WAWASAN ASIS

Ujian Pakai HP Murid: Pengaturan dan Pengawasan

Panduan ujian pakai HP murid: syarat perangkat, pengaturan ruang dan token, aturan pengawasan, cara menangani HP mati atau internet putus, dan daftar cek.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Kurikulum & Pembelajaran
Ilustrasi ruang ujian, siswa mengerjakan ujian pakai HP di meja masing-masing, guru pengawas berjalan di kelas

Ujian pakai HP murid adalah cara paling realistis bagi banyak sekolah untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer tanpa lab yang memadai. Hampir semua murid SMP dan SMA sudah punya ponsel, sehingga sekolah tidak perlu menyediakan ratusan perangkat. Tantangannya ada di tiga hal: perangkat murid yang beragam, koneksi yang tidak selalu stabil, dan pengawasan agar murid tidak membuka aplikasi lain.

Panduan ini membahas persiapan perangkat, pengaturan ruang dan sesi, aturan pengawasan, cara menangani gangguan, serta daftar cek untuk operator dan pengawas. Untuk persiapan CBT secara umum, baca juga "Checklist Persiapan CBT: Server, Jaringan, dan Perangkat".

Ilustrasi guru memeriksa HP siswa di meja depan kelas sebelum ujian, keranjang penitipan HP dan kartu token di meja

Kapan ujian di HP cocok dipakai

Cocok Kurang cocok
Penilaian harian dan tengah semester Murid kelas rendah SD yang belum terbiasa dengan ponsel
Sekolah tanpa lab komputer yang cukup Sekolah yang sebagian besar muridnya tidak punya ponsel
Tryout dan latihan menjelang TKA Ujian yang soalnya banyak memakai gambar rumit atau tabel lebar
Soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat Ujian praktik

Untuk murid yang tidak punya ponsel, sediakan perangkat cadangan milik sekolah atau lembar jawaban kertas. Jangan sampai ada murid yang dirugikan karena kondisi ekonomi.

Persiapan perangkat murid

Syarat minimal

Tentukan syarat minimal sesuai aplikasi ujian yang dipakai, misalnya versi Android tertentu, ruang penyimpanan kosong, dan baterai penuh. Umumkan kepada murid dan orang tua minimal sepekan sebelum ujian.

Pendataan perangkat

Wali kelas mendata murid yang:

  • punya ponsel yang memenuhi syarat,
  • punya ponsel tetapi di bawah syarat,
  • tidak punya ponsel.

Dua kelompok terakhir dialokasikan perangkat sekolah atau ruang khusus.

Uji coba H-3

Tiga hari sebelum ujian, adakan simulasi 15 menit per kelas. Murid memasang atau memperbarui aplikasi, masuk dengan akunnya, dan mengerjakan soal contoh. Masalah login, aplikasi kedaluwarsa, dan memori penuh hampir selalu muncul di sini, bukan di hari ujian.

Pengaturan ruang dan sesi

Pengaturan Rekomendasi
Jumlah murid per ruang Sesuai kapasitas ruang dan jumlah pengawas
Posisi duduk Berjarak, layar tidak menghadap teman
Stopkontak Siapkan terminal listrik untuk pengisian darurat
Jaringan Uji kecepatan di tiap ruang; siapkan titik akses cadangan
Sesi Bagi sesi bila jaringan tidak sanggup menampung semua murid bersamaan
Token Satu token per sesi, diberikan saat ujian dimulai

Peran dalam pelaksanaan

  • Operator atau proktor: mengatur jadwal, membuka sesi, membagikan token, memantau status murid.
  • Pengawas ruang: memeriksa identitas, membacakan tata tertib, mengawasi, mencatat kejadian.
  • Teknisi: membantu murid yang aplikasinya bermasalah.
  • Guru mapel: memastikan soal benar dan siap menjawab bila ada soal bermasalah.

Aturan pengawasan

Tata tertib yang dibacakan sebelum ujian:

  1. Ponsel hanya membuka aplikasi ujian selama ujian berlangsung.
  2. Notifikasi dimatikan atau ponsel dalam mode jangan ganggu.
  3. Tidak ada ponsel kedua di meja atau di saku.
  4. Bila aplikasi tertutup atau ponsel mati, angkat tangan dan lapor pengawas.
  5. Dilarang memotret layar.

Pengawas berkeliling, bukan duduk di depan saja. Catat setiap kejadian di berita acara: nama murid, jam, dan tindakan yang diambil. Kecurangan ditangani secara mendidik sesuai tata tertib sekolah. Strategi pencegahannya dibahas di "Mencegah Kecurangan Ujian Online: Panduan untuk Guru".

