Sistem Manajemen Pesantren: Ritme Kerja Pengurus Harian
Sistem manajemen pesantren dari sisi pengasuh dan pengurus: ritme harian 24 jam, mingguan, bulanan, dan tahunan, serta keputusan yang perlu didukung data.
Contoh rapor SLB Kurikulum Merdeka beserta deskripsi capaian murid untuk tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis, plus cara menulis yang jujur dan positif.
Rapor SLB adalah laporan capaian belajar murid di sekolah luar biasa yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap murid. Berbeda dengan rapor sekolah umum, rapor SLB tidak bisa sekadar membandingkan murid dengan standar kelas. Yang dilaporkan adalah kemajuan murid dari titik awalnya sendiri, ditulis dengan bahasa yang jujur, spesifik, dan bisa dipahami orang tua.
Artikel ini berisi struktur rapor, contoh deskripsi capaian untuk beberapa ragam kekhususan, panduan menulis, dan kesalahan yang sering terjadi. Contoh di sini bersifat ilustrasi; format resmi mengikuti ketentuan sekolah dan aplikasi rapor yang berlaku.

Penyesuaian kurikulum di SLB dibahas lebih rinci di "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya".
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Identitas | Nama, kelas, fase, ragam kekhususan, semester |
| Capaian mata pelajaran | Nilai atau predikat dan deskripsi per mapel |
| Program kebutuhan khusus | Misalnya orientasi dan mobilitas, bina komunikasi, bina diri |
| Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler | Partisipasi dan capaian |
| Kehadiran | Sakit, izin, tanpa keterangan |
| Catatan wali kelas | Ringkasan perkembangan dan saran untuk orang tua |
| Tanda tangan | Wali kelas, Kepala Sekolah, orang tua |
Nama dalam contoh adalah fiktif.
Bahasa Indonesia: Bima mampu membaca teks pendek dalam huruf Braille dengan lancar dan menceritakan kembali isi bacaan secara runtut. Bima perlu berlatih menulis Braille dengan spasi yang tepat antar kata.
Orientasi dan mobilitas: Bima dapat berjalan mandiri dari kelas ke kantin dan toilet menggunakan tongkat. Rute ke lapangan masih memerlukan pendampingan.
Matematika: Salsa memahami operasi pecahan dengan bantuan gambar dan menyelesaikan soal cerita sederhana secara mandiri. Soal cerita yang panjang perlu disajikan dengan kalimat pendek dan ilustrasi.
Bina komunikasi: Salsa aktif berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mulai membaca gerak bibir untuk kata-kata yang sering dipakai di kelas. Latihan percakapan dengan teman dengar perlu dilanjutkan.
Bina diri: Raka dapat mencuci tangan dengan sabun dan memakai sepatu tanpa tali secara mandiri. Mengancingkan baju masih memerlukan bantuan sebagian.
Matematika: Raka mengenal bilangan 1 sampai 10 dan dapat menghitung benda konkret hingga lima. Raka belajar paling baik dengan benda nyata seperti kancing dan sendok.
Interaksi sosial: Dimas mulai mau bermain bergiliran dengan satu teman selama sekitar 10 menit dengan bantuan jadwal bergambar. Perubahan kegiatan mendadak masih membuat Dimas cemas, sehingga pemberitahuan sebelumnya sangat membantu.
IPAS: Dimas dapat menyebutkan bagian tanaman dan fungsinya dengan bantuan kartu gambar. Dimas menunjukkan minat besar pada tema tumbuhan.
Pakai pola sederhana:
Kemampuan yang sudah dicapai + kondisi atau dukungan + hal yang perlu dilatih
| Unsur | Contoh |
|---|---|
| Kemampuan yang dicapai | "mampu membaca teks pendek dalam huruf Braille" |
| Kondisi atau dukungan | "dengan bantuan gambar", "secara mandiri", "dengan pendampingan" |
| Yang perlu dilatih | "perlu berlatih menulis dengan spasi yang tepat" |
| Hindari | Ganti dengan |
|---|---|
| "Tidak mampu" | "Belum mampu, sedang berlatih ..." |
| "Lambat" | "Membutuhkan waktu lebih untuk ..." |
| "Nakal" atau "susah diatur" | Perilaku spesifik dan pemicunya |
| "Cacat" | Ragam kekhususan atau murid berkebutuhan khusus |
| Kalimat yang sama untuk semua murid | Deskripsi khas setiap murid |
Semester ini Raka menunjukkan kemajuan besar dalam bina diri. Ia sekarang mencuci tangan dan memakai sepatu sendiri tanpa diingatkan. Di rumah, Bapak/Ibu bisa melanjutkan dengan memberi kesempatan Raka memakai baju berkancing besar setiap pagi. Terima kasih atas kerja samanya, terutama dalam menjaga rutinitas tidur Raka yang sangat membantu konsentrasinya di kelas.
Deskripsi yang spesifik hanya mungkin bila bahannya dikumpulkan sejak awal semester. Kebiasaan sederhana yang membantu:
Dengan bahan ini, wali kelas cukup membaca ulang catatan dan merangkumnya. Perubahan tingkat bantuan dari awal ke akhir semester sering menjadi kalimat paling bermakna di rapor.
Rapor di SLB melaporkan capaian berdasarkan tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid, termasuk program kebutuhan khusus seperti bina diri atau orientasi mobilitas.
Bisa memakai nilai atau predikat sesuai ketentuan sekolah, tetapi deskripsi tetap menjadi bagian terpenting untuk menggambarkan perkembangan murid.
Laporkan kemajuan sekecil apa pun secara spesifik, misalnya dari "dengan bantuan penuh" menjadi "dengan bantuan sebagian". Itu kemajuan nyata bagi murid dan orang tua.
Wali kelas bersama guru mapel dan guru program kebutuhan khusus, berdasarkan catatan pengamatan sepanjang semester.
Sangat dianjurkan. Pengamatan orang tua di rumah melengkapi gambaran perkembangan murid dan membantu menyusun target semester berikutnya.
Rapor yang baik di SLB membutuhkan catatan pengamatan yang rutin. Masalahnya, catatan itu sering tersebar di buku guru, lembar program individual, dan ponsel pribadi, sehingga deskripsi rapor ditulis dari ingatan di akhir semester.
ASIS membantu guru SLB mencatat perkembangan murid di profil murid yang utuh sepanjang semester, termasuk layanan inklusi dan PPI. Catatan itu kemudian menjadi bahan e-Rapor Kurikulum Merdeka, sehingga deskripsi capaian lebih spesifik dan tidak disalin antarmurid. Orang tua bisa menerima kabar perkembangan lewat notifikasi aplikasi, tidak hanya saat pembagian rapor.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Sistem manajemen pesantren dari sisi pengasuh dan pengurus: ritme harian 24 jam, mingguan, bulanan, dan tahunan, serta keputusan yang perlu didukung data.
Cara menyusun program BK tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan: komponen layanan, contoh tabel tiap tingkatan, dan cara menurunkannya.
Apa itu sistem informasi pesantren? Pahami pengertian, komponen, cara kerja, data yang dikelola, dan manfaatnya bagi pengasuh, pengurus, dan wali santri.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.