat murid kelelahan.
Bentuk dan levelnya mengikuti pola yang lazim dalam asesmen literasi membaca. Mulai 2026 Asesmen Nasional digabung dengan TKA, jadi rujuk kisi-kisi resmi terbaru untuk detailnya.
Pilihan yang umum: skor penuh bila semua centang benar, skor sebagian bila sebagian benar. Tetapkan aturannya sejak awal dan terapkan sama untuk semua murid.
Boleh, tetapi sebaiknya dipakai sebagai latihan agar murid terbiasa. Untuk ujian, buat teks baru supaya murid tidak hanya menghafal jawaban.
Guru sering menghabiskan waktu bukan untuk menyusun soal, tetapi untuk mengetik ulang, mengoreksi satu per satu, lalu menghitung butir mana yang paling banyak salah. Akibatnya, analisis yang paling berguna untuk perbaikan pembelajaran justru jarang dilakukan.
ASIS membantu lewat bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, CBT yang bisa dikerjakan murid di HP, lembar jawaban ber-QR yang bisa dipindai kamera untuk koreksi, serta analisis butir soal otomatis. Teks bacaan pendukung bisa diambil dari buku pelajaran pemerintah di Pustaka, dan latihan bisa dibuat lebih seru lewat kuis di Studio.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan coba di asis.id.
Memilih software pesantren: bandingkan model web, aplikasi Android, dan instal di server pondok dari sisi internet, listrik, perangkat, biaya, dan tenaga.
Sistem administrasi pesantren yang tertib dimulai dari dokumen lembaga, data santri, dan arsip akademik. Daftar dokumen wajib, penanggung jawab, dan alurnya.
Akreditasi SMK menuntut bukti kerja sama industri dan keterserapan lulusan. Pelajari dokumen yang perlu disiapkan dan cara merawatnya sepanjang tahun.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.