Menangani gangguan saat ujian

Gangguan Tindakan
Baterai habis Isi daya di terminal listrik, lanjutkan ujian dengan sisa waktu dicatat
Aplikasi tertutup Murid masuk kembali; proktor mengizinkan bila perlu
Internet putus Bila aplikasi mendukung mode luring, murid tetap mengerjakan dan jawaban dikirim saat koneksi kembali
Ponsel rusak Pindah ke perangkat cadangan sekolah
Soal bermasalah Pengawas mencatat nomor soal, guru mapel memutuskan setelah ujian

Rencana cadangan harus tertulis dan diketahui semua pengawas sebelum hari ujian.

Setelah ujian

  • Proktor memastikan semua jawaban sudah terkirim.
  • Pengawas menyerahkan berita acara dan daftar hadir.
  • Guru memeriksa hasil, termasuk analisis butir soal, untuk menemukan soal yang ambigu.
  • Murid yang mengalami gangguan berat diberi kesempatan ujian susulan sesuai aturan sekolah.

Daftar cek operator

  • Jadwal, sesi, dan ruang sudah diatur.
  • Akun semua murid aktif dan sudah diuji coba.
  • Token per sesi siap.
  • Perangkat cadangan dan terminal listrik tersedia.
  • Jaringan diuji di tiap ruang.
  • Pengawas sudah mendapat pengarahan.
  • Berita acara dan daftar hadir siap.

Menyiapkan murid dan orang tua

Ujian pakai HP murid juga membutuhkan kerja sama di rumah. Kirim pemberitahuan kepada orang tua sepekan sebelumnya berisi:

  • jadwal ujian dan sesi masing-masing kelas,
  • syarat ponsel: baterai penuh, aplikasi diperbarui, memori cukup,
  • larangan membawa ponsel kedua,
  • informasi bahwa sekolah menyediakan perangkat cadangan bagi yang membutuhkan.

Di kelas, wali kelas menjelaskan alasan aturan pengawasan, bukan hanya aturannya. Murid yang paham bahwa aturan itu menjaga keadilan bagi semua biasanya lebih tertib.

Contoh pembagian sesi di SMP dengan 9 rombel

Sesi Waktu Kelas Ruang
1 07.30–09.00 VII A–C Ruang kelas masing-masing
2 09.30–11.00 VIII A–C Ruang kelas masing-masing
3 12.30–14.00 IX A–C Ruang kelas masing-masing

Pembagian ini menjaga beban jaringan dan memberi waktu proktor menangani masalah tiap sesi. Sekolah dengan jaringan kuat bisa menggabungkan sesi, tetapi uji dulu saat simulasi. Pola sesi seperti ini membuat ujian pakai HP murid tetap tertib walau jumlah titik akses terbatas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ujian pakai HP murid bisa tanpa internet?

Bisa, bila aplikasi ujian yang dipakai mendukung mode luring. Murid mengunduh soal saat terhubung, mengerjakan tanpa internet, lalu jawaban dikirim saat koneksi kembali.

Bagaimana mencegah murid membuka aplikasi lain?

Kombinasikan tata tertib yang jelas, pengawasan aktif dengan berkeliling, pengaturan duduk, dan fitur pemantauan di aplikasi ujian bila tersedia.

Bagaimana dengan murid yang tidak punya ponsel?

Sediakan perangkat sekolah, pinjaman perangkat, atau ujian kertas dengan soal setara. Jangan sampai murid dirugikan karena kondisi ekonomi.

Berapa lama uji coba yang diperlukan?

Simulasi 15 menit per kelas, tiga hari sebelum ujian, biasanya cukup untuk menemukan sebagian besar masalah teknis.

Apakah ujian di HP cocok untuk SD?

Untuk kelas tinggi bisa, dengan soal sederhana dan pendampingan. Untuk kelas rendah, ujian kertas atau lisan biasanya lebih tepat.

ASIS: Ujian di HP Murid yang Tetap Jalan Saat Sinyal Naik Turun

Kekhawatiran terbesar sekolah tentang ujian di ponsel adalah koneksi. Satu ruang kehilangan sinyal, puluhan murid terhenti, dan jadwal ujian berantakan.

Untuk ujian pakai HP murid, ASIS menyediakan CBT yang dikerjakan lewat ASIS Mobile, termasuk mode luring untuk ujian sehingga murid tetap bisa mengerjakan saat internet putus. Operator mengatur paket soal, token, dan proktor dari satu tempat, sedangkan hasilnya langsung masuk koreksi dan analisis butir soal otomatis. Bagi murid yang tidak memakai ponsel, sekolah bisa mencetak lembar jawaban ber-QR yang kemudian dipindai kamera untuk dikoreksi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